Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 42 - Sepatu Mahal


__ADS_3

Seminggu berlalu..


Ntah ada angin apa,Siska mengajak Meena untuk berbelanja disupermarket.


Meena yang tidak menaruh curiga pun ikut menemani Siska berbelanja.


Selesai berbelanja,Siska menyuruh Meena untuk menunggu dirinya sebentar.


"Kau tunggu lah disini,aku mau ke toilet dulu." ujar Siska.


"Iya bu." jawab Meena.


Siska pun langsung pergi ke toilet.Dan Meena menunggu Siska ditempat duduk,biasa orang bersantai sejenak.


Sambil menunggu,tanpa sengaja Meena melihat sebuah toko sepatu wanita.Membuatnya tertarik dan ingin melihat koleksi sepatu tersebut.


Saat memasuki toko tersebut,salah satu pegawai toko memperhatikan Meena dari kejauhan.Seolah memperhatikannya dengan ragu.Karna melihat penampilan Meena yang hanya mengenakan kaos oblong putih dan leaging hitam.Membuat si pegawai tidak yakin,jika Meena akan membelinya.


Sebab koleksi sepatu ditoko tersebut sangat mahal dan bermerek.


Namun,tidak membuat Meena mengurungkan niatnya untuk melihat koleksi sepatu yang ada ditoko tersebut.

__ADS_1


Meena mengambil salah satu sepatu yang terpajang ditoko tersebut.Yang seketika membuat Meena langsung menyukai sepatu tersebut,sambil memperhatikan setiap design pada sepatu yang Meena pegang.


Sang pegawai yang merasa risih dengan kehadiran Meena,yang dianggap hanya melihat-lihat.Ia langsung menghampiri Meena dan pura-pura menyapanya.


"Selamat siang mba.. Selamat datang ditoko kami.'' sapa pegawai tersebut berpura-pura ramah.


Meena pun langsung menoleh.


"Ah.. Iya,apakah ada ukuran no.40 untuk sepatu ini?aku ingin mencobanya.'' tanya Meena pada sang pegawai toko.


"Ada mba.. Tapi harga sepatu ini sekitar 3juta.. Karna ini edisi keluaran terbaru.'' jawab pegawai toko tersebut.


"Tapi apakah mba yakin ingin membeli sepatu ini?" tanya pegawai yang menatap tidak yakin.


Sesaat Meena menatap aneh pada pegawai toko tersebut.


"Bagaimana aku akan membeli jika aku tidak mencobanya dulu??Apa kau pikir aku tidak mampu beli sepatu ini??" tanya Meena sedikit sewot dengan pertanyaan pegawai tersebut.Karna ia seolah seperti diremehkan oleh sang pegawai toko.


Belum menjawab sang pegawai toko itu,Siska pun datang menghampirinya.


"Meena,sedang apa kau disini??ayo kita pulang..'' ujar Siska langsung menarik tangan Meena untuk meninggalkan toko tersebut.

__ADS_1


Meena pun terpaksa menuruti ajakan ibu mertuanya untuk pulang.Walaupun harus pulang dengan perasaan kesal.


Sementara sang pegawai hanya menatap sinis Meena yang sudah pergi.


"Kenyataannya kau memang tidak mampu membelinya mba.. Masih berani ingin mencoba sepatu ini.. Dia pikir dia pantas memakai sepatu mahal ini..cih..'' ujar sang pegawai yang ternyata memang menilai Meena sebagai orang yang tidak akan mampu membeli sepatu yang ia pegang.


Tiba dirumah,Yudha menyambut Meena yang baru pulang bersama Siska.


Namun,terlihat raut wajah Meena yang cemberut dan langsung masuk kekamar dengan membanting pintu.


Seketika membuat Yudha dan Siska terkejut.Dan Yudha juga menatap bingung dengan tindakan Meena.


"Dasar kekanak-kanakan.'' sahut Siska yang menyindir Meena.


"Ada apa dengan Meena ma??apa mama menyulitkan dia lagi??" tanya Yudha yang langsung mencurigai Siska.


Seketika membuat Siska menatap datar kearah Yudha.


"Kenapa kau jadi mencurigai mama??Tidak selalu mama menyulitkan dia.'' jawab Siska membela dirinya.


"Lalu apa yang terjadi??Bukankah kalian tadi pergi bersama??" tanya Yudha yang penasaran ingin tahu apa yang terjadi pada Meena sang istri.

__ADS_1


__ADS_2