Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 45 - Tujuan Lain


__ADS_3

Menjelang sore harinya,Meena yang baru saja pulang dari interview dari sebuah kantor yang akan melamar kerja disana.Tanpa sengaja melihat ibu mertuanya sedang mengobrol dengan seorang ibu yang juga tetangga disebelahnya.


Meena yang penasaran mencoba mengawasi dan mendengarkan percakapan mereka.


"Jadi menantumu sudah mulai akan bekerja??"tanya ibu tersebut yang sebelumnya Siska sudah bercerita padanya.


"Tentu saja..Sekali saja aku menasehatinya,dia langsung menurut kata-kata ku." jawab Siska dengan bangganya.


"Wah.. Ternyata menantumu orang yang penurut juga.. tapi kenapa kau menyuruhnya bekerja??bukankah anakmu sudah memiliki pekerjaan yang mapan??" tanya ibu itu yang penasaran.


"Supaya dia tidak menghabiskan waktunya hanya dirumahnya untuk bersantai dan tidak memiliki waktu untuk menghabiskan uang anakku..Karna anakku sudah terlalu memanjakan istrinya sejak menikah." jawab Siska dengan jelas.


Meena yang mendengar jawaban Siska,langsung mengepalkan kedua tangannya dan menahan rasa kesalnya karna ucapan ibu mertuanya.


Jadi kau masih saja menganggapku sebagai menantu tidak berguna.. batin Meena yang kesal.


Meena pun langsung pergi meninggalkan ibu mertuanya.


"Apa kau tahu,sebenarnya ada alasan lain juga kenapa aku menyuruhnya bekerja." ujar Siska.


"Kenapa??" tanya ibu tersebut.


"Kemarin aku sempat melihat dia membeli barang mahal.. tapi aku tidak tahu apa yang dia beli.. jadi aku menyuruhnya untuk bekerja,supaya dia tidak selalu menghabiskan uang anakku." jelas Siska.


"Woah.. ternyata kau pintar juga,mendidik menantumu begitu keras." puji ibu tersebut pada Siska.


"Tentu saja,kita sebagai ibu mertua memang harus mendidik keras menantu agar dia tidak bertindak semaunya pada kita." jawab Siska sedikit membanggakan dirinya.

__ADS_1


Malam harinya..


Siska menghampiri Meena yang sedang menonton tv sendirian.


"Meena,bagaimana interview mu hari ini??apakah kau diterima bekerja dikantor??" tanya Siska ingin tahu.


"Diterima ,bahkan aku diposisikan dibagian sekretaris CEO." jawab Meena dengan datar tanpa menoleh kearah Siska.


Siska pun langsung tersenyum lebar dengan jawaban Meena.Menganggap taktiknya berhasil dan bisa sekaligus memanfaatkan Meena setelah bekerja.


"Oh.. bagus lah,kapan kau akan mulai bekerja?" tanya Siska lagi.


"Besok sudah bisa masuk kerja." jawab Meena masih datar.


"Benarkah?? itu sangat bagus,artinya kau bisa membantu keuangan Yudha..Dan kau benar-benar istri yang berguna untuk Yudha." ujar Siska memuji Meena.


"Tapi sayangnya aku sudah menolak untuk bekerja disana.."jawab Meena.


"Apa??kenapa kau menolaknya??apa yang kau pikirkan Meena??"tanya Siska yang terkejut dengan jawaban Meena.


"Ibu mau tahu apa yang kupikirkan??Aku berpikir ternyata aku begitu bodoh,karna harus menuruti kemauan mu untuk bekerja..Yang sebenarnya kau memiliki tujuan lain bu.." jawab Meena dengan tegas.


Siska pun menatap Meena dengan kesal.


"Awalnya rencana aku memang sudah mau bekerja,tapi lagi-lagi aku berpikir,aku begitu berusaha tapi tujuannya apa??kalau ternyata usahaku pun tidak akan sama sekali dihargai atau dipandang olehmu.. lebih baik aku bersantai dirumah,nonton film dan tidur.." ucap Meena lagi.


"Kau..-" seru Siska yang tak bisa berkata.

__ADS_1


"Dulu aku yang tidak mengerti,selalu mencoba menebak apa yang orang pikirkan.. berpikir demi orang lain kemudian baru menyadari.. Tidak peduli aku hidup seperti apa,pasti akan ada orang yang berbicara buruk."


"Aku mengurus anakmu ,kau bilang aku tidak punya pekerjaan..Aku punya pekerjaan,kau pasti akan bilang aku tidak mengurus anakmu ..Seumur hidup kau pasti akan selalu begitu bu..Kedepannya siapa yang baik padaku,aku akan baik..Siapa yang harus disakiti,ya sakiti saja." timpal Meena lagi dan langsung ke kamarnya.


"Kau ini..-" seru Siska yang kembali tidak bisa berkutik dengan semua ucapan Meena.


Meena pun tidak peduli lagi dengan tanggapan ibu mertuanya.Sebab apa pun yang dilakukannya ,demi menunjukkan dirinya sebagai menantu yang baik.Tetal saja bagi Siska tidak akan menganggap dirinya sebagai menanti yang baik untuknya.


"Sikap macam apa itu??Dirumah hanya menghabiskan uang untuk beli barang tidak berguna,disuruh bekerja malah merasa teraniaya.." gerutu Siska yang jadi kesal dengan sikap Meena.


Tak berapa lama Yudha pun menghampiri Siska.Dan memberikan sebuah bingkisan pada Siska.


Membuat Siska sesaat bingung.


"Ini apa??" tanya Siska sembari memperhatikan bingkisan tersebut.


"Awalnya Meena ingin memberimu kejutan,tapi mama lihat sendiri saja.." jawab Yudha datar dan langsung meninggalkan ibunya.


Sebab Yudha pun sudah malas melihat sikap ibunya.Karna ia bisa sudah menebak dengan taktik Siska sebelumnya.Hingga membuat Meena tidak berminat lagi untuk bekerja.


Siska pun membuka bingkisan tersebut yang berisikan minuman herbal untuk kesehatannya.Dan sesaat melihat sebuah kartu yang bertuliskan untuknya.


*Selamat hari ulang tahun bu..ku harap hadiah ini bermanfaat untukmu.. Dan ibu menyukainya..


Meena*.


Seketika membuat Siska merasa malu.Karna tak mengira jika apa yang ia lihat sebelumnya pada Meena.Ternyata adalah untuk dirinya saat berulang tahun.

__ADS_1


__ADS_2