Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 21 - Pemandangan Bagus


__ADS_3

Meena langsung menyimpan barang pemberian Adit.Dan berniat tidak akan menggunakan barang yang menurutnya sangat aneh.


"Bagaimana bisa aku mempunyai adik gila seperti dia.. ck.." Ujar Meena bicara sendiri.


Sesaat Meena memperhatikan suasana kediaman Yudha yang terbilang masih belum dilengkapi beberapa barang.Meena pun mencoba berjalan ke dapur dan melihat isi dapurnya yang juga belum terisi perlengkapan masak dan makan.


Kondisi dapurnya pun masih begitu rapi dan bersih.Seperti rumah yang baru ditempati pemiliknya.


Meena kini berjalan kearah ruang tv,yang juga tidak begitu banyak barang.Hanya meja,sofa dan Tv yang terlihat diruangan tersebut.


Apakah tempat ini baru dia huni??Kenapa isi rumahnya masih belum terisi semuanya??Batin Meena yang bingung dan penasaran.


Dan sesaat Meena melirik kearah pintu,yang mengarah kekamar utama.Meena pun tak berani mendekati kamar tersebut,walaupun dia sudah menjadi istri sah Yudha.


Meena kembali ketempat duduknya sambil menunggu Yudha selesai mandi.


Dan tak berapa lama,Yudha pun keluar dari kamar mandi.Dengan penampilan hanya memakai celana boxer tanpa memakai kaos.


Meena langsung tercengang saat melihat Yudha yang sedang mengeringkan rambut dengan handuk kecilnya.Terlebih melihat bentuk tubuh Yudha yang begitu tegap dan berotot,semakin membuat Meena tidak berhenti untuk melihatnya.Meena tenryata begitu kagum melihat pemandangan yang sangat sempurna didepan matanya langsung.

__ADS_1


Oh Tuhan..Kenapa aku bisa melihat pemandangan sebagus ini??Kupikir,aku hanya bisa melihat pemandangan seperti ini hanya dalam bayanganku saja..Tapi sekarang ini justru ada didepan mataku dan sangat nyata..Apa benar dia suamiku??Batin Meena yang begitu terpukau melihat penampilan Yudha.


"Meena."Panggil Yudha yang sesaat memperhatikan Meena melamun.


Meena pun langsung tersadar dan menunduk malu.Karna ternyata dirinya sesaat sedang mengkhayalkan Yudha dalam pikirannya.


"Yah.."Sahut Meena


"Kenapa kau melamun??" tanya Yudha yang bingung.


"Ti..Tidak.. aku sedang tidak melamun.. aku mau mandi dulu.." Jawab Meena yang terbata dan langsung meninggalkan Yudha .


"Kenapa perasaanku seperti ini?? bukankah dia sudah menjadi suamiku?? apa aku mulai menyukai suamiku sendiri?? huhft.. sudahlah,kau hanya terlalu berlebihan Meena..Berusaha kendalikan dirimu dan jangan memalukan dirimu didepan dia." ujar Meena bicara sendiri.


Setengah jam berlalu,Meena akhirnya keluar dari kamar mandi setelah ia membersihkan seluruh tubuhnya.


Meena sesaat memperhatikan Yudha yang sedang berada didapur.Ia langsung berjalan menghampiri Yudha.


"Kau sedang apa?" tanya Meena.

__ADS_1


"Apa kau lapar??Aku sedang membuat mie ramen.." jawab Yudha.


"Oh begitu.." Ujar Meena.


"Tapi maaf,hanya ini yang bisa kita makan.. karena aku belum sempat membeli bahan makanan untuk kita." ucap Yudha menjelaskan.


"Tidak apa apa.. besok kita bisa membelinya bersama sama." jawab Meena.


"Ya.. Momen itu yang sudah kutunggu.. belanja bulanan bersama istriku." ujar Yudha sedikit tersenyum.


"Tapi,sepertinya perlengkapan masak dan untuk makan kau belum melengkapinya..Bahkan seisi tempat ini juga masih belum lengkap..Apakah tempat ini baru saja kau huni??" tanya Meena menjelaskan isi tempat tinggal Yudha.


"Ya.. Sebenarnya ini masih sangat baru..Setelah aku membeli apartemen ini,aku sengaja belum melengkapinya..Karna aku ingin setelah menikah,aku akan melengkapi semua isi tempat ini bersama istriku.. dan aku ingin sesuai pilihannya.."Jawab Yudha.


Sesaat Meena pun merasa tersentuh dengan jawaban Yudha.Ia tidak mengira jika Yudha benar benar merencanakan kehidupan pernikahannya dengan sangat matang.Dan masih tak percaya jika Yudha lelaki yang sangat menghargai istrinya.


"Mienya sudah matang..Ayo kita makan dulu. Mengisi energi untuk malam pertama kita." ujar Yudha sedikit merayu Meena sambil memicingkan matanya dengan sengaja menggoda.


Meena hanya bisa tersipu malu dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2