
Meena kembali melanjutkan menikmati makanannya.
Dan beberapa saat Dela dan Siska sang ibu saling berbisik sambil melirik kearah Meena.Setelah itu Dela pun berjalan menghampiri Meena.Sebelum Yudha kembali dari toilet
Ketika Meena sedang menikmati sup yang akan ia makan.Tiba-tiba saja Dela melemparkan bola kecil seperti bola pingpong kedalam mangkuk yang berisikan sup milik Meena.
Seketika membuat Meena terkejut dengan tindakan Dela.Meena pun langsung menoleh kaget kearah Dela.
"Apa yang kau lakukan??" tanya Meena yang sedikit panik,karna kuah sup yang panas mengenai pakaiannya.
"Ups.. maaf kakak ipar aku tidak sengaja." jawab Dela dengan tersenyum tanpa bersalah.
Meena hanya menatap heran dengan sikap Dela yang seolah sengaja melakukannya.
__ADS_1
"Kau tahu kak,kau ini mirip dengan bola kecil ini.. berusaha sekuat tenaga untuk masuk ketempat ini.. tapi apakah tempat yang kau inginkan ini sudah bisa membuatmu masuk??" tanya Dela yang sengaja menyindir Meena dengan memainkan bola pingpong tersebut didalam sup punya Meena dengan menggunakan sendok.
Seolah mengartikan jika Meena apakah pantas masuk dalam keluarga mereka.
Meena hanya diam dan menatap Dela tanpa bicara.
Dan seketika Yudha pun datang,sambil mengambil gelas kosong.Yang langsung membalikkan gelas tersebut dan menutup bola pingpong itu dengan gelasnya.
Yang sontak membuat Dela terkejut,karna tidak mengetahui jika Yudha tiba-tiba muncul dibelakangnya.
"Ayo kita pulang Meena." ujar Yudha langsung menarik tangan Meena meninggalkan kediaman Siska.
Siska dan Dela pun hanya bisa terdiam dan menunjukkan reaksi yang kesal juga kecewa.
__ADS_1
Sedangkan Meena justru merasa senang jika Yudha justru langsung membela dan melindunginya dari serangan adik iparnya.Meena pun tahu jika serangan Dela adalah rencana dari ibu mertuanya.Yang sejak awal kedatangannya sengaja mempersulit posisinya.
"Terima kasih kau sudah membelaku." sahut Meena yang sesaat menoleh kearah Yudha yang sedang fokus mengemudi.
"Sudah seharusnya.. Aku adalah suamimu,sudah menjadi kewajibanku untuk melindungi istriku.. karna aku tahu mereka pasti akan terus menyulitkanmu.. tapi sekali lagi kuminta,kau coba mengerti dengan sifat mereka..Aku akan terus berusaha memberi pengertian pada mereka agar bisa menerimamu.. Aku tidak mau sedikit saja perselisihan diantara keluargaku denganmu..Aku ingin keluarga kita tetap harmonis." ucap Yudha panjang lebar.
Meena pun langsung begitu tersentuh dengan ucapan Yudha.Yang sangat dewasa dan benar-benar menghargai dirinya sebagai istrinya.
"Ya..Aku akan berusaha mengerti sifat keluargamu..Karna mereka juga sudah menjadi keluargaku..Rasanya aku mulai merasa sangat beruntung memiliki suami sepertimu.. kupikir kau akan lebih berpihak pada keluarganmu,dan menyampingkan istrimu.. tapi kurasa kau berbeda." ujar Meena memuji Yudha.
"Aku tidak akan berpihak pada orang yang kuanggap salah,walaupun keluargaku sendiri.. Terlebih jika aku sudah menikah,aku pasti akan lebih berpihak pada istriku..Karna aku menjalani hidupku bersama istriku.. Dan aku akan lebih memilih bersikap tegas agar keluargaku bisa mengerti,dan lebih akan menghargaimu sebagai keluarga mereka juga." jawab Yudha
Meena pun tersenyum dan kembali tersentuh dengan ucapan Yudha.
__ADS_1
"Terima kasih suamiku." ucap Meena yang untuk pertama kalinya menyebut Yudha sebagai suaminya.
Yudha langsung tersenyum dan tersipu malu dengan ucapan manis yang keluar dari mulut Meena.Sesaat Yudha mengusap rambut Meena dengan lembut.Dengan bentuk perhatian yang ia tunjukkan pada Meena sang istri.