
"Hatchi.. hatchi.." lirih Meena yang terus bersin-bersin tanpa henti.
"Akh.. Sakit sekali rasanya.. sepertinya aku akan kena flu." ujar Meena bicara pada dirinya sendiri.
"Meena ayo makan..!!" panggil ibu mertuanya pada Meena dari luar kamar.
"Iya bu." jawab Meena yang dengan lemas beranjak bangkit.
Saat keluar kamar dan menghampiri meja makan.Siska sang ibu mertua menatap aneh pada Meena.
" Kenapa denganmu??" tanya Siska.
" Aku sepertinya flu,dari tadi bersin-bersin terus." jawab Meena dengan nada lemas.
Melihat keadaan Meena yang terlihat pucat.Siska pun langsung mengambil masker.
Meena yang hendak akan mulai makan,seketika berhenti saat Siska menegurnya.
"Tunggu.. pakai ini.." ujar Siska memberikan masker mulut pada Meena.
Meena pun menatap bingung.
"Tapi aku kan mau makan bu." ujar Meena.
"Kau makan diluar..Jangan makan disini..Jangan karna karna orang sakit,kau bisa membuat kami semua sakit.." ujar Siska menyuruh Meena untuk keluar.
"Ta..tapi bu..-" ujar Meena yang belum sempat bicara,sudah langsung disuruh keluar oleh Siska.
"Kau boleh masuk jika sudah selesai makan." sahut Siska dari dalam rumahnya.
Membuat Meena langsung mendengus kesal.
Sial..Dia masih saja menyulitkan ku..Tunggu saja,kau akan menerima balasan dariku ibu mertua sihir.. gerutu Meena yang kesal.
Meena pun akhirnya terpaksa makan di lorong apartemen agar tidak dilihat orang.
__ADS_1
Sementara Siska tersenyum puas sudah mengerjai Meena.
Beberapa hari setelah sembuh..
Meena bersiap-siap akan mencuci pakaian.Ia pun mengumpulkan semua pakaian kotor yang akan dicuci di mesin cuci.Sebelum semua terkumpul,Meena menghampiri sang ibu mertua yang sedang menonton bersama Yudha.
"Bu.. Dimana kaus kakimu? biar kucuci sekalian." tanya Meena.
"Tidak usah.. nanti aku akan mencucinya sendiri." jawab Siska menolak kaus kakinya dicuci.
"Kenapa??tumben ibu mau cuci sendiri??Sini biar aku saja,aku akan memasukannya ke mesin cuci." tanya Meena lagi dan tetap memaksa meminta.
"Kalau ku bilang akan cuci sendiri,artinya aku akan cuci sendiri.. kenapa kau begitu cerewet sekali ..ck.." sentak Siska yang kesal dan langsung pergi.
Meena dan Yudha hanya menatap bingung.
"Kenapa dengan ibumu??" tanya Meena pada Yudha.
"Ntah lah..Biarkan saja." ujar Yudha mengangkat kedua bahunya.
Didalam kamar,Siska mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Dela anak perempuannya.
"Hah??kenapa bisa kambuh lagi ma??Bukannya waktu itu sudah hilang?" tanya Dela balik yang heran.
"Mama juga tidak tahu.. kenapa jadi kau yang bertanya." ujar Siska.
"Keadaanmu sekarang pasti sulit ma..Kakak ipar pasti akan balas dendam padamu." ujar Dela yang justru menakuti Siska.
"Balas dendam??kenapa kau bicara begitu?" tanya Siska yang bingung.
"Apa mama lupa?bagaimana mama memperlakukan kakak ipar waktu itu dia sakit flu?" tanya Dela yang langsung mengingatkan Siska.Sebab Siska sebelumnya pernah cerita pada Dela saat Meena sedang sakit flu dan disuruh keluar agar tidak tertular.
Seketika membuat Siska teringat akan perbuatannya waktu itu.
"Dan kurasa,dia pasti memanfaatkan keadaanmu saat ini ma." ujar Dela yang semakin menakuti Siska.
__ADS_1
"Lalu mama harus bagaimana??Dia bukan orang yang gampang dihadapi sekarang..Kakak mu Yudha selalu saja membelanya.. Terkadang membuat mama sangat jengkel..Kenapa kakakmu jadi terus berpihak padanya." curhat Siska pada Dela.
"Mama jangan khawatir,aku ada ide untukmu." ujar Dela dengan santai nya.
Setelah mengobrol panjang dengan Dela.Siska pun keluar dari kamar dan berjalan seperti orang mengendap-endap.Mengawasi situasi yang sedang dalam keadaan sepi.
Siska langsung menuju rak sepatu yang berada didepan pintu.Dengan cepat ia menurunkan sepatu milik Meena yang terletak diatas rak sepatu.
Tanpa pikir panjang Sisak langsung memasukkan kakinya kedalam sepatu Meena.
Yang ternyata berniat ingin menularkan kutu air dikakinya kesepatu Meena.Agar dia bisa menjatuhkan kesalahan pada Meena.
Namun..
"Bu.. Apa yang kau lakukan?" sahut Meena yang langsung mengagetkan Siska sebelum memasukkan kakinya kedalam sepatu Meena.
Sontak membuat Siska terkejut.Terlebih melihat Meena sedang merekam dirinya dengan ponsel.
"Sejak kapan kau berada disitu??apa yang kau lakukan?"Tanya Siska yanh terkejut.
"Bukankah harusnya aku yang bertanya?apa yang ibu lakukan disitu??" tanya Meena dengan nada datar sembari berjalan kearah Siska
Ia pun langsung mengambil sepatunya dari Siska.
"Apakah ini ide yang disuruh adik ipar padamu??" tanya Meena langsung mengintimidasi Siska.
Siska pun langsung terdiam dan gugup dengan pertanyaan Meena.Mengingat apa yang dikatakan Dela padanya.
"Kakak ipar kan tidak tahu mama sedang kena kutu air.. mama tularin saja kutu air mama kedalam sepatunya.. tunggu sampai dia ketularan.. dan mama bisa membalikkan fakta,jika penyakit itu tertular darinya.. dengan begitu dia tidak akan menuduhmu dan mama tetap dilayani olehnya." ujar Dela yang ternyata mengajari Siska untuk memanipulasi perbuatannya.
"Mama tahu,apa yang mama bicarakan dengan Dela semuanya sudah kudengar.. ini aku punya obat kutu air dari ibuku.. yang selalu kusimpan untuk jaga-jaga.." ucap Meena sembari memberikan obat oles kutu air pada Siska.
Seketika membuat Siska merasa malu dan sedikit tersentuh.Karna Meena masih mempunyai rasa empati dengan memberikan obat kutu air tersebut.
"Kau masih berbuat padaku,tapi kenapa kau masih merekam videoku??" tanya Siska ingin tahu.
__ADS_1
"Jawabannya simple saja bu..Karna untuk mencegahmu membalikkan fakta.. Sebab aku tahu,kebiasaanmu yang selalu membalikkan fakta sebenarnya.." jawab Meena dengan sindiran pedasnya sambil tersenyum sinis.
Ia pun kembali ke kamar nya dengan perasaan puas.Telah membalas perbuatan Siska yang ingin kembali memfitnah dirinya.