Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 40 - Dela Yang Berulah Lagi


__ADS_3

"Maafkan sikap Dela padamu,nanti aku akan menasehatinya.'' ujar Yudha yang merasa tidak enak hati dengan Meena.


Meena pun hanya tersenyum pada Yudha.


"Tidak apa-apa.. aku mengerti dengan sikap mereka.'' jawab Meena.


Yang sebenarnya ia merasa kesal dengan sikap Dela,karna memanfaatkan keadaannya.


Sepertinya akan ada dua mahluk yang akan menyerangku.. kita lihat saja,sampai dimana kalian akan melawanku.. Batin Meena yang sudah bisa menebak kelakuan Dela dan ibunya.


Malam harinya..


Saat Meena sedang memakai krim muka sebelum tidur dikamar mandi.Tiba-tiba Dela datang menghampirinya.


"Krim apa yang sedang kau pakai kak?sepertinya itu krim mahal ya??'' tanya Dela yang penasaran.


Meena pun sesaat menoleh kearah Dela.


"Ah.. tidak,ini cuma krim murah.. tidak begitu mahal.. cuma ini kebetulan cocok untuk jenis mukaku.'' jawab Meena menjelaskan.


''Tapi sepertinya ini bukan skin care yang murah kakak ipar.. Karna aku tahu dari mereknya.'' ujar Dela dengan sedikit nada sinis

__ADS_1


Meena sesaat terdiam menatap Dela.


"Tapi karna kau bilang ini murah,berarti untukku saja.. Terimakasih ya kakak ipar.'' jawab Dela yang langsung ngeloyor pergi.


Namun,saat akan pergi tiba-tiba langkahnya terhenti saat Yudha muncul didepannya.


''Atas dasar apa kau mengambil skin care itu??Apa kakak iparmu mengijinkanmu untuk mengambil skin care itu??" tanya Yudha dengan nada sedikit kesal.


"Tapi kak, kakak ipar tidak masalah aku mengambilnya.. benarkan kak?" jawab Dela yang sesaat menoleh dan bertanya pada Meena.


"Iya.. biarkan saja ..Aku sudah memberikannya.'' jawab Meena yang terpaksa memberikan skin care itu pada Dela.Dan memilih mengalah.Sebab ia tidak mau suasana menjadi ribut karna ulah Dela yang sengaja memanfaatkannya.


Yudha pun sesaat menatap Meena dengan serius.


Meena hanya tersenyum.Seolah ia mengerti dengan tatapan Yudha padanya.


"Hehehe.. jangan menatapku seperti itu sayang.. aku memang sengaja memberikannya.. daripada ibumu melakukan protes padaku..'' ucap Meena menjelaskannya pada Yudha.


Yudha hanya bisa menarik nafas panjangnya.


''Ya sudah.. tapi jika Dela sudah kelewatan,aku tidak akan keberatan jika kau memberinya sedikit pelajaran padanya.'' ucap Yudha memilih mengalah pada Meena.Karna ia tahu,jika Meena melakukan hal itu hanya untuk mengalah dari Dela.

__ADS_1


Meena langsung memeluk Yudha dengan sangat erat.


*********


Setelah Yudha berangkat kerja,Dela menghampiri Meena yang akan mencuci pakaian di mesin cuci.


"Ini sekalian cucikan,tapi kalau bisa cuci pakai tangan saja..Karna aku tidak mau pakaian ku rusak kalau cuci di mesin." sahut Dela langsung memberikan pakaiannya pada Meena.


Sesaat Meena menghela nafasnya dan menoleh kearah Dela.


"Maaf Dela..Selama disini,kau tidak mengerjakan pekerjaan apa pun dirumah ini kan?? jika kau menganggur,kenapa tidak kau saja yang cuci pakaianmu,kalau kau takut pakaianmu rusak di mesin cuci??dan kenapa harus aku yang mencucinya??kalau kau punya 2 tangan yang bisa kau kerjakan sendiri??" Tanya Meena mencoba dengan menyindir Dela.


Dela pun langsung memasang wajah sinis pada Meena.


"Karna disini aku adalah tamu kakak ipar..Sudah seharusnya kau melayani aku sebagai tamu dirumah ini.. dan aku tidak mau merusak tanganku untuk mencuci pakaian..Dirimu kan sudah biasa mengerjakannya..Jadi kan bisa sekalian.." jawab Dela dengan santainya.


"Dela benar.. seharusnya kau melayani adik iparmu selama disini..Jangan melakukan protes padanya..Ayo Dela,kita pergi.. mama ingin mengajakmu berbelanja." sahut Siska yang langsung membela anaknya.


Dan Siska pun mengajak Dela pergi meninggalkan Meena begitu saja.Meena hanya bisa mendengus kesal.


Kalian tunggu saja balasan dariku.. batin Meena

__ADS_1


__ADS_2