
Seharian Meena menghabiskan waktu bersama Luna.Meena pun bersiap-siap akan pulang.Dan kebetulan Yudha datang menjemput Meena untuk pulang bersama.
Tiba dirumah,Meena dan Yudha memasuki rumah.
"Aku ganti baju dulu.."ujar Yudha langsung ke kamarnya.
Meena pun mengangguk dan berjalan kearah meja makan.Terlihat Siska sedang menghidangkan makan malam untuk mereka.
Tapi saat melihat Maja makan,Meena hanya melihat 2 piring dimeja makan dengan nasinya dan beberapa lauk.
"Ambil piringmu sendiri.. itu punya Yudha.." ujar Siska pada Meena yang berdiri didepan meja makan.
"Iya." jawab Meena menuruti perkataan Siska.
Meena pun langsung mengambil piring dan mengambil nasi dari dalam penanak nasi.Tapi,saat membukanya justru tidak ada sedikit pun sisa nanti untuknya.
"Bu.. Nasinya sudah habis??" tanya Meena
Namun ibu mertuanya justru diam dan tidak menjawab pertanyaan Meena.Merasa tidak ditanggapi,Meena hanya membawa piring kosong dan berjalan kearah meja makan.
"Untuk apa kau kesini??Aku tidak memasak untukmu..Ini cuma untukku dan Yudha." tanya Siska dan menegaskannya pada Meena.
Seketika membuat Meena menatap heran pada ibu mertuanya.
"Siapa suruh kau tidak kasih aku uang.. masih percaya diri ingin makan gratis.. kedepannya jalani hidup masing-masing,jangan harap aku akan mengurusimu juga." sindir Meena.
Meena pun langsung melirik sinis kearah Siska dan berjalan kekamarnya.
__ADS_1
Dan secara bersamaan Yudha pun keluar dari kamarnya.
"Ayo kita makan dulu ." ajak Yudha pada Meena.
"Aku sudah kenyang." jawab Meena ketus dan langsung menutup pintu dengan kencang.
Membuat Yudha menatap heran dengan sikap Meena yang tiba-tiba ketus.
Besoknya harinya,Siska tiba-tiba melihat sebuah alat pijat baru yang masih berada didalam kotak.Karna penasaran Siska langsung membukanya dan mencoba alat tersebut.
"Alat ini boleh juga,kenapa Yudha tidak bilang kalau dia beli barang sebagus ini." ujar Siska yang mengira barang tersebut adalah Yudha yang membelinya.
Tak berapa lama Meena pun datang menghampiri Siska.
"Bagaimana bu??Apakah alat itu enak dipakainya?"tanya Meena berbasa basi pada Siska.
"Iya.. Alat ini sangat bagus dan berguna untukku.. rasa pegal ditangan dan punggungku lumayan hilang." jawab Siska dengan nada sombong.
"Tapi kurasa sudah cukup ibu mencoba alat ini..Karna sebenarnya alat ini bukan dibeli untuk ibu.. tapi untuk orang tuaku.. Membelinya pun dari uang tabunganku sendiri.. bukan dari uang Yudha,kalau tidak percaya silakan ibu tanyakan langsung pada Yudha.." ucap Meena dengan tegas sambil menyimpan alat tersebut dalam kotak.
Seketika Siska memandang Meena dengan ketus.
"Dan lagi pula,bukankah kita sudah sepakat jika kedepannya jalani hidup masing-masing.. lebih baik jangan saling ikut campur.. ibu mengerti maksudku kan??" ucap Meena yang menyindir langsung pada Siska.
Meena pun beranjak meninggalkan Siska menuju kamarnya.Sementara Siska tidak dapat berkutik setelah menerima sindiran pedas dari Meena.Seolah Meena membalasnya dengan membalikan semua ucapannya pada Siska.
Dasar perempuan sial.. gerutunya dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
...****************...
Malam harinya,Siska memasak mie untuk makan malam.Ia puj terpaksa memasak juga untuk Meena.Sebab ia tidak mau,Yudha akan komplain padanya.
Saat tibanya makan,Yudha dan Meena begitu menikmati makanan yang telah dimasak oleh Siska.Terlebih Meena sangat bersemangat setelah menghabiskan satu piring mie tersebut.
"Bu,terima kasih ya untuk makan malamnya..Mienya sangat enak,bahkan banyak dagingnya juga.. benarkan sayang ?" puji Meena pada masakan ibu mertuanya dan sesaat menoleh kearah Yudha.
Yudha pun langsung tersenyum mengangguk.
"Kau pergi lah kekamar dulu..Nanti aku akan menyusul." ujar Yudha pada Meena.
"Oke..Ibu aku kekamar dulu." ucap Meena langsung beranjak bangkit dan kekamar.
Siska hanya diam dengan menatap bingung.
Bagaimana bisa dia menikmati mie itu dengan banyak dagingnya??bukankah daging dalam mie itu sudah kupisahkan untuk Yudha?? gumam Siska yang merasa bingung.
Yudha sesaat memandangi ibunya yang terlihat bingung.
"Mama pasti bingung,kenapa Meena bisa memuji masakanmu,terlebih dengan menyinggung kata daging." sahut Yudha dengan serius.Membuat Siska langsung melirik kearah Yudha.
"Karna aku sudah menukarnya..Aku tidak sengaja melihatmu sengaja memberikan mie tanpa daging itu untuk Meena..Dan memberikan daging yang ada didalam mie itu untukku.." ungkap Yudha.
Membuat Siska sesaat terdiam.
"Ma.. kenapa mama harus seperti ini terus??kenapa masih menganggap Meena sebagai orang asing dirumah ini.. dia juga mengurusimu ma.. Walaupun dia sering membalas perlakuan mu,tapi mama harus sadar yang dilakukannya semua berawal darimu.. mama yang sejak awal sudah memusuhinya..Dan hanya berpura- pura baik padanya..Tapi kebaikanmu justru menyulitkan dia." ucap Yudha yang kembali membela Meena.
__ADS_1
Karna ternyata Yudha mengetahui cara curang Siska yang selalu mengasingkan Meena istrinya.
"Kalau mama ingin dihargai sebagai mertua,sebagai orang tua..Harusnya mama juga melakukan hal yang sama..Jangan menganggap mama lebih berkuasa dirumah ini dan tidak menganggap Meena sebagai menantumu..Perlakukan Meena seperti anak kandungmu juga ma.." protes Yudha sembari menasehati Siska ibunya.