
Beberapa saat rekan kerja Yudha menduga Meena yang datang adalah seorang pelayan.Karna melihat penampilan Meena jauh dari kata menarik.Seperti biasa hanya memakai atas kaos dan celana leaging berwarna hitam.
"Sayang..Kenapa kau membawa ini??"sahut Yudha yang dengan cepat menghampiri Meena.
Sontak membuat rekan-rekan kerja Yudha merasa terkejut.Tak mengira jika Meena yang terlihat seperti pelayan ternyata adalah istri Yudha.
"Oh.. tadi aku melihat pelayan akan berjalan kesini,jadi aku memintanya biar aku saja yang membawakannya." jawab Meena.
"Ya sudah..Ayo kita duduk..teman-teman dia adalah istriku,namanya Meena.. "ujar Yudha memperkenalkan Meena pada rekan kerjanya.
Rekan kerja Yudha hanya menatap bingung dan terkejut.
"Oh.. Kakak ipar,maaf ya jika kami mengira kau adalah seorang pelayan." sahut Arini yang justru sengaja ingin mempermalukan Meena.Karna ia merasa cemburu dengan Meena yang ternyata adalah istri Yudha.Lelaki yang selama ini sudah ia incar tapi harus bertepuk sebelah tangan.
"Tidak apa-apa.. Apa kabar semua??" Jawab Meena sekaligus menyapa rekan kerja Yudha.
Rekan kerja Yudha hanya tersenyum membalas sapaan Meena.
"Kenapa kau terlambat??apakah jalanan macet??" tanya Yudha mengajak Meena untuk duduk.
__ADS_1
"Iya..Sangat macet dan ibumu sempat melarang ku untuk pergi." jawab Meena menjelaskan.
"Dan kulihat tidak ada satu pun yang bawa pasangan..kenapa aku harus datang?" tanya Meena dengan berbisik pada Yudha.
"Sebaiknya kau minum dulu."ujar Yudha sembari memberikan minuman di gelas.
Dan secara bersamaan Arini langsung bangkit dan menghampiri Yudha.
"Kak Yudha,ayo kita bersulang untuk kakak ipar..Kau tidak keberatan kan?" ujar Arini yang dengan beraninya menyentuh bahu Yudha dengan gerakan yang manja.
Yudha pun langsung menyingkirkan tangan Arini dari atas bahunya dengan tatapan dingin.
Arini pun menoleh kearah Meena.
"Kakak ipar,kau sangat beruntung..Bisa memiliki suami seperti kak Yudha." ujar Arini pada Meena.
Meena pun hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Dan apa kakak ipar tahu,kalau kak Yudha ini cukup terkenal dikantor..Banyak wanita yang mengejarnya,termasuk aku sendiri.." sahut Arini dengan percaya dirinya.
__ADS_1
"Tapi sayangnya kak Yudha sudah memiliki istri,aku jadi tidak punya kesempatan lagi untuk mengejar kak Yudha." timpal Arini lagi dengan bangganya mengatakan hal itu.
Yudha hanya memilih diam dan Meena hanya melirik datar kearah Yudha.
"Kak Yudha memang terlalu cepat menikah.. makanya tidak memberimu kesempatan Arini."Sahut rekan kerja Yudha yang lain.Mencoba ingin menyindir Arini karna ia tahu bagaimana sifat Arini.
"Ayo kita bersulang untuk kehadiran kakak ipar.." sahut rekan kerja Yudha sembari bangkit.
Dan mereka pun bersama-sama bersulang untuk minum.Rekan kerja Yudha pun terus menerus mengajak Meena untuk bersulang.Hingga membuat Meena sedikit mulai mabuk.Karna minuman tersebut mengandung alkohol.
Yudha yang melihat Meena yang tidak berhenti minum,langsung direbut gelas yang ditangan Meena.
"Biar aku saja." ujar Yudha langsung meneguk minuman digelas Meena.
Arini yang melihat pun langsung merasa kesal.
"Aku yang akan mewakili istriku untuk bersulang dengan kalian." sahut Yudha pada rekan kerjanya.
Arini kembali bangkit dan menghampiri Yudha.Untuk sengaja duduk disebelah Yudha agar bisa didekat Yudha.
__ADS_1
Yudha yang menyadari hanya melirik datar kearah Arini.