
"Kak Yudha sungguh perhatian sekali dengan kakak ipar..Tipe suami yang melindungi istri ." puji Arini yang sesaat menyibak rambutnya kesamping.Seolah ingin menunjukkan jenjang lehernya kearah Yudha.
Yudha kembali melirik datar kearah Arini.
"Bajumu hari ini sangat bagus.." Puji Yudha melirik kearah baju Arini.Dan tiba-tiba membuat Arini merasa terharu.Arini langsung tersenyum tersipu malu sambil melirik kearah bajunya.
"Tapi sayangnya tidak cocok untukmu." sambut Yudha yang justru menyindir Arini.
Seketika membuat Arini menatap datar kearah Yudha.
"Bajumu terlihat menutupi kejelekkan punggungmu yang berjerawat banyak..Lebih baik tidak memakai baju yang terlihat punggung belakangnya.." sahut Yudha yang langsung menyinggung punggung Arini.
Arini pun langsung panik dan menutupi punggungnya dengan tangan.Ia begitu malu dan bangkit untuk menjauh dari Yudha.Karna merasa Yudha sudah mempermalukan dirinya.
"Hari ini aku mengajak istriku kesini karna memang ingin mengenalkan pada kalian semua.. pernikahan kami begitu singkat..Tidak ada saling mengenal lebih dulu,tidak ada menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih..Karna bagiju dia adalah cinta pertamaku dan terakhirku.. Yang akan ku cintai seumur hidupku.." ungkap Yudha sambil merangkul bahu Meena sambil menatapnya.
__ADS_1
"Tidak peduli berapa banyak orang yang berusaha mengusik kami,bahkan badai sekali pun yang menerpa kami..Aku akan tetal mencintainya dan tidak akan berpaling sedikit pun dengan wanita lain.." sambung Yudha sesaat melirik kearah Arini.
Sebab ia tahu,jika Arini terus berusaha menarik perhatiannya dengan sengaja melakukannya didepan Meena.
Arini yang mengerti dengan lirikan Yudha kearahnya dan kata-kata yang menyindir dirinya.Hanya bisa diam dan mendengus kesal.Sementara rekan-rekan kerjanya yang lain juga hanya diam mendengarkan semua ucapan Yudha.
"Kami masih ada urusan..Kami pergi dulu..Ayo sayang." sahut Yudha beranjak bangkit sembari mengajak Meena untuk meninggalkan restoran.
Karna Yudha sudah jengah melihat sikap Arini dan rekan kerjanya yang mengusik Meena.
Saat keluar dari restoran,Meena menghentikan langkahnya.
"Kau ini bagaimana..Tujuanku sengaja mengajakmu kesini justru ingin menunjukkan pada mereka,kalau kau adalah yang berkuasa untukku..Termasuk wanita itu juga..Memang aku sangat merasa risih dengan sikap wanita itu,tapi aku juga tidak bisa menghindar karna kita 1 kantor..Tapi dengan aku mengatakan hal itu,setidaknya bisa membuatnya untuk berhenti mendekati ku.."jawab Yudha menjelaskan.
"Oh.. begitu,pantas saja gerak geriknya tidak wajar." ujar Meena yang langsung paham.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun pulang kerumah.
*******
Beberapa hari kemudian..
Meena yang akan mulai mencuci pakaian dimesin cuci.Satu persatu ia mulai memasukkan pakaian dalam mesin cucinya.Tapi sesaat ia terhenti saat melihat pakaian Yudha.Membuat Meena memperhatikan pakaian Yudha dengan sangat serius dan curiga. Bagaimana tidak,jika dipakaian Yudha tertinggal helaian rambut yang pendek.Yang ia merasa tidak memiliki rambut pendek.
Ada apa ini??kenapa di pakaian Yudha bisa ada rambut??bahkan pendek..padahal rambutku tidak pendek.. gumam Meena yang merasa penasaran tapi juga curiga.
Malam harinya,saat ia dan Yudha tengah tertidur.Tiba-tiba terdengar nada dering ponsel Yudha yang bunyi.Menandakan jika ponsel Yudah sedang panggilan masuk.
Yudha pun langsung terbangun dan beranjak keluar.Meena yang ikut terbangun langsung menoleh kebelakang.Dan tidak menemukan Yudha disampingnya.Meena yang mulai curiga kembali beranjak bangun dan mengintip Yudha sedang berbicara lewat panggilan teleponnya.
"Haah.. iya..Aku mengerti..besok aku akan siapkan materinya.." sahut Yudha berbicara pada seseorang melalui panggilannya.
__ADS_1
Meena menatap penuh curiga sambil mengernyitkan pandangannya.
Siapa yang berani telepon Yudha jam segini?Dan kenapa Yudha harus menelponnya diluar??Bahkan seperti orang yang diam-diam agar tidak ketahuan..Apa yang sudah kau sembunyikan dariku ??Ujar Meena dalam hatinya yang terus merasa curiga pada Yudha.