
Selesai menemani Meena makan ,Yudha pun keluar kamar.Dengan berniat akan makan malam bersama sang ibu.
Saat makan malam,Yudha terlihat lahap menyantap masakan Siska ibunya.Membuat Siska sedikit merasa heran dengan Yudha.Terlebih Yudha juga menghabiskan seluruh masakannya tanpa tersisa sedikit pun .Berbeda dengan sebelumnya,yang selalu ada sisa jika Yudha selesai makan malam
"Tumben,semua makanan ini kau habiskan tanpa sisa??kemarin kau selalu tidak habis dan menyisakan makanan mama."tanya Siska yang heran.
"Kalau tidak kuhabiskan,mama pasti akan memberikan sisa makanan ini pada Meena bukan??" jawab Yudha yang langsung menyindir ibunya.
Siska pun terkejut dengan sindiran Yudha yang langsung mengarah padanya.
"Kenapa kau bilang gitu Yudha??Mama tidak pernah memberi makanan sisa pada Meena..Justru mama memberikan dia makanan yang bergizi.. Meena pasti sudah mengadu yang tidak-tidak tentang mama kan??" ujar Siska yang dengan cepat membela dirinya.
Sesaat Yudha mengeluarkan ponselnya dan menunjukan foto masakannya yang di foto kan oleh Meena sebelumnya.
"Justru Meena tidak berkata apa pun tentangmu..Dia hanya merasa heran dengan masakanmu..Aku tidak akan menuduhmu jika tidak ada buktinya ma.. Jadi mama tidak bisa mengelak dengan bukti itu. " sahut Yudha dengan nada serius.
Seketika membuat Siska terdiam.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka mama bisa tega memberikan Meena makanan yang tidak bergizi..padahal mama tahu kalau Meena sedang sakit.. dan dia tidak mencoba untuk memanjakan dirinya denganmu.. tapi apakah mama tidak sedikit pun memiliki hati nurani untuk Meena??bukan keinginannya untuk sakit.. Dan ia pasti juga terpaksa harus merepotkanmu,jika melihat kondisinya memang lemah.." ucap Yudha lagi.
Siska masih diam dan belum menanggapi sedikit pun perkataan Yudha
"Melihat mu masih saja terus seperti ini..Memperlakukan menantumu tanpa rasa empati dan ego yang tinggi.. jangan salahkan menantumu jika nantinya dia akan membalasmu..karna pada dasarnya,perlakuan menantumu adalah cerminanmu yang terpancar dari dirimu sendiri.. yang sebelumnya kau lakukan padanya.. " ucap Yudha memberi nasehat dan mengingatkan pada ibunya.
Siska pun seakan tak berkutik dengan semua ucapan Yudha.Karna apa pun yang ia lakukan pada Meena.Selalu saja ia menerima balasan yang setimpal yang dilakukan Meena padanya.
...****************...
Beberapa hari berlalu,Meena pun kembali sehat dan terlihat bersemangat.
Siska yang sedang sakit flu,hanya menghabiskan waktunya berbaring diatas kasur.
Karna merasa haus,Siska pun mencoba membangunkan dirinya dan memanggil Meena.
"Meena..Meena.." panggil Siska pada Meena.
__ADS_1
Tapi Meena justru tidak menjawab arau menghampirinya.
"Kemana anak itu??Meena..Meena.."Panggil Siska lagi yang berusaha memanggilnya dengan nada tinggi .
Tak berapa lama Meena pun datang menghampiri Siska.
"Ibu memanggilku?Ada apa??"tanya Meena.
"Kenapa kau lama sekali??Apa kau tidak dengar aku memanggilmu??aku haus..aku ingin minum." tanya Siska dan menyuruh Meena.
"Maaf bu,telinga ku tidak begitu dengar suaramu memanggilku..Mungkin karna suara tv yang cukup keras..jadi aku tidak dengar suara ibu."jawab Meena menjelaskan.
Seketika membuat Meena terheran dengan kata-kata Meena.Yang sebelumnya pernah ia katakan pada Meena saat Meena sedang sakit.
"Ya sudah..Ambilkan aku air.,Aku ingin minum." ujar Siska menyuruh Meena untuk mengambil air.
Meena pun langsung bergegas mengambil air minum dan diberikannya pada Siska.
__ADS_1
Siska langsung meneguk air minumnya hingga habis.
"Setelah ini tolong belikan aku jeruk..Mulutku terasa pahit..Aku ingin makan yang asem." ujar Siska kembali memberi perintah pada Meena .