Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 39 - Kedatangan Dela


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlalu,Dela tiba-tiba datang kerumah Yudha dan Meena.Dengan niat ingin melihat keadaan Siska sang ibu.


"Ma..Bagaimana hubunganmu dengan kakak ipar??Apa kalian sudah berdamai?" tanya Dela penasaran.


"Tidak ada kata damai untuk kami,apa lagi kakakmu selalu membelanya.. mama jadi selalu merasa terpojokkan karna mereka." jawab Siska yang protes.


"Jadi,apa mama akan tetap tinggal bersama mereka??sepertinya kak Yudha benar-benar mencintai kakak ipar.. dan kurasa kak Yudha akan lebih berpihak jika kakak ipar punya anak." ujar Dela bertanya.


"Mama akan bertahan terus disini sampai perempuan itu menyerah." jawab Siska dengan tegas.


"Memangnya mama ingin pernikahan kak Yudha berakhir??"tanya Dela lagi.


"Jika pernikahan mereka memang berakhir,artinya mereka tidak jodoh."


"Tapi berakhir jangan karna ulah mama.. pikirkan anakmu yang perempuan ma..Itu bisa berimbas ke nasibku nantinya.. karna mama memiliki niat yang tidak baik sama mereka." ujar Dela menasehati Siska.


Sesaat Siska pun terdiam.


"Lebih baik mama mendidik kakak ipar dengan keras.. agar bisa jadi menantu sesuai aturan mama.. jangan pernah berniat ingin menghancurkan pernikahan mereka.. Itu menurutku sangat kejam ma.." ucap Dela menasehati lagi.


Siska pun memandang Dela.

__ADS_1


Benar juga.. hanya Dela anak perempuanku satu-satunya.. Jangan sampai Dela yang menanggung akibatnya karna ulahku..gumam Siska dalam hatinya .


"Mama selalu bingung,harus mengaturnya dengan cara apa..Kan mama sudah sering cerita padamu.. dia bukan perempuan yang bisa diatur.. dia terlalu berani menantang mama,.." keluh Siska.


"Sebenarnya baru kali ini aku tahu,kalau ada menantu barbar seperti dia ma.. Dan mama menghadapinya sendiri..Kukira,dalam ekspetasiku menantu perempuan itu sosok yang lemah,ternyata memiliki mental baja rupanya.. hehehe.." ujar Dela sedikit bergurau


Siska pun langsung melirik datar kearah Dela.


"Tapi aku punya ide ma." ujar Dela yang langsung membuat Siska menatap penasaran.


Sore harinya,Meena dan Yudha pulang secara bersamaan.Melihat kedatangan Dela,Meena pun menyapanya.


"Belum.." jawab Dela singkat.


"Oh.. kalau begitu aku akan siapkan makanan untukmu." ujar Meena.


"Tapi aku mau ayam geprek..Bisakah kakak ipar yang membelinya??" jawab Dela dan bertanya.


"Oh.. Ayam geprek.. iya akan kupesankan dari go food." jawab Meena.


"Tapi aku mau yang membelinya sendiri.. Karna tempatnya ada diujung jalan dari apartemen itu..Tidak begitu jauh,jadi lebih kakak saja yang belikan..Bisa kan??"Ujar Dela menolak tawaran Meena untuk memesan makanan dari online.

__ADS_1


Mendengar permintaan Dela,Yudha pun langsung menghampiri Dela.


"Memang apa bedanya kalau pesan di go food??bukankah sama saja??apa kau sedang melakukan taktik seperti mama??" sahut Yudha yang langsung menuduh Dela.


Dela pun langsung memasang wajah cemberut.


"Apa salahnya jika Meena membelinya sebentar??lagi pula Dela kan tamu disini,sudah seharusnya Meena melayani adik iparnya.." sahut Siska membela Dela.


"Ma..-" Sentak Yudha.


Meena pun langsung menahan tangan Yudha sambil menatap pejamkan mata.Seolah memberi isyarat untuk biarkan saja.


"Tidak apa -apa,biar aku belikan.. kebetulan aku juga ingin ke minimarket.." ujar Meena berjalan kearah pintu.


"Aku akan menemanimu." kata Yudha mengikuti Meena dari belakang.


Siska dan Dela pun langsung tersenyum puas.Karna berhasil memanfaatkan Meena yang tidak bisa mengelak.


"Makasih ya ma,taktikmu tepat sekali." ujar Dela.


"Harusnya mama yang bilang terima kasih padamu..Kau cerdas juga." jawab Siska sambil memeluk Dela.

__ADS_1


__ADS_2