
Yudha yang mendengar perintah Dela,langsung menghampiri Dela.
''Kalau kau ingin makan mie goreng,silakan masak sendiri.. jangan coba menyuruh kakak iparmu untuk membuatnya.'' sahut Yudha pada Dela.Yang menolak perintah Dela pada Meena.
Seketika membuat Dela memandang Yudha dengan tatapan cemberut.
"Memangnya kenapa kalau istrimu yang membuatkannya?? kami adalah tamu,bukankah sudah seharusnya dia melayani kami?"Sahut ibu Yudha yang justru mendukung Dela.
Yudha pun langsung melihat sang ibu dengan tatapan heran.
"Ma..'' sentak Yudha yang ingin menegur ibunya.
Namun,Meena langsung menahan tangan Yudha.Dan menatap Yudha sambil menggelengkan kepalanya.Mengisyaratkan untuk memilih mengalah.
"Tidak apa-apa.. biar aku kerjakan saja.'' ujar Meena.
"Kau lihat kan??Istrimu saja saja tidak keberatan.. jangan terlalu cepat membelanya.'' ujar ibunya yang langsung tersenyum dengan kemenangannya.
Meena yang mendengar hanya bisa menarik nafas panjangnya sambil mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
Anak dan ibunya rupanya sama saja..Aku harap mereka secepatnya pulang dari sini..Gerutu Meena dalam hatinya.
Sementara Dela juga ikut tersenyum,karna merasa puas telah berhasil memberi perintah pada Meena.
Ini belum seberapa kakak ipar..Masih akan ada lagi yang akan membuatmu pasti tidak akan betah menghadapi kami..Ternyata seru juga mengerjai dia..Batin Dela.
Meena langsung mulai membuatkan mie goreng untuk Dela.Saat dirinya sedang sibuk,Siska sang ibu ikut kedapur dan berniat ingin melihat keadaan dapurnya.Tanpa sengaja ia melihat tumpukan barang yang sebelumnya Meena dan Yudha membelinya.
Tanpa bertanya,Siska langsung memeriksa isi barang tersebut yang masih terbungkus kardus.
"Apa ini??Kenapa kalian membeli perlengkapan makan sebagus ini??"Tanya Siska pada Meena.
"Tapi kenapa kau harus membeli dengan bahan kaca??kenapa tidak membelinya bahan plastik..Supaya kalian bisa lebih berhemat.. jangan membuang uang untuk hal yang tidak begitu penting.. apakah ini pilihanmu??" tanya Siska yang langsung mengintimidasi Meena.
"Tapi menurutku ini sangat bagus.. aku juga menyukai peralatan makan dari kaca.. Anak muda menyukai barang trendy.." sahut bibi Yudha yang tiba-tiba menyela.Membuat Siksa langsung melirik sinis.Seakan lirikannya untuk tidak ikut campur.
"Iya..Itu memang pilihanku bu..Dan Yudha tidak mempermasalahkan dengan pilihanku.. Lagi pula,bukankah peralatan makan itu tidak baik jika berbahan plastik?? " jawab Meena dengan menjelaskan.
"Tapi ini semua pasti harganya sangat mahal.. Apakah kau membelinya dengan uangmu sendiri.. jangan karna kau sudah menjadi istri Yudha,kau bisa seenaknya menggunakan uang anakku.." ujar Siska yang langsing protes.
__ADS_1
Meena pun sesaat mendengus dan mencoba menahan sabarnya.Melihat ucapan sang ibu mertuanya yang begitu tajam.
"Ma..Jangan bicara begitu..Justru Meena sudah menjadi istriku,dia lebih berhak mengatur uangku." sahut Yudha kembali membela Meena.
"Tapi kau juga harus berhemat..Ajarkan istrimu untuk berhemat.. kalian baru menikah,harus bisa menghemat untuk kedepannya.. jangan karna sudah tinggal di apartemen,kalian sudah bisa bangga dan menghamburkan uang..Ini lihat,untuk apa kalian membeli penanak nasi seperti ini??kau pikir mama tidak tahu,berapa harga penanak nasi ini??Ini bisa mencapai jutaan.." ucap ibunya menasehati Yudha.
Yudha pun ikut menghela nafasnya dengan sedikit kesal.
"Kenapa kedatanganmu jadi banyak pertanyaan ma?Bukankah mama harusnya menunjukkan sikap ramahmu sebagai mertua ma.Dan sebagai tamu..bukan pemilik rumah ini.."ujar Yudha.
"Aku tidak suka basa basi..Karna aku ingin mengajarkan Meena bagaimana caranya menjadi istri yang berguna untukmu." jawab Siska dengan entengnya.
Meena langsung mengernyitkan pandangannya.
Berguna?? Memangnya dia pikir aku sudah menyusahkan anaknya??Benar-benar mertua menyebalkan.. gerutu Meena lagi dalam hatinya.
"Ucapan ibu ternyata tajam juga,aku malas meladenimu bu." sahut Meena yang langsung menentang siska sang ibu mertua dengan nada ketus.
Meena pun langsung menghentikan memasaknya.Dan berjalan kearah kamarnya.Tapi justru diikuti oleh Siska sang ibu mertua.Karna tidak terima dengan sikap Meena yang berani menentang perkataannya.
__ADS_1