
Mereka pun menikmati makan mie ramennya dengan perasaan bahagian.
...****************...
Keesokan harinya..
Dengan suasana pagi yang cerah,perlahan Meena membuka matanya.Ia tiba tiba merasakan dirinya sedang berada dalam dekapan hangat Yudha yang kini sudah menjadi suaminya.
Untuk pertama kalinya,ia bangun pagi dengan situasi yang berbeda.Yang biasanya ia selalu dibangunkan oleh Nisa sang ibu.Dan tidak pernah luput dari omelan sang ibu.Kini situasinya sudah berada.Melihat sosok lelaki yang tidak akan pernah berpikir akan menjadi suaminya.Ternyata berada didepan matanya,dengan keadaan yang masih tertidur pulas.
Sesaat Meena memperhatikan wajah Yudha yang masih tertidur.Wajahnya yang begitu tampan dan serius saat tidur,membuat Meena tidak bisa berhenti untuk melihatnya.Meena seakan merasa tersihir dengan wajah Yudha,yang baginya sangat sempurna.
Meena juga merasa sedikit malu,membayangkan malam pertama yang sudah mereka lalui semalam.Ia yang tidak berpengalaman untuk hal itu,begitu juga dengan Yudha.Tapi Yudha justru begitu lembut melakukannya pada Meena.Membuat Meena merasa sangat bahagia.Melakukan hubungan suami istri tapi tidak membuatnya takut.Tapi justru ia menikmati setiap permainan yang dilakukan Yudha padanya.Dan tidak mengira jika Yudha seperti sudah berpengalaman dalam melakukannya.
Sesaat Meena mencoba menyentuh wajah Yudha dengan jarinya.Ia seperti ingin memainkan wajah Yudha dengan jarinya.
__ADS_1
"Selamat pagi sayang." sapa Yudha yang masih dalam keadaan mata tertutup.
Seketika membuat Meena terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya karna merasa malu.
"Kenapa kau membalikkan tubuhmu??Apa aku mengejutkanmu??" tanya Yudha dengan nada ngantuknya sambil mendekap tubuh Meena dari belakang.
"Tidak apa apa." jawab Meena yang langsung salah tingkah.
"Tidak apa apa,tapi kenapa kau membalikkan tubuhmu??Hemm.. Bagaimana tidurmu??apakah nyenyak??" tanya Yudha yang sesaat membangkitkan kepalanya dan menempelkan disisi wajah Meena.
"Baguslah.. Aku juga sangat nyenyak.. karna ternyata kamu sangat hebat semalam." ujar Yudha yang menyinggung permainan mereka semalam.
Meena pun semakin malu dengan ucapan Yudha.Terlebih seluruh tubuhnya langsung merinding,saat ia harus merasakan deruh nafas Yudha yang begitu dekat ditelinganya.
Meena pun mencoba menutup wajahnya dengan selimut.Karna tak bisa menahan rasa malunya didepan Yudha.Walaupun Yudha sudah menjadi suaminya.
__ADS_1
Namun,Yudha justru menarik selimut tersebut,dan mengarahkan wajah Meena kearah wajahnya.Yudha menatap wajah Meena dengan serius.Meena hanya bisa berusaha menahan nafasnya,karna tak sanggup dilihat Yudha yang begitu sangat dekat
Walaupun semalaman mereka sudah saling menyatukan diri dengan permainan mereka semalam.Tetap saja Meena tidak bisa menutupi rasa gugup dan malunya,saat ditatap oleh Yudha.
"Jangan melihatku seperti itu.. kau membuatku malu." ucap Meena yang sesaat memalingkan wajahnya dari pandangan Yudha.
"Tapi aku ingin selalu melihat wajah istriku..Kau sangat cantik,bagaimana bisa jika setiap detik aku harus melewatkan pemandangan seperti ini..Kau sudah menyihir pandangku.." ungkap Yudha.
Seketika membuat Meena tersentuh dan mulai menatap wajah Yudha.
Dan beberapa saat Yudha langsung mendekati wajahnya.Yang tanpa bicara lagi,Yudha langsung mencium bibir Meena dengan sangat lembut.
Meena pun membalasnya dan melingkarkan kedua tangannya ke leher Yudha. karna Meena benar benar sudah menikmati setiap permainan yang diberikan Yudha padanya.
Akhirnya mereka melewati paginya dengan kembali menyatuhkan diri mereka dalam sebuah permainan panas.
__ADS_1