Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 43 - Penyesalan Pegawai Sepatu


__ADS_3

"Tadi setelah dari supermarket,istrimu sempat mampir ketoko sepatu.. Dia kesal karna pegawai toko itu meremehkan penampilan istrimu.. penampilan istrimu sangat tidak berkelas,memasuki toko sepatu mewah tapi penampilannya justru terlihat seperti gelandangan.. Sangat tidak bisa memperhatikan penampilan.'' jawab Siska menjelaskan sekaligus menyindir Meena.


Yudha pun langsung menghela nafas panjangnya.


''Kenapa mama bisa menilai penampilan Meena seperti itu?" tanya Yudha sengaja menguji Siska


"Memang kenyataannya seperti itu kan??kau bisa lihat kan??cara berpakaiannya yang hanya selalu pakai kaos dan celana.. Tidak pernah memperhatikan penampilan supaya terlihat menarik.. Tidak salah jika pegawai itu memandang remeh penampilan istrimu..Artinya istrimu sangat ceroboh dan malas berpenampilan menarik.. Dia masih kalah dengan Dela adikmu..'' ujar Siska yang begitu bersemangat mengolok Meena tanpa sepengetahuan Meena.


"Sepertinya mama dengan pegawai itu sama.'' ujar Yudha yang mulai membalas ucapan ibunya


Membuat Siska sesaat menatap bingung.


"Hanya menilai seseorang dari penampilan tapi tidak tahu seperti apa orang itu sebenarnya.. Mama harus tahu,Meena bukan orang malas dan ceroboh.. Dia justru yang sangat memperhatikan penampilannya dan tahu menempatkan dirinya saat berpenampilan.. Sebelum mama menilai Meena sebagai istri yang malas dan ceroboh coba mama lihat lagi situasi dirumah ini,dimana letaknya dia malas dan ceroboh??"


Sesaat Siska terdiam.


"Dia adalah istri yang sangat teliti dan rajin.. Selalu memperhatikan sesuatu yang akan ia kerjakan.. Bahkan dari hal yang kecil pun..Sebelum mama menilai Meena sesuai pandangan mama,coba pandang diri mama,apakah mama bisa disamakan dengan Meena?? Kurasa tidak,karna mama lah yang sebenarnya wanita yang malas dan ceroboh saat ini." ujar Yudha yang seketika membalikkan semua perkataan Siska yang memandang rendah Meena.


Yudha pun langsung menemui Meena yang sedang beristirahat.


"Sayang..Ayo kita pergi." ujar Yudha sembari menarik tangan Meena untuk bangun.

__ADS_1


"Kemana??" tanya Meena yang bingung.


"Ketoko sepatu yang kau inginkan tadi." jawab Yudha mengajak Meena untuk kembali ketoko sepatu yang Meena datangi sebelumnya.


Siska hanya bisa mendengus kesal dengan tindakan Yudha.Yang kembali memihak Meena tanpa sedikit pun membela dirinya sebagai ibu.


Sesampainya ditoko sepatu itu,mereka pun disambut kembali oleh wanita pegawai yang sempat melayani Meena sebelumnya.


"Selamat datang pak." sapa pegawai tersebut pada Yudha.Dan sesaat menatap heran dengan Meena yang datang bersama Yudha.


"Keluarkan semua koleksi terbaru kalian..Dan layani istriku untuk mencobanya." ujar Yudha menyuruh pegawai itu melayani Meena.


Meena pun seketika bersemangat mencoba setiap sepatu yang ditunjukkan oleh pegawai tersebut.


Hingga akhirnya,Yudha memanggil salah satu pegawai lain untuk menghampiri mereka.Membuat pegawai wanita yang melayani Meena pun sedikit bingung dan heran.


Pegawai lain yang dipanggil Yudha dengan cepat menghampiri Yudha.


"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya pegawai wanita lain.


Yudha pun mengambil sepatu pilihan Meena sebelumnya yang belum sempat ia coba.Karna Meena sudah menunjukkannya pada Yudha sebelumnya.Tapi dengan sengaja tidak langsung ingin mencoba dulu

__ADS_1


"Berapa nomor kakimu sayang?" tanya Yudha pada Meena.


"40." jawab Meena.


"Tolong bungkus sepatu ini dengan ukuran 40,dan bayar dengan kartu ini." ujar Yudha sembari memberikan sepatu pilihan Meena dan sebuah kartu kredit pada pegawai wanita yang lain.


" Baik pak." jawab pegawai wanita yang lain.


Pegawai wanita lain itu pun langsung bergegas menyiapkan sepatu tersebut dan mengurus pembayarannya.Sementara pegawai yang melayani Meena tadi hanya bisa terdiam dan tak berkutik.Setelah bersusah payah melayani Meena,tali Yudha justru meminta pegawai lain untuk mengurus pembayarannya.


Seakan membuat pegawai wanita itu serasa mati kutu dan malu.Karna sudah salah mengangaap Meena dan meremehkan nya karna tidak akan sanggup membeli sepatu tersebut.


Tak berapa lama pegawai wanita lain kembali dan memberikan bungkusan sepatu tersebut dan mengembalikan kartu kredit Yudha.


"Terima kasih sudah berbelanja ditoko kami pak..Semoga anda puas dengan pelayanan kami." ujar pegawai wanita lain dengan sangat ramah.


Yudha hanya mengangguk.Dan sebelum mengajak Meena pulang.Sesaat Yudha memperhatikan nomor pegawai wanita itu yang menempel di seragamnya.


"Nomor pegawai 120..pelayanan mu sangat buruk.. kurang pendidikan dan bersikap tidak sopan dengan pelanggan.. hanya karna menilai dari penampilan yang terlihat tidak berkelas.. Aku akan lapor ke managermu.." ucap Yudha dengan tegas dan langsung mengajak Meena meninggalkan pegawai wanita itu begitu saja.


Dengan posisi yang sudah sangat bersalah dan tidak bisa mengelak.Dan sang pegawai merasa menyesal akibat ulahnya.

__ADS_1


__ADS_2