
"Kau pikir Meena akan menganggap mama mu seperti mama kandungnya??melihat sikapnya selalu saja menentangku??" tanya Siska yang menentang ucapan Yudha.
"Bisa ma.. Akan ku minta Meena bersikap padamu seperti pada ibu kandungnya." jawab Yudha langsung kekamar menemui Meena.
"Sayang.. mulai sekarang bagaimana kamu memperlakukan ibu kandungmu dirumahmu, lakukan juga yang sama pada ibuku dirumah ini." kata Yudha memberitahu pada Meena.
"Tapi itu kan tidak sopan?bagaimana sikap ibumu nanti?" tanya Meena tidak yakin.
"Tenang saja.. ini permintaan ibuku.. jangan pikirkan sikap ibuku." jawab Yudha tersenyum.
Meena pun langsung tersenyum lebar.
Kesempatanku untuk memanfaatkan keadaan.. ujar Meena dalam hatinya.
...****************...
Siska yang akan hendak mencuci pakaian,tiba-tiba Meena datang menghampiri Siska.
"Ibu mau cuci pakaian ya?" tanya Meena basa basi.
Sesaat Siska menoleh kearahnya.
"Sekalian ya bu.. Dan yang warna putih jangan dicampur ya..Nanti bisa kena luntur." ujar Meena langsung memberikan pakaian kotornya pada Siska dan langsung meninggalkan Siska.
Siska yang menerimanya langsung membuang pakaian Meena dengan kesal.
Sial.. Dia mulai memanfaatkanku.. ujar Siska dalam hatinya yang kesal.
__ADS_1
Sambil menunggu cucian selesai,Siska pun menuju dapur.Dan ia dikejutkan dengan beberapa kantong sampah yang belum dibuang.
"Astaga..Kenapa kantong sampah ini masih belum dibuang Meena??" tanya Siska yang terheran dengan tumpukan sampah tersebut.Yang seharusnya Meena sudah membuangnya setiap pagi.Tapi kali ini Meena justru membiarkan tumpukan kantong sampah berada di dapur.
Siska kembali mendengus kesal dengan berusaha menahan kesabarannya.
Menjelang sorenya,Siska menuju kamar Meena untuk membangunkan Meena dari tidurnya.Sebab Meena sudah seharian tidur di kamarnya.
"Meena ayo bangun.. mau sampai kapan kau akan tidur??ini sudah sore.." panggil Siska membangunkam Siska.
Meena yang tertidur pulas,sesaat terbangun dan membuka matanya.
"Aku masih ngantuk bu,nanti saja bangunkan aku jika sudah waktunya makan malam." jawab Meena yang masih dalam keadaan mengantuk.
Siska kembali menahan kesabarannya dengan sikap Meena yang tidak mau mendengarkannya.Ia pun pergi meninggalkan kamar Meena.
"Barang apa lagi yang kau beli??Skin care lagi??" tanya Siska menebak.
"Bukan ma,cuma kaos oblong.. Aku membelinya 2.. ini kubagi 1 untukmu bu." jawab Meena yang begitu bersemangat.
"Tidak usah,kau simpan saja sendiri." jawab Siska dengan nada sinis dan pergi.
Istri tidak tahu diri.. selalu saja menghabiskan uang untuk hal yang tidak berguna.. ujar Siska dalam hatinya.Merasa kesal dengan ulah Meena yang selalu membeli barang melalui online.
Meena pun membiarkan Siska pergi dan tak memaksa untuk memberikannya.
Saat tiba jam makan malam,Yudha dan Meena sudah duduk santai dikursi makan.Sementara Siska masih menyiapkan makanan di dapur.
__ADS_1
"Bu.. Apakah masih lama??aku sudah lapar??" tanya Meena pada Siska yang masih di dapur.
Yudha yang melihat tingkah laku Meena hanya bisa tersenyum sambil memainkan ponselnya.
Siska yang mendengar panggilan Meena,membuatnya seketika mendengus kesal.
Tak berapa lama,Siska pun selesai masak dan menghidangkan masakannya diatas meja.Yudha dan Meena langsung menyantap masakan Siska dengan lahap.
Selesai makan,Meena pun beranjak bangkit.
"Kenyang sekali,tapi masakanmu hari ini kurang banyak bu..Lain kali masak lebih banyak lagi ya bu.." ujar Meena sambil memegangi perutnya yang kenyang dan menuju kamarnya.
Siska yang melihat langsung membanting sendok yang ditangannya dengan kesal.Membuat Yudha terkejut dan menoleh kearah ibunya.
"Ada apa ma?" tanya Yudha.
"Kau lihat sikap istrimu??dia itu sepertinya sengaja atau memang mau durhaka padaku?Akhir-akhir ini dia semakin malas dan tidak mengerjakan tugasnya sebagai istri.?" tanya Siska yang protes pada Yudha.
Yudha pun menarik nafas panjangnya.
"Bukannya ini yang mama mau??karna apa yang dilakukannya memang itu yang dilakukan di rumahnya.. mama jangan lupa,dia juga dari kecil dirawat dengan baik oleh orang tuanya.. Dia bukan besar dijalanan ma,dia dari keluarga baik-baik.."
Sesaat Siska terdiam.
"Selama ini dia masih bersikap baik padamu,dia masih menghargaimu sebagai mertua.. Berulang kali aku mengatakan hal ini padamu ma,kalau pun dia selalu membalas mu tapi mama harus ingat jika yang dilakukannya semua berawal darimu juga.. semua ini akan terus terjadi,jika mama tidak berhenti mengusik Meena.. pikirkan itu baik-baik ma." ucap Yudha panjang lebar dan meninggalkan Siska.
Siska hanya bisa diam.
__ADS_1