Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 34 -Kartu ATM


__ADS_3

" Sayang..Lihat,baju ini sangat bagus kan?" tanya Meena yang tadinya tengah asik melihat-lihat baju online shop diponselnya.


Yudha pun langsung menoleh kearah ponsel Meena.


"Kalau kau suka beli saja.. kartu atm ku sudah ada padamu kan?" ujar Yudha


"Memangnya aku boleh beli?" tanya Meena.


"Tentu saja..Untuk apa aku memberikan kartu itu,jika tidak untuk kau gunakan sayang." jawab Yudha mengiyakan keinginan Meena.


Sesaat Siska langsung melirik sinis tanpa berkomentar.Ia pun langsung beranjak bangkit dan meninggalkan mereka.Dengan raut wajah yang kesal


Meena yang mendapatkan ijin dari Yudha pun langsung tersenyum girang dan memeluk Yudha dengan erat.


"Terima kasih." ucap Meena.


Keesokan harinya..


Siska Menghampiri Meena yang sedang membereskan meja.


"Meena." panggil Siska.


Meena langsung menoleh kebelakang.


"Aku punya baju baru untukmu.. Aku membelinya tadi..Kurasa ini cocok untukmu." ujar Siska sembari memberikan baju tersebut pada Meena.


Sesaat Meena menatap heran dengan ibu mertuanya.


"Ibu yakin ingin memberikan ini pada ku?" tanya Meena dengan ragu.


" Iya.. ini memang untukmu.. dicoba saja." jawab Siska.


"Terima kasih bu.. "jawab Meena langsung mencoba baju tersebut.


"Lihat..Bagus kan?? dan ini sangat cocok untukmu." ujar Siska.

__ADS_1


Meena hanya tersenyum kaku.


Aku yakin pasti ada sesuatu yang sedang direncanakan dia.. ujar Meena dalam hatinya.


"Dan,bagaimana kartu yang diberikan Yudha padamu biar aku saja yang pegang..Biar aku yang akan membelikan mu baju-baju yang bagus untukmu." ujar Siska yang langsung meminta kartu atm Meena.


Seketika membuat Meena menghela nafas panjang dan menatap datar.


Sudah kuduga.. batin Meena.


"Jadi ini tujuanmu memberikan aku baju bu??" tanya Meena langsung menebak.


"Memangnya ada yang salah?"tanya balik Siska.


"Bu..Kalau ibu memang juga ingin kartu atm itu,ibu bilang saja pada Yudha.. agar Yudha membuatkan 1 lagi kartu atm untukmu.. dari pada ibu harus menggunakan taktik seperti ini..Ini terlihat jelas,kalau ibu merasa iri denganku kan?" ujar Meena dengan memberi saran pada Siska.


Siska pun langsung memasang wajah sinis pada Meena.


"Kalau begitu,langsung saja.. ada satu hal yang ingin kukatakan padamu.. Yudha sekarang sulit untuk dinasehati sekarang sejak bersamamu.. Sementara aku lebih baim bicara langsung padamu.. Agar kau bisa mengerti maksudku.." ucap Siska dengan serius.


"Semenjak kau menikah dengan Yudha.. kau sekarang tidak bekerja,tidak menghasilkan uang dan tidak membantu keuangan Yudha.. semua biaya hidup dirumah ini,anakku yang menanggungnya.. seharusnya kau tahu diri,menguasai kartu atm itu hanya untuk membeli barang yang tidak penting.. apa kau punya rasa malu dengan sikap mu itu?" ujar Siska yang ternyata tidak terima dengan cara Meena.


"Baik bu.. ini ku kembalikan kartunya.. Silakan saja kau pegang.. aku juga tidak butuh.. dan kalau kau tidak mau anakmu rugi membiayai hidup istrinya,jangan kau suruh dia untuk menikah..!!" jawab Meena dengan tegas dan langsung menuju kamarnya.


Siska masih memandang sinis dan langsung menyimpan kartu tersebut.


Meena yang berada dikamar,langsung menghempaskan dirinya ke kasur.


Yudha yang baru pulang dari kantor pun menyapanya.


"Sayang..Kau sudah makan?" tanya Yudha sembari meletakkan tas kerjanya diatas meja.


"Belum." jawab Meena dengan datar.


Dan sesaat Yudha melirik kearah baju yang ada didekat mejanya.

__ADS_1


"Ini baju siapa?" tanya Yudha penasaran sambil memegangi bajunya.


"Baju pemberian dari ibumu..Dia membelikannya untukku.." jawab Meena sesaat memejamkan matanya.


"Bukankah kamu ingin beli baju yang kamu sukai??Aku kan sudah kasih kartunya padamu." tanya Yudha.


"Diambil ibumu." jawab Meena singkat.


Yudha pun sesaat memperhatikan baju tersebut.Dan sesaat ia teringat sesuatu dengan baju yang ia lihat saat ini.Seketika membuat raut wajah Yudha berubah menjadi kesal.


Yudha langsung keluar dan menghampiri ibunya yang sedang nonton tv.


"Ma..Apakah baju ini kau belikan pada Meena?" tanya Yudha dengan nada datar.


"Ah.. Iya.. bagus kan?" jawab Siska tersenyum.


Yudha langsung menarik nafas panjangnya.Dan Meena datang menghampiri Yudha dari belakang.


"Sepertinya ini bukan dibeli..Tapi baju ini bekas Dela.. kau sengaja memberikannya kan??" tanya Yudha mengungkap baju tersebut.


Seketika membuat Meena sangat terkejut.Tidak mengira jika baju yang diberikan Siska adalah baju bekas.


"Memangnya apa salahnya??Baju itu masih bagus,dan adikmu hanya memakainya 1 kali..Tidak ada salahnya aku memberikan baju itu pada Meena." jawab Siska membela diri.


"Tapi kenapa mama bilang,kalau kau membelinya??Dan kenapa kau meminta kartu atm yang kuberikan pada Meena?apa kau juga akan memberikan baju bekas Meena untuk Dela?" tanya Yudha lagi.


"Yudha..!!" Sentak Siska kesal.


"Meena memang tidak menghasilkan uang..Tapi dia berhak memakai uangku,karna dia adalah istriku..Dia mau habiskan uang ,itu terserah dia.. dari awal kami sudah berdiskusi,Meena mengurus didalam rumah,aku mengurus diluar termasuk bekerja mencari uang untuknya.. tolong berhenti mengusik Meena terus ma." ucap Yudha dengan tegas.


Seketika Siska pun terdiam.


"Silakan mama ambil saja karti itu.. dan Meena,Aku sudah membuatkan satu kartu lagi untukmu.." ujar Yudha menoleh kearah Meena dan merangkulnya pergi.


Siska kembali menatap sinis kearah Meena dan Yudha.

__ADS_1


Sedangkan Meena kembali tersenyum karna Yudha membela dirinya.


__ADS_2