
Keesokan harinya..
Siska kembali mengantarkan makanan untuk Meena.Setelah Siska keluar dari kamarnya,Meena langsung mengabadikan makanan tersebut dalam sebuah foto dan mengirimkannya langsung pada Yudha.
Yudha yang berada dikantor dan sedang sibuk dengan pekerjaannya.Sesaat menghentikan pekerjaan dan melihat isi pesan yang dikirimkan oleh Meena.Yang berisikan sebuah foto yang ia minta sebelumnya.
Seketika membuat Yudha sangat terkejut.Melihat makanan tersebut yang ternyata adalah sisa makanan yang ia makan tadi pagi.
Flashback..
Saat Yudha yang sudah selesai makan bersama sang ibu.Ia pun membantu sang ibu untuk membereskan piring kotornya dan membuang sisa makanan yang masih ada diatas piring.
Siska yang melihat langsung mengambil piring tersebut dari tangan Yudha.
"Jangan dibuang..Makanan ini masih bisa diolah lagi.."Sahut ibunya sembari menyatukan sisa makanan Yudha dengan sisa makanan yang lain.
Yudha pun langsung menatap aneh dan bingung dengan tindakan ibunya.
"Tapi ini kan sudah sisa ma..Dan hanya tinggal sedikit,lebih baik dibuang saja..Dan kau bisa memasaknya lagi dengan menu yang baru.." ujar Yudha melarang sang ibu untuk memakan kembali sisa makanan tersebut.
"Tidak apa-apa.. jika digabungkan akan jadi banyak..Biar mama yang akan memakannya..Dan ini bisa menghemat keuanganmu.." jawab Siska pada Yudha.
__ADS_1
"Tapi rasanya akan jadi tidak enak ma..kita bukan orang tidak sanggup dengan makanan yang baru ma..Jangan memaksakan diri untuk memakannya..Apa lagi dengan alasan berhemat." ujar Yudha mengingatkan Siska ibunya.
"Sudah,biar ini jadi urusan mama,kamu berangkat saja sana..Ini sudah siang.." jawab Siska yang langsung menyuruh Yudha berangkat kekantor.
Setelah mengingat kejadian itu,membuat Yudha mengepalkan kedua tangannya sambil menarik nafas panjangnya.Ia tak menyangka jika ibunya justru memberi Meena istrinya dengan sisa makanan dari kemarin.Yang seharusnya sang ibu memperhatikan makanan Meena yang sedang sakit.
Ia seakan tidak mengerti dengan sikap ibunya yang masih saja tidak sadar.Yang selalu menyulitkan dan menganggap Meena sebagai orang asing dirumahnya.
...****************...
Malamnya saat Yudha pulang,Sang ibu langsung menyambutnya.
Yudha hanya mengangguk dan memasuki kamarnya untuk ganti pakaian.Sebelum ganti baju,ia terlebih dulu menghampiri Meena yang sedang tertidur.
"Sayang.." pangg Yudha dengan nada pelan dan lembut.
Meena pun sesaat terbangun.
"Eh.. sayang sudah pulang." sahut Meena.
"Apa kau sudah makan??"tanya Yudha.
__ADS_1
Meena pun menggelengkan kepalanya.
"Belum,aku menunggumu." jawab Meena.
"Aku membelikan roti dan bubur kesukaanmu..Tapi aku ingin kau memakannya disini saja..Karna ibuku tidak tahu aku membelikannya untukmu." ujar Yudha.
Meena pun langsung mengangguk tersenyum .
"Memangnya kau tidak membelikannya untuk ibu??" tanya Meena .
"Tidak,karna ibu sudah memasak makan malam..Nanti aku akan menemani makan,tapi aku akan lebih dulu menemanimu makan." jawab Meena.
Meena hanya tersenyum pada Yudha.
Akhirnya Yudha menemani Meena makan roti dan bubur kesukaannya dikamar,tanpa sepengetahuan Siska.
Yudha sengaja membelikan roti dan bubur untuk Meena.Karna merasa bersalah pada Meena,sebab mempercayakan sang ibu untuk merawat Meena.Yang ternyata sang ibu tetap saja tidak peduli dengan Meena.Walaupun keadaan Meena yang sedang sakit sekali pun.
Ia pikir,dengan Meena memberikan hadiah ulang tahun untuknya,bisa melunakkan hati sang ibu dan dapat menerima Meena sebagai menantunya.
Tapi ternyata tidak sesuai harapannya,yang tetap saja membuat sang ibu merasa memiliki ego yang sangat tinggi.
__ADS_1