
Setelah selesai bicara Yudha pun menutup panggilannya.Meena yang dari tadi memperhatikan Yudha,bergegas kembali ketempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Yudha yang baru memasuki kamar,terlihat heran melihat pergerakan sedikit saat Meena tertidur.
Keesokan harinya..
Meena tengah menuangkan susu kotak kedalam gelas.Yudha yang baru keluar kamar,dengan cepat menghampiri Meena.
"Kau kenapa??Apa kau sedang melamun??" tanya Yudha yang langsung merebut susu kotak dari tangan Meena dengan cepat.Sebab Meena menuangkan susu tersebut hingga tumpah kemeja.
Meena pun langsung tersadar dan menoleh kearah Yudha dengan wajah datarnya.
"Tidak apa-apa." jawab Meena datar.
"Oh ya,nanti malam mungkin aku akan lembur karna aku ada pertemuan..Kau tidak usah menunggu ku pulang." sahut Yudha memberitahu Meena.
Seketika Meena terkejut.
"Dengan siapa??" tanya Meena yang penasaran.
"Dengan klienku." jawab Yudha singkat.
"Perempuan kan??" tanya Meena yang langsung menebak dengan curiga.
Yudha hanya menatap heran.
"Kalau kau penasaran,kau ikut saja bersamaku..tidak usah menungguku pulang." usul Yudha pada Meena sambil memeluknya dari belakang.
Dan beberapa saat Meena mencium bau parfum yang dipakai Yudha.
Dia bahkan memakai parfum.. yang tidak biasanya dia pakai parfum.. ujar Meena dalam hati.
__ADS_1
Meena pun langsung melepaskan tangan Yudha dari pinggangnya.
"Aku tidak mau..Kalau aku ikut,aku cuma akan menghalangi niatmu sebenarnya." ujar Meena langsung pergi dengan perasaan kesalnya.
Yudha hanya menatap bingung dengan sikap Meena yang tidak biasanya.
*
*
Meena diam-diam membututi Yudha kesebuah tempat.Yang ternyata Yudha tidak pergi kekantor,tapi justru masih di satu gedung dengan apartemennya.
Meena menunggu Yudha dari balik lift,karna Yudha memasuki sebuah unit yang asing baginya.Sesekali ia mengendap dan mengintip dari balik lift.
Meena menutupi wajahnya dengan masker agar tidak ketahuan.Cukup lama ia menunggu akhirnya ia melihat Yudha keluar dari satu unit bersama seorang lelaki yang merangkul dari bahunya.
"Proyek ini bagaimana??Bilang tidak pergi,kenapa kau tidak pergi??" tanya tekan Yudha.
"Padahal ini kesempatanmu untuk proyek itu jika kau kau ikut.."sahut temannya lagi.
"Bukan aku tidak mau..Tapi akhir-akhir ini sikap istri sedikit berbeda..Dia sedikit sensitif ..Kupikir dia membutuhkanku untuk menemaninya.." jawab Yudha menjelaskan.
Meena yang masih berdiri dari balik Lift,hanya mencoba mendengarkan percakapan Yudha dengan temannya.
Rupanya dia bertemu dengan klien pria..Aku sudah salah sangka..Batin Meena yang merasa bersalah.
"Baik lah,kalau begitu aku pergi.. Sampai jumpa." ujar temannya langsung pergi
Yudha hanya mengangguk.Dan ia pun berniat akan menaiki lift.Tapi tiba-tiba seorang wanita datang menghampirinya.Meena yang melihat dari balik Lift hanya menatap kesal tanpa Yudha tahu.
"Pak Yudha mau pulang?" sahut seorang wanita menghampiri Yudha.
__ADS_1
Yudha pun langsung menoleh kearah wanita tersebut.
"Ah..iya,kau juga mu pulang?" tanya Yudha balik.
"Iya.. Bau parfum pak Yudha wangi sekali.. parfum apa yang bapak pakai?wanginya sangat ringan?" tanya wanita tersebut yang sesaat mencium aroma wangi di pakaian Yudha.
Meena hanya menatap sinis dengan percakapan Yudha dengan wanita lain.
"Oh.. ini hanya pewangi pakaian yang dibelikan istriku..Kalau kau mau,nanti akan ku minta linknya pada istriku." jawab Yudha menjelaskan.
"Benarkah??Aku juga mau membelikannya untuk suamiku..karna pewangi pakaian ku tidak sewangi yang bapak pakai." sahut wanita itu.
Meena yang mendengar langsung terkejut dan merasa bersalah.Sebab ia baru ingat jika belum lama ini dia baru saja membeli pewangi pakaian yang aroma wanginya sama yang dipakai Yudha.
Kenapa aku bisa lupa,kalau wanginya sama dengan pewangi pakaian yang kubeli.. gerutu Meena .
"Istri bapak ternyata memiliki selera yang bagus." puji wanita itu.
Yudha hanya tersenyum dan tanpa sengaja melihat Meena yang bersembunyi dibalik Lift.
Yudha pun langsung menghampiri Meena.
"Sayang..Apa yang kau lakukan disini??"tanya Yudha.
Meena pun seketika kembali terkejut dan tersenyum kaku dan salah tingkah.
"Oh.. itu,aku baru saja akan keluar beli cemilan..Kalau begitu aku keluar dulu." jawab Meena berbohong dan mencoba untuk pergi .
Namun Yudha langsung menahan kedua bahu Meena sambil tersenyum.
"Aku tahu kau kesini karna kau mencurigaiku..Ayo kita pulang."sahut Yudha mengajak Meena untuk pulang.
__ADS_1
"Maaf ya,aku tidak mempercayai mu.." ujar Meena yang tersenyum malu.
"Aku sangat mengerti sifatmu." jawab Yudha mengusap rambut Meena dengan manja.