Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 29 - Harus Seijinku


__ADS_3

"Tidak .. untuk apa aku harus meminta ijin dulu padamu??inikan rumah anakku.." jawab Siska dengan nada sombongnya.


"Ibu,bukankah sebelumnya Yudha sudah menegaskan.. bahwa dirumah ini yang menjadi tuan rumah adalah aku..Aku yang berhak mengatur dan melakukan apa pun untuk rumah ini.. jadi apa pun yang ingin ibu lakukan dirumah ini,harus seijinku..Dan bahkan jika memang ibu ingin tinggal disini juga atas seijinku..Kalau ibu masih ingin dihargai dan dihormati,tolong bersikap lah layaknya orang tua yang baik dan benar..Karna aku akan menghargai dan menghormatimu kalau kau bisa menunjukkan sikapmu yang baik.." ucap Meena dengan tegas.Meena pun langsung merebut pakaian dari tangan Siska dengan paksa.Dan meletakkannya kembali kedalam kamar.


"Ibu ikut aku." ujar Meena langsung menarik tangan Siska untuk keluar dari kamar pribadinya.


"Hei..Kau mau bawa aku kemana??" tanya Siska yang menarik tangannya.Tapi Meena justru tidak menjawab dan tetap menarik tangan Siska menuju sebuah kamar.


"Ibu pakai kamar ini..Kamar ini juga tidak jauh beda dengan kamar kami.. jangan coba lagi ibu masuk kedalam kamar itu tanpa seijinku..Ibu harus aturan dan etika dirumah ini.." ucap Meena langsung meninggalkan Siska begitu saja.


Siska hanya bisa menatap sengit pada Meena.Yang seketika membuat dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.


Perempuan tengil..Beraninya dia memperlakukanku seperti ini..Kita lihat saja bagaimana dengan tanggapan Yudha mengetahui sikapmu seperti ini.. gerutu Siska yang kesal.

__ADS_1


Sepanjang hari,Meena kembali menahan rasa sabarnya.Saat melihat tingkah laku ibu mertuanya yang bersikap seolah tuan rumah.


Baru saja ia menyelesaikan pekerjaan di dapur,kini ia harus melihat pemandangan yang tidak mengenakan diruang tamu.Ketika sang ibu mertua tengah menonton tv sambil menikmati cemilan yang membuat seluruh meja berantakan.


Meena hanya bisa menghela nafas dengan penuh kesabaran.


"Ibu,tolong sisa makanan diatas meja dibereskan.. karna Yudha sebentar lagi akan pulang." ujar Meena yang berani memberi perintah pada Siska.


"Apa?? kau berani memerintahku??" tanya Siska sambil menunjuk dirinya.


"Aku tidak memerintah ibu,hanya minta tolong bereskan.. dan lagi pula itu sisa makanan yang ibu makan.. tidak ada salahnya jika ibu bersihkan.. karna sebelum ibu makan disitu,keadaan meja itu masih terlihat rapi dan bersih.. dan aku tidak mau,jika Yudha melihat keadaan meja itu kotor.." jawab Meena dengan tegas dan langsung pergi.


Siska pun langsung melirik sinis.Dengan terpaksa Siska pun membereskan sampah bekas cemilannya.

__ADS_1


Setengah jam kemudian,Meena kembali melihat pemandangan yang membuatnya kesal.


''Bu.. kenapa ibu pakai baskom itu untuk rendam kaki??" tegur Meena yang kesal.


"Memangnya kenapa??Ini cuma baskom,apa salahnya?" tanya Siska yang merasa santai menanggapinya.


"Tapi itu baskom untuk uap wajahku.. kalau ibu memang ingin rendam kaki,harusnya tanya dulu padaku..Aku bisa menyiapkan ember kecil untukmu." jelas Meena yang masih protes.


Sebab Siska ternyata memakai baskom kesayangannya untuk merendam kakinya dengan air hangat.


"Kau kan bisa beli lagi,kenapa begitu saja harus diributi?? ini ku kembalikan padamu.." jawab Siska langsung menyodorkan baskom tersebut pada Meena.Dan meninggalkan Meena begitu saja,tanpa merasa bersalah sedikit pun.


Erggghh.. Lama-lama aku bisa gila menghadapi mertua yang seperti dia.. gerutu Meena dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2