Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 44 - Saran Bekerja Lagi


__ADS_3

Yudha menghampiri Meena yang tengah sedang memeriksa sebuah barang dalam kotak.


"Apa itu??" tanya Yudha.


"Sesuatu yang kita diskusikan kemarin." jawab Meena dengan nada pelan.


Saat sang ibu mertua datang,Meena pun langsung menyimpan barang tersebut.Membuat Siska langsung menatap sinis tanpa berkomentar.


Dasar pelit.. Takut sekali dia barangnya ku lihat.. ujar Siska dalam hatinya.


Selesai makan malam,Yudha dan Meena bersantai diruang tv.Dan Siska kembali menghampiri mereka.


"Meena.. kata tetangga sebelah,minimarket dibawah sedang membutuhkan karyawan..Menurutku,daripada kau hanya menghabiskan waktu dirumah tanpa melakukan apa pun..Kenapa kau tidak kerja saja??" ujar Siska memberi saran pada Meena.


"Ma.. Untuk apa menyuruh Meena kerja??Aku tidak mempermasalahkan Meena tidak bekerja." tanya Yudha menentang saran ibunya.


"Mumpung kalian belum memiliki anak,tidak ada salahnya kalau Meena bekerja.. setidaknya bisa membantu keuangan suami,tidak cuma berdiam diri dirumah.. Dulu mama seumur Meena,juga tetap bekerja walau pun sudah menikah.. jangan menjadi istri yang manja." ucap Siska menasehati Meena dan Yudha.

__ADS_1


"Tapi aku tetap tidak mengijinkan Meena bekerja..Aku ingin dia tetap fokus mengurusku.. Meluangkan waktu penuh untukku,karna mama tahu sendiri jika pernikahan kami singkat.." ujar Yudha.


Sesaat Siska menghela nafasnya.


"Anak jaman sekarang memang susah dinasehati.. aku mengatakan ini juga untuk kebaikan kalian.. kau sudah bekerja seharian,banting tulang mencari uang..Sementara Meena hanya bersantai dirumah dan menghabiskan uangmu.." ucap Siska yang langsung menyindir Meena.


"Tapi aku tidak masalah,karna itu sudah menjadi kewajibanku menafkahi istriku.. daripada mama tidak ada kerjaan mengusik Meena terus,bukankah seharusnya mama membantu Meena saja??Meena juga tidak pernah mengusikmu kan??" sindir balik Yudha pada ibunya.


Sementara Meena lebih memilih diam dan tak ikut membalas sindiran ibu mertuanya.


"Tapi tetap saja,mama ingin Meena membantu keuanganmu..Biaya hidup sekarang serba mahal,sebelum memiliki anak alangkah lebih baik jika dari sekarang Meena bekerja lagi dan menabung untuk persiapan jika kalian sudah punya anak." jawab Siska yang tetap dengan nasehatnya.


Namun,Meena menahan tangan Yudha dan menatapnya sambil menggelengkan kepala.Memberi isyarat untuk tidak melanjutkan perdebatannya dengan ibunya.


Yudha pun memilih menurut pada Meena.


...****************...

__ADS_1


Besoknya,sebelum Yudha berangkat.Meena membantu Yudha menyiapkan segala keperluan Yudha sebelum berangkat kekantor.


"Kau yakin ingin tetap bekerja??Jangan dengarkan perkataan ibuku..Aku tidak memintamu untuk bekerja." tanya Yudha memastikan kembali niat Meena yang ternyata menuruti permintaan ibunya untuk bekerja.


Siska yang sedang menonton tv,sesaat mendengarkan obrolan mereka.


"Iya tidak apa-apa.. ibumu benar,mungkin aku terlalu santai dirumah.. jadi tidak ada salahnya aku coba untuk bekerja kembali.. dan hari ini aku akan coba interview disebuah kantor yang tidak jauh dari kantorku yang lama.." jawab Meena sambil tersenyum


Mendengar perkataan Meena yang menuruti sarannya,membuat Siska langsung tersenyum.


Baguslah kalau dia mengerti dan tahu diri.. batin Siska merasa puas.


"Ya sudah..Lakukan apa yang membuatmu nyaman..Jangan terlalu dipaksakan dan aku tidak mau kau terlalu lelah.." ucap Yudha sambil mengusap rambut Meena dengan lembut.


Meena pun hanya tersenyum dan mengangguk.


"Kalau begitu aku berangkat.. Dah.." ucap Yudha berpamitan.

__ADS_1


"Dadah." jawab Meena sambil melambaikan tangannya ke Yudha yang sudah keluar dari rumahnya.


__ADS_2