Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 14 - Cegukan


__ADS_3

Stelah jam kerja usai,Meena bergegas keluar dari kantor menuju halte.Untuk kali ini ia tidak pulang bersama Luna,karna Luna dijemput oleh sang kekasih


Tiba dihalte,Meena terlihat sedikit lesu.Ia merasakan suhu tubuhnya yang tidak nyaman dan kepala yang sedikit pusing.Meena pun berusaha untuk bertahan,sampai ia tiba dirumah.


"Apa kau baik baik saja??" tanya seseorang yang tiba tiba datang dan duduk disebelah Meena.


Meena langsung menoleh dan melihat seseorang yang seperti tidak asing dari suaranya.Tapi ia masih tidak tahu siapa orang tersebut,sebab ia masih saja memakai masker hitam dan kacamata ala korea.


"Bukankah kau??" Seru Meena yang berusaha mengingat.


"Ya..Aku orang yang pernah bertemu denganmu di bioskop." sambung lelaki tersebut yang tak lain adalah Yudha.


"Oh..Iya,aku baru ingat..Sedang apa kau disini??apa kau naik bis juga?" tanya Meena.


"Ya.. motorku di bengkel,jadi aku harus terpaksa naik bis." jawab Yudha.


"Oh..Begitu.." ujar Meena singkat.


Saat masih menunggu,tanpa sadar Meena tertidur dan kepalanya pun tersandar diatas bahu Yudha.Yudha pun langsung menoleh dan membiarkan Meena yang tertidur.


Sepertinya dia sedang tidak sehat .. Batin Yudha dalam hatinya.


...****************...

__ADS_1


Malam hari.


Tiba tiba Meena terbangun dan terkejut saat dirinya sudah berada di kamar nya.


"Hah??Kenapa aku sudah dirumah??" tanya Meena pada dirinya yang bingung.


Dan beberapa saat,Nisa sang ibu pun datang menghampirinya.


"Kau sudah bangun??Cepat bersihkan tubuhmu,setelah ini kau makan malam..Mama sudah menyiapkan makanan dimeja." ujar Nisa sembari mengambil pakaian kotor Meena dari keranjang.


"Ma..Memangnya siapa yang sudah mengantarku pulang??Seingatku,aku masih dihalte..Dan sepertinya aku tertidur sebentar,karna kepalaku sedikit pusing." tanya Meena penasaran.


"Seorang pemuda..Tapi mama sepertinya baru melihat pemuda itu.. dia bilang,dia temanmu.. kalau tidak salah,namanya Yudha.. apa benar dia temanmu??" jawab Nisa memberitahu dan bertanya.


"Sudah cepat bangun dan bersihkan badanmu..Ini sudah malam.. " ujar Nisa langsung pergi meninggalkan Meena.


Sementara Meena masih sangat bingung dengan pemberitahuan sang ibu.


"Apa mungkin laki laki itu??Tapi tidak mungkin dia bisa mengantar ku sampai kerumah.. darimana dia tahu alamat rumahku?? kami kan belum saling kenal?? jadi siapa laki laki itu sebenarnya??Arghh.. Semakin buatku pusing."Gerutu Meena sendirian.


Ia pun beranjak bangkit untuk bersiap siap mandi. tapi tiba tiba Adit masuk kekamarnya.


"Kak..Hik.Aku..Hik..pinjam chargermu dulu... Hik.."Ujar Adit.

__ADS_1


Meena pun menatap Adit dengan bingung.Melihat Adit yang nada bicaranya seperti cegukan.


"Kau kenapa?" tanya Meena penasaran.


"Aku cegukan..Hik..Sudah dari tadi aku seperti ini..Cepat pinjamkan chargermu." jawab Adit.


"Memangnya kenapa dengan chargermu??" tanya Meena sembari mengambil chargernya dalam laci.


"Rusak.. Hik.. Tidak bisa menyala saat aku mencoloknya.. Hik." jawab Adit lagi.


"Apa kau mau cegukanmu langsung hilang??"


Adit pun langsung mengangguk cepat.


"Iya..Bagaimana kak??Ini sangat mengangguku..Hik." tanya Adit ingin tahu.


"Kau hanya cukup menahan nafasmu selamanya." jawab Meena dengan entengnya.


"Apa??Selamanya??Aku bisa mati kalau menahan nafas selamanya." ujar Adit yang heran


"Setidaknya cegukanmu langsung hilang." jawab Meena langsung kabur kekamar mandi.


"Sialan kau kak..Brengsek.. kau sengaja mempermainkanku..!!" teriak Adit yang baru sadar,jika dirinya sedang dipermainkan.

__ADS_1


__ADS_2