Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 20 - Apartemen


__ADS_3

Tiba disebuah apartemen,Yudha mengajak Meena menuju tempat kediamannya di apartemen tersebut.


Tiba dikediamannya,Sesaat Meena menatap bingung dan sedikit tercengang.Melihat suasana isi kediaman Yudha yang cukup luas dan rapi.


"Jadi kita akan tinggal disini?" tanya Meena memastikan.


"Ya ..Tentu saja..Mulai sekarang kita akan tinggal bersama disini..Ini adalah kediamanku,memang tidak begitu besar...Tapi cukup untuk keluarga kecil kita nantinya..Bagaimana??Apakah kamu tidak masalah jika kita tinggal disini?" jawab Yudha menjelaskan dan bertanya.


"Aku tidak masalah dimana pun kita akan tinggal..Tapi boleh ku tahu,apakah apartemen ini masih tahap pembayaran cicilan atau sudah lunas??" tanya Meena yang ingin tahu.


Yudha sesaat tersenyum melihat Meena.


"Kenapa??Apa kamu khawatir jika tempat tinggal kita masih tahap cicilan??" tanya balik Yudha.


"Ya.. Siapa pun pasti akan khawatir jika kita hidup dihantui dengan cicilan..Karna aku pantang dengan yang seperti itu..Lebih baik hidup mengontrak daripada hidup dikejar hutang." jawab Meena dengan tegas.


Yudha pun tiba tiba memeluk tubuh Meena dengan erat.Sontak membuat Meena sangat terkejut.Dengan tindakan Yudha,yang selama mengenalnya belum pernah kontak fisik dengannya.

__ADS_1


"Tenang saja..Aku tidak akan membuat hidup orang yang kucintai dihantui dengan rasa khawatiran..Aku pasti akan berusaha memberikan kehidupan yang layak dan nyaman untuk wanita yang kucintai yang kini sudah menjadi istriku." jawab Yudha meyakinkan Meena.


Meena pun hanya diam dan merasakan pelukan hangat yang diberikan Yudha padanya.


Ternyata seperti ini rasanya dipeluk seorang lelaki yang sudah menjadi suamiku..Aku juga masih tidak percaya jika dia sekarang sudah menjadi suamiku..Perkenalan yang singkat dan tanpa basa basi dia ingin menikahiku..Ini benar benar seperti mimpi untukku..Kuharap dia menjadi suami yang sesuai harapanku.. batin Meena


Sesaat Yudha pun melepaskan pelukannya dan menatap Meena.


"Kau tenang saja,tempat ini sudah menjadi milik kita.. tanpa cicilan sedikit pun..Dan ditempat ini kita akan memulai kehidupan yang baru..Menghabiskan waktu bersama.. menjalani rumah tangga yang seharusnya..Hanya kita berdua..Dan aku akan berusaha menjadi suami seperti suami idaman pada umumnya..Apa kau bisa percayakan semua kata kataku??" ungkap Yudha panjang lebar.


Meena pun langsung mengangguk mengerti.


"Iya..Aku percayakan itu semua padamu..Karna pernikahan itu ibadah dan sakral..Jangan sampai ada pengkhianatan salam pernikahan ini.. Kuharap kau tetap memegang semua ucapanmu." Ujar Meena.


Yudha pun langsung mengecup dahi Meena dengan sangat lembut.


"Aku janji sayang..Akan kulakukan semua untukmu..Janji dan sumpahku adalah bukti untukmu." jawab Yudha meyakinkan kembali Meena.

__ADS_1


Meena pun akhirnya tersenyum mengangguk.


Dan beberapa saat Yudha mendekatkan wajahnya disisi telinga Meena sambil berbisik.


"Jangan lupa persiapkan dirimu untuk malam pertama kita..Ini akan menjadi malam yang panjang." bisik Yudha ke telinga Meena.


"Aku mandi dulu.." ujar Yudha langsung meninggalkan Meena yang seketika diam mematung.Ia begitu tersipu malu dan wajah yang memerah setelah Yudha membisikan sesuatu padanya tentang malam pertama.


"Ah.. Aku jadi merasa malu dengan ucapannya..Apakah aku bisa melakukannya dengan baik??Secara ini akan menjadi pengalaman pertama ku..Meena kau pasti bisa..Benar kata suamimu,aku harus persiapkan diri..Iyah.. Aku aku harus siap.. "Ujar Meena yang merasa malu malu sendiri.


Sambil menunggu Yudha mandi,Meena sesaat teringat akan bingkisan kado yang diberikan Adit untuknya.Meena pun langsung membuka kado Adit karna merasa penasaran dengan isinya.


Dan setelah membuka,tatapan Meena berubah menjadi aneh dan bingung.Ia pun mengeluarkan semua isi bingkisan tersebut.


Seketika membuat Meena mendengus kesal setelah mengeluarkan isi bingkisan nya.


Adit sialan..Beraninya dia memberikan benda ini padaku..Awas kau bocah tengil.. umpat Meena yang emosi.

__ADS_1


Bagaimana tidak dirinya emosi,jika Meena mendapatkan sebuah pakaian lingerie sexy yang begitu tipis menerawang dan lengkap dengan tambahan aksesorisnya.Yang ternyata sebuah borgol,kalung dengan penambahan tali dan sebuah alat vibrat*r.


Meena hanya bisa menahan emosinya sendirian dan tak bisa melampiaskannya pada Adit.Yang sengaja memancing emosinya sesaatnya.


__ADS_2