Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 54 - Reunian


__ADS_3

Meena sesaat ke kamar nya dan keluar kembali dengan membawakan sesuatu.


"Aku ingin ibu tanda tangan disurat ini." ujar Meena sembari menyodorkan surat tersebut pada Siska.


"Surat perjanjian.. sebagai tanda bukti kalau ibu berjanji tidak akan mengusik atau mencampuri rumah tangga kami lagi." jawab Meena menjelaskan.


Siska pun menatap aneh pada surat tersebut.


"Apakah harus pakai surat seperti ini??" tanya Siska.


Meena pun mengangguk.


"Iya bu..Untuk memastikan dan membuktikan kata-kata ibu..Tapi kalau ibu tidak mau juga tidak apa-apa.. aku juga tidak akan memaksa." jawab Meena dengan tetap bersikap santai.


"Ah.. iya-iya.. baik lah..Aku akan menuruti semua keinginan kalian..Asal kalian tidak benaran pindah." jawab Siska yang akhirnya terpaksa menuruti perjanjian yang sudah direncanakan Meena dan Yudha.


Dengan tujuan ingin memberi kembali pelajaran pada Siska.Agar benar-benar berhenti mengusik kehidupan Meena dan rumah tangga mereka.


......................


Seminggu kemudian..


"Sayang..Hari ini aku ada reunian dengan teman SMA ku.. apa aku boleh pergi?" ujar Meena memberitahunya pada Yudha sembari meminta ijin.

__ADS_1


"Oh.. ya sudah,pergi saja..Aku menginjinkanmu." jawab Yudha memberi ijin pada Meena.


Seketika Meena langsung tersenyum senang.


"Tapi apa kau mau ikut??" tanya Meena mencoba mengajak Yudha.


"Aku tidak tahu,karna dikantor sepertinya aku masih banyak kerjaan sayang." jawab Yudha terpaksa menolak ajakan Meena.


Sesaat Meena pun langsung memasang wajah murung.


"Maaf ya..Lain kali aku pasti akan menemanimu..Nanti aku akan menjemputmu." ucap Yudha meminta maaf pada Meena.


Meena pun hanya tersenyum tipis.


Sore harinya..


Meena mulai bersiap-siap akan berangkat.Tapi Siska sang ibu mertua langsung menghampirinya sebelum Meena akan pergi.


"Kau mau pergi kemana?" tanya Siska ingin tahu.


"Ah .Aku ada acara reunian dengan teman SMA ku dulu bu.. Aku sudah minta dengan Yudha." jawab Meena memberitahukan pada ibu mertuanya.


"Oh begitu." ujar Siska singkat.

__ADS_1


"Kalau gitu aku berangkat dulu bu..Dah.." sahut Meena langsung pergi.


Siska hanya memandanginya dengan heran.


"Kalau saja bukan karna perjanjian itu,kau pasti sudah kularang pergi..Istri macam apa yang kerjanya cuma untuk main-main..Dasar istri pemalas.." sindir Siska setelah Meena pergi.


Ia masih saja merasa sinis dengan sikap Meena.Tapi,karna perjanjian yang sudah ia tanda tangani,Siska seolah tak dapat berbuat banyak lagi.Dengan taktik-taktik curangnya yang selalu mempersulit Meena.


...****************...


Tiba diacara Reunian yang hanya makan bersama.Meena disambut oleh temannya bernama Indah.


"Hei.. Meena kesini." panggil Indah yang sejak tadi sudah menunggu kedatangan Meena.


Meena pun langsung tersenyum,dan secara bersamaan dua orang menoleh kearah Meena.Seorang wanita asing dan seorang lelaki yang justru tak asing baginya.


"Oh.. Dia yang bernama Meena..Wanita yang pernah sempat menyukaimu saat jaman SMA kan??" sahut wanita asing tersebut bernama Diana. Yang berbicara pada seorang lelaki bernama Rangga sambil merangkul tangan Rangga.


Dan langsung tertawa kecil,seolah sedang menertawai penampilan Meena yang terkesan biasa saja.


Meena yang merasa tak mengenal Diana hanya menatap bingung.Dan perhatiannya pun justru mengarah pada Rangga.Yang tak mengira akan bertemu dengannya.Dan yang sebenarnya Meena memang pernah menyukai sosok Rangga yang sangat baik dan perhatian.


Namun,ia tak pernah berpikir untuk menjalin hubungan layaknya pacaran.Karna hanya menyukainya sebatas seorang teman.

__ADS_1


__ADS_2