
Besoknya..
Saat semua sedang sarapan,Meena pun keluar dari kamarnya dengan wajah yang datar.Sesaat Nisa sang ibu menoleh kearahnya.
"Meena..Sebenarnya apa yang terjadi denganmu semalam??Kenapa kamu bilang korban pelecehan?" tanya Nisa yang masih penasaran.
"Lelaki yang mama ingin jodohkan padaku,dia laki-laki mesum..Jadi mama jangan melakukan kencan buta yang justru menjebakku jadi korban pelecehan."Jawab Meena menjelaskan dengan tegas.
"Hah??Masa sih??Mama tidak percaya kalau anak teman mama seperti itu.Karna orang tuanya sangat membanggakan anaknya."Ujar Nisa tidak langsung percaya.
"Itu terserah mama.. aku tidak mungkin mengatakan hal omong kosong hanya karna menolak kencan buta itu.."Jawab Meena datar
"Memangnya ada yang berani bertingkah kurang ajar sama macan?"Sahut Adit dengan entengnya sambil menikmati sarapannya .
Seketika membuat Meena melirik tajam dan langsung menginjak kaki Adit dengan kuat.
Bugh..
"Arrghh..!!!" teriak Adit sekencangnya karna meringis kesakitan
"Adit..!! ada apa??kenapa kau selalu berteriak setiap dimeja makan??"Tegur Nisa sang ibu
"Dia ma..Dia menginjak kakiku.." ujar Adit mengadu pada Nisa.
__ADS_1
"Aku tidak akan menginjak kakimu kalau mulutmu tidak usil."Sahut Meena sembari menikmati sarapannya .
Adit pun langsung melirik sinis.
"Pantas saja tidak ada satu pun laki laki yang mau padamu..Singa garang mana bisa didekati.."Sindir Adit langsung kabur berangkat kerja.
"Kau..-" seru Meena yang tak sempat mengejar Adit yang sudah menghilang dari pandangannya.
"Sudah..Jangan didengar apa pun yang dikatakan Adit..Kalau begitu,mama tidak akan memaksamu lagi untuk mengikuti kencan buta ..Mama serahkan semua siapa pun pilihanmu..Tapi mama masih berharap,kamu bisa secepatnya menemukan jodohmu dan segera menikah."Ucap Nisa panjang
Meena pun memilih diam dan tak menanggapi ucapan Nisa ibunya.
...****************...
Saat Tony dan para teman teman seperjuangannya,seperti biasa makan siang bersama.Tapi sesaat Ethan memperhatikan sebagian wajah Tony yang sedikit memar.
"Kenapa dengan wajahmu??Kau habis berkelahi dengan siapa??"Tanya Ethan penasaran
Tony pun langsung memegangi wajahnya.
"Tidak apa apa..Cuma terbentur tembok."Jawab Tony berbohong karna tidak mau semua teman temannya tahu tentang kejadian semalam.
"Terbentur tembok kenapa bisa memar begitu??Kau yakin ?" tanya Ethan lagi meragukan jawaban Tony.
__ADS_1
"Ya memang terbentur tembok,memangnya kau pikir apa?" tanya balik Tony sedikit sewot
"Bukan karna kau menerima pukulan dari wanita yang mengikuti kencan butamu??"Sahut salah satu teman Tony,yang semalam sempat melihat kejadian yang dialami Tony.
Sontak membuat Tony pun terkejut dan gugup.
"Ka..Kau tahu darimana??" tanya Tony yang gugup
Sementara teman Tony yang juga pernah bertemu dengan Meena di bioskop hanya tersenyum tak menjawab.
Teman teman Tony yang lain pun menjadi bingung dan penasaran.
"Apa benar itu Ton??Kau dihajar seorang wanita??Bagaimana bisa??"Sahut Ethan lagi jadi makin penasaran.
Tony pun hanya menunduk malu.
"Jawab Ton..Kenapa diam??Benar apa tidak??"Sahut Darren yang ikut penasaran.
"Iya..Iya..Benar kata dia..wajah ku seperti ini karna menerima pukulan dari wanita gila itu.. wanita yang kena gangguan jiwa..Kalian puas??.Brengsek.."Jawab Tony yang akhirnya menjawab dengan jujur dan sewot,karna desakan Ethan dan Darren.
"What??Kau dihajar sama wanita??Apa aku tidak salah dengar?? hahaha.. bisa-bisanya kau dipukul sama wanita.."Ujar Darren langsung tertawa dan meledak.
Tony pun hanya bisa terdiam malu dan melirik sinis kearah teman yang sudah membongkar rahasia yang seharusnya ia tutupi dari teman temannya.
__ADS_1