Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 17 - Mengatakan Sesuatu


__ADS_3

Sebelum Yudha menjawab pertanyaan Meena yang selalu sewot,tiba tiba kesana mereka pun datang.


"Baik..Karna makanan kita sudah datang,ini saatnya aku akan tunjukkan wajahku." ujar Yudha yang perlahan membuka masker hitam dari wajahnya yang selama ini sembunyikan dari Meena.


Dan saat membuka masker tersebut dari wajahnya.Kini terlihat jelas wajah Yudha tepat dihadapan Meena.


Meena yang sebelumnya sudah bersikap sewot dan kesal,yang bahkan sudah malas melihat Yudha.Seketika berubah menjadi tatapan yang tercengang.Ia begitu syok saat melihat wajah Yudha yang ternyata begitu sangat tampan,dan bahkan diluar dugaannya.


Apa??Apa aku tidak salah lihat??Benarkah wajahnya setampan itu??Bahkan lebih tampan dari Mi- Yoongiku.. Jadi seperti ini seperti ini wajah aslinya?? batin Meena yang masih tak percaya saat melihat wajah tampan Yudha.


Meena pun seakan tersihir dan bahkan tidak sadar saat terus memandangi wajah tampan Yudha.


"Hei.. Kenapa kau melamun??Apa wajahku mengganggumu??Aku akan menutupnya lagi dengan masker ini."Tanya Yudha sembari mengambil masker hitamnya.Yang sempat ia letakkan diatas meja.


Namun,Meena langsung menahan tangan Yudha.


"Jangan." ujar Meena,sesaat Yudha melihat Meena dengan bingung.


"Kenapa??" Tanya Yudha.


"Ka..Karna ,kau kan mau makan..Tidak mungkin kau makan dengan memakai masker." jawab Meena yang menutupi ucapan sebenarnya.


Ia pun tidak berani mengatakan yang sebenarnya,jika wajah tampan Yudha jangan ditutupi lagi.

__ADS_1


Tidak mungkin aku bilang dia tampan...Dia pasti akan melunjak..Batin Meena sesaat.


Yudha pun tersenyum tipis.


"Kau benar..Ayo kita makan dulu." ujar Yudha mengajak Meena untuk makan.


Meena lagi-lagi merasa tersihir dengan senyuman Yudha.


Gila..Ini benar-benar gila..Masih ada manusia yang wajahnya sesempurna dia..Aku jadi merasa insecure dengan dia..Apa aku sedang bermimpi sekarang..Batin Meena yang masih terus melamun sambil tetap menatap wajah Yudha.


Yudha yang menyadari sedang terus dilihat Meena,langsung menegurnya.


"Kenapa kau terus menatapku??Sepertinya aku benar benar membuatmu tidak nyaman." tanya Yudha.


"Hah??Cubit??" tanya Yudha yang bingung.


"Ya..Ayo cubit pipiku sekarang." Jawab Meena menyuruh Yudha.


"Kau yakin?"Tanya Yudha lagi.


Meena pun sesaat menarik nafas panjangnya.Menahan rasa sabarnya dengan pertanyaan Yudha yang terus diulang.


"Iya..Jadi tolong cubit pipiku sekarang." jawab Meena tetap berusaha bersikap tenang.

__ADS_1


Yudha langsung menuruti permintaan Meena.Mencubit pipi Meena yang cukup keras.


"Akh..Sakit.. apa yang kau lakukan?" sentak Meena yang langsung marah pada Yudha.


"Bukankah kau bilang aku harus mencubitmu??Sudah ku lakukan bukan?" tanya Yudha.


"Iya tapi jangan terlalu kuat juga..Ck.." ujar Meena yang sewot.


Dan sesaat Meena pun tersadar dengan cubitan Yudha.


Tidak..Ini bukan mimpi ternyata..jadi ini benar benar nyata..Laki laki ini memang nyata.. ketampanan dia ternyata benar benar nyata..


Setelah makan bersama Yudha,Yudha kini mengantarkan Meena pulang kerumah.


"Terima kasih sudah mengajakku makan diluar."Sahut Meena yang tiba tiba membuka suara lebih dulu.


Sontak membuat Yudha langsung menoleh kearah Meena.


"Apakah sekarang kau tidak membenciku?"Tanya Yudha tetap fokus mengemudi.


"Aku bukan membencimu ,hanya saja aku tidak suka dengan orang tidak begitu ku kenal,tapi merasa paling akrab denganku."Jawab Meena menjelaskan.


"Baik..Aku cukup mengerti sikapmu.. Dan ada satu hal yang ingin kukatakan padamu." Ujar Yudha yang tiba tiba menghentikan laju mobilnya.

__ADS_1


Membuat Meena sesaat menatap Yudha dengan bingung.


__ADS_2