
Siang harinya..
Yudha mengajak Meena ke sebuah pusat perbelanjaan.Membeli beberapa bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Meena terlihat menikmati waktunya bersama Yudha.Ia begitu senang bisa membeli kebutuhan rumah tangga bersama Yudha sang suami.
Selesai berbelanja,mereka meninggalkan tempat pusat perbelanjaan.Sebelum pulang,Yudha mengajak Meena kesebuah rumah makan yang sering ia datangi.
"Disini,tempat biasa aku makan bersama keluarga dan teman temanku..Ku harap kau menyukai makanan disini." ujar Yudha memberitahunya.
"Tempat ini lumayan..Makanannya juga enak." jawab Meena setelah menikmati makanan di rumah makan tersebut.
"Baguslah..Karna pernikahan kita kilat,aku belum tahu apa yang kau sukai dan yang tidak kau sukai.. aku harap kau bisa mengerti,jika ada hal yang tidak aku tahu tentang dirimu." ujar Yudha lagi.
"Ya.. kau tenang saja..Aku bisa memaklumin itu semua..Terima kasih ya,sudah mengajakku makan ditempat yang enak..Heheh." jawab Meena tersenyum senang.
Yudha pun mengangguk tersenyum.
Setelah makan,Mereka pun pulang kerumah.
Sesampainya di apartemen,Mereka dikejutkan dengan kedatangan sang ibu mertua bersama adik ipar dan bibinya.
"Kalian." Seru Yudha yang terkejut dengan kedatangan keluarganya.
__ADS_1
"Kenapa kau lama sekali??Kami sudah lama menunggumu.." tegur sang ibu yang kesal.
"Justru kenapa kalian tidak memberitahuku jika mau datang kesini??"Tanya Yudha sembari membukakan pintunya.
"Memangnya kami harus memberi laporan jika mau datang.." ujar ibunya ketus.
Yudha hanya menggelengkan kepalanya.
"Silakan masuk.." sahut Yudha mempersilakan keluarganya masuk.
"Woah..Apartemen kak Yudha bagus sekali..berbeda sekali dengan tempat tinggal kita ma." Seru Dela yang langsung kagum melihat seisi apartemen milik Yudha.
"Benar..Ini cukup mewah dan simple." sahut sang bibi.
"Kau..Kenapa diam saja??Kenapa tidak menyapaku??Apa kau tidak suka ibu mertuamu datang??" tegur Siska pada Meena dengan nada ketus.
"Ah..Iya bu..Apa kabar bu."Sapa Meena yang langsung menyapanya sembari ingin bersalaman dengan ibu mertuanya.
Namun,sang ibu mertua langsung mengalihkan perhatiannya dengan sinis.
"Jangan basa basi,cepat siapkan kami minuman..Kau tidak tahu,kami haus karna sudah cukup lama menunggu kalian pulang..Menantu tidak inisiatif." ujar Siska sekaligus menyindir Meena.
Seketika Meena menatap datar kearah ibu mertuanya sambil menghela nafas panjangnya.
__ADS_1
"Iya..Akan ku siapkan dulu bu." jawab Meena langsung datar.
Kalau kedatanganmu menyebalkan,lebih baik kami pulang terlambat..Sepertinya dia tipe ibu mertua yang menyebalkan..Batin Meena yang menggerutu dalam hati.
Yudha yang melihat sikap ibunya,sesaat menghela nafas panjangnya.
"Ma..Jangan tunjukan sikapmu seperti itu..Meena sudah menjadi istriku,dan menjadi menantumu.. artinya sudah menjadi anggota keluarga kita yang baru.. Tunjukkan sikap baikmu pada Meena .." tegur Yudha pada ibunya.
Siska pun melirik datar pada Yudha.
"Kau sudah mulai diatur olehnya? baru semalam menikah,sudah langsung membelanya.. ck.." Jawab ibunya kesal dan langsung menuju kamar mandi.
Sang bibi pun menghampiri Yudha.
"Maklumin saja dengan sikap ibumu.. karna dulunya dia pernah mendapat perlakukan tidak baik dari ibu mertuanya dulu." ujar sang bibi memberi pengertian.
Yudha hanya mengangguk mengerti.
Dela pun berjalan kearah dapur menghampiri Meena.
"Setelah ini tolong buatkan aku mie goreng ya kakak ipar.. Mie jangan terlalu lembek dan tidak pakai lama..Oke.." ujar Dela yang langsung memberi perintah pada Meena.
Sementara Meena hanya menatap heran.
__ADS_1