
"Apakah sifat aslimu seperti ini?mengabaikan jika orang tua sedang bicara denganmu?apa kau tidak terima ditegur?" tanya Siska menyindir.
"Maaf bu.. bukan aku mengabaikan setiap perkataanmu ,tapi semakin aku diamkan kenapa ucapan ibu semakin tajam?apa ibu tidak berpikir dulu,apakah perkataan ibu itu menyinggung ku atau tidak??terlebih saat ibu bilang aku jadi istri berguna nantinya..Memangnya sekarang ini aku terlihat istri tidak berguna dan menyusahkan Yudha??Kami ini baru menikah,ibu tiba tiba datang dan langsung mengintimidasi ku,seolah aku ini akan bawa pengaruh buruk untuk Yudha??" protes Meena dengan beraninya.
"Aku hanya menasehatimu..Kenapa kau jadi kesal dan tidak terima??" ujar Siska membela diri
"Rumah ini sekarang adalah milikku dan Yudha.. setiap barang yang kita beli adalah yang kita perlukan..semua adalah pilihan kami,tidak sembarangan membuang uang.. aku juga tahu aturan menggunakan uang dalam rumah tangga.." jawab Meena dengan tegas.
"Kalau begitu,kau jangan menggunakan uang untuk hal yang tidak penting..Jangan membeli barang yang tidak berguna." ujar Siska yang masih menentang perkataan Meena.
"Sudah cukup ma..!!" sentak Yudha menyela perdebatan mereka.
"Ini sudah keterlaluan.. seharusnya mama tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga kami.. terlebih dengan keuangan kami.. Meena benar,rumah ini adalah milikku dan Meena..Apa pun itu kami sendiri yang mengambil keputusan..Tidak akan ada satu pun orang yang boleh mencampurinya..Termasuk mama sendiri.."sahut Yudha lagi-lagi membela Meena sang istri.Karna merasa tidak sabar dengan sikap ibunya yang terlalu ikut campur dan mengatur Meena.
Sesaat Siska menoleh tajam kearah Yudha.
"Kami menyambut kedatanganmu dengan perasaan senang,dan kedatanganmu hanya sebagai tamu bukan sebagai tuan rumah..Yang mengatur sana sini.. dan mencampuri kehidupan rumah tangga kami..Mama harus ingat itu." Tegur Yudha pada Siska ibunya.
Sesaat Siska terdiam dan menunduk.
__ADS_1
"Meena lah yang sebenarnya tuan rumah ini.. kalian tetap tamu..Jadi berhenti mengintimidasi Meena..Anggap dia juga keluarga kita." ujar Yudha dengan tegas.
Siska hanya memalingkan wajahnya sambil mendengus.Sementara Dela hanya memandang sebal pada Meena.
...****************...
Sore hari..
Siska dan Dela pun bersiap siap akan pulang.
"Minggu depan kalian datang kerumah..Kita akan makan keluarga." ucap Siska sebelum pulang.
"Dan kau harus datang." kata Siska melirik kearah Meena.
"Iya bu..Aku tahu." jawab Meena mengganguk.
Siska dan Dela dan juga sang bibi pun akhirnya pulang meninggalkan kediaman mereka.
Meena langsung menghela nafas panjangnya.Yudha yang melihat pun tersenyum.
__ADS_1
"Maaf ya,ibuku sudah menyulitkanmu." sahut Yudha.
"Iya tidak apa-apa.. aku mengerti,semua orang tua pasti akan khawatir jika melepas anak kesayangannya hidup bersama orang asing." jawab Meena.
"Kuharap kau bisa mengerti sifat ibuku.. sejujurnya aku juga tidak tahu,sikapnya seperti itu..Tapi dia ibu yang baik." ucap Yudha.
"Aku paham,asal jarang bertemu aku pasti akan mengerti sifatnya.. hanya saja,aku merasa keberatan jika ibumu mengintimidasiku.. walaupun aku tahu pernikahan kita memang mendadak.Dan dia belum mengerti sifatku.." ujar Meena.
"Nanti aku akan coba bicarakan lagi padanya.Supaya dia bisa mengertimu."
"Oke." jawab Meena mengangguk.
"Hari ini aku akan memasak yang enak untukmu." Ujar Yudha sambil menepuk kedua bahu Meena.
"Memangnya kau bisa masak?" tanya Meena."
"Serahkan saja semuanya padaku." jawab Yudha tersenyum.
"Kupikir kau cuma bisa masak mie ramen." Ledek Meena.
__ADS_1