Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 41 - Balasan Untuk Dela


__ADS_3

Malam harinya,Dela masih saja memanfaatkan Meena disaat Yudha tidak berada dirumah.


Dela kembali menghampiri Meena yang akan beristirahat kekamarnya.


''Tunggu kakak ipar.'' panggil Dela.


Membuat Meena menoleh kearahnya.


"Aku lapar.." ujar Dela.


"Lalu??bukannya kau baru satu jam yanv lalu selesai makan malam?" tanya Meena.


"Iya tapi aku lapar lagi,dan aku mau makan lagi.'' jawab Dela.


"Tapi sudah tidak ada makanan lagi.. kalau kau lapar,kau masak saja mie instant saja..'' kata Meena menyuruh Dela.


"Tapi aku tidak mau.'' jawab Dela singkat.


Meena pun mengeryitkan pandangannya.


"Jadi?" tanya Meena penasaran.


"Aku ingin kakak ipar membelikanku makanan diluar.. bolehkan?" jawab Dela dengan santainya.


"Tapi Del,kenapa kau harus menyuruhku membelinya diluar?yang seharusnya kau bisa memesannya melalui online.'' jelas Meena.


"Tapi aku tidak mau kakak ipar.. aku maunya kau yang membelinya.. agar lebih higienis dan aman." jawab Dela yang tiba-tiba menunjukkan nada manjanya.


Meena semakin menatap heran dengan jawaban Dela dan sikapnya.


"Sudah belikan saja Meena.. apa salahnya kau membelikan makanan untuk adik iparmu.. lagi pula ini masih jam 9 malam.. " sahut Siska yang tiba-tiba muncul dan menyela percakapan mereka.


Meena pun langsung menoleh kearah Siska sang ibu mertuanya.


"Tapi kan bu..-'' Ujar Meena yang belum sempat melanjutkan kalimatnya.Siska langsung mendorong Meena untuk keluar.


"Sudah,belikan saja dulu sana sebentar.. Dela,cepat kau kirim pesan kenomor kakak iparmu.. Makanan apa yang ingin kau beli.'' ujar Siska pada Dela.


Dela pun langsung mengangguk tersenyum semangat.Sementara Meena hanya bisa menarik nafas panjangnya.Dan menuruti perintah ibu mertuanya.


Sial.. Semakinku diamkan,mereka semakin menjadi-jadi.. Gerutu Meena dalam hatinya.

__ADS_1


Dan akhirnya,Meena berjalan keluar apartemen untuk membelikan makanan yang sudah dikirimkan pesan oleh Dela.


Setelah membelinya,Meena bergegas kembali keapartemennya.Dan secara bersamaan ia pun berpapasan dengan Yudha sang suami.Yang kebetulan baru saja pulang dari kantornya.


"Sayang.. Sedang apa kau disini?Kenapa masih diluar sudah larut malam begini??" tanya Yudha.


"Oh.. itu,aku baru saja membelikan makanan untuk Dela.'' jawabnya.


"Apa??Dia menyuruhmu membeli makanan sudah malam begini?"tanya Yudha memastikan.


Meena pun langsung mengangguk.


"Keterlaluan..!!! bukankah dia seharusnya bisa memesannya via online.. kenapa harus menyuruhmu yang membelinya..'' Ujar Yudha tiba-tiba geram pada Dela.


"Tidak apa-apa.. menolak pun,selalu ada ibu yang membelanya.'' ujar Meena dengan santainya.


"Tapi ini sudah tidak bisa dibiarkan.. Dela sudah kelewatan, dan ini pasti memang karna ibuku.. dia sudah terlalu memanjakan Dela,dan memanfaatkan Dela untuk menyulitkanmu lagi.'' ujar Yudha yang semakin geram.


''Sudah biarkan saja.. akan ada waktunya,aku akan memberi pelajaran padanya.. kau cukup bersikap tidak ikut campur saja sayang.'' kata Meena.


''Oke.. Aku akan membiarkanmu membereskan mereka.. percuma saja aku berulang kali menasehati ibuku,tapi tidak pernah mengerti.''


Meena hanya tersenyum mengangguk.


Keesokan harinya..


Meena keluar dari kamarnya dengan perasaan yang sangat marah.Menghampiri meja makan dan mengambil segelas air putih ia minum.Yudha yang kebetulan sedang bersantai dikursi makan,langsung terkejut melihat Meena.


"Kau kenapa sayang?" tanya Yudha penasaran.


Meena pun terus mengatur nafasnya yang naik turun.Seakan sedang mengendalikan amarahnya.


"Adikmu sudah benar-benar kelewatan.'' ujar Meena dengan nada ketus.


"Apa yang terjadi,apa lagi yang dilakukannya.?"tanya Yudha semaki penasaran.


Meena yang belum sempat menjawab,Dela pun tiba-tiba datang menghampirinya.


"Kakak ipar,aku haus.. Tolong ambilkan aku air.'' sahut Dela yang dengan seenaknya memberi perintah pada Meena.


Meena yang tanpa menjawab,langsung mengambilkan air minum digelas dan memberikannya pada Dela.

__ADS_1


Saat meneguknya,Dela pun langsung membuangnya.


"Puweh.. Kakak ipar,kenapa kau memberiku air biasa??Aku ingin air es." protes Dela.


Yudha yang melihat pun langsung ingin menegur Dela.Tapi,lagi-lagi Meena menahan Yudha untuk diam.


"Baik.. tunggu.'' jawab Meena dengan nada datarnya.


Ia pun berjalan kekulkas dan mengambilkan air es untuk Dela.


Saat menghampiri Dela.Meena yang seharusnya memberikan es tersebut pada Dela.Tapi justru menyiramkan air es tersebut kekepala Dela dengan sikap tenangnya.


Melihat tindakan Meena,Dela pun seketika terkejut.Termasuk Yudha sendiri juga ikut terkejut.


"Kakak.. Apa yang yang kau lakukan?" tanya Dela yang langsung merasa kebasahan dan mengatur nafasnya akibat bair es yang membasahi wajahnya.


"Ini balasan untukmu.. Semakin kudiamkan,kau semakin melunjak dan seakan kau sengaja melakukan itu padaku.. apakah itu suruhan ibu??kedatanganmu kesini untuk membalasku??dan kau pikir aku akan terima dengan penindasan yang kalian lakukan lakukan?Bahkan kau dengan tidak malunya memakai pakaianku tanpa seijinku?" sentak Meena meluapkan seluruh amarahnya yang sudah terpendam sejak kelakuan Dela padanya.


Dan tanpa sengaja,Siska yang baru saja keluar kamar.Melihat kemarahan Meena pada Dela,membuat nyali Siska sesat menciut dan langsung kembali kekamarnya.Demi menghindari amarah Meena padanya.Yang ternyata membuatnya takut pada Meena.


Melihat kemarahan Meena,Dela pun langsung diam menunduk.Karna untuk pertama kalinya ia melihat kemarahan Meena yang ternyata memang sangat bar-bar.


''Sudah cukup kau menguji kesabaranku selama kau disini.. Apa kau tidak bisa lihat,aku berusaha melayanimu,menuruti semua permintaanmu..tapi kau justru sengaja memanfaatkanku.. Kau sengaja ingin jadikan aku pelampiasan untuk membalasku??Dan kau pikir aku akan diam begitu saja?Terlebih melihat kau pakai pakaianku tanpa seijinku?Itu sama saja kau mencuri pakaianku.'' Sentak Meena lagi semakin meninggikan nadanya.


Dela pun masih menunduk takut dan tak berani melawan Meena.Karna posisinya saat ini tidak ada yang membelanya,bahkan ibunya sendiri pun tidak mebelanya.Yang justru menghindar takut pada Meena.


Sementara Yudha memilih diam dan hanya melihat kemarahan Meena pada Dela.Sebab ia tahu,jika kemarahan Meena didasari oleh ulah Dela sendiri.


"Hari ini juga kau harus pulang..Aku tidak akan mengijinkanmu masuk kerumah ini lagi,jika kau masih berusaha mengusikku.. Paham..!!'' ucap Meena memberi peringatan pada Dela.


Dela pun mengangguk pelan.


Meena pun meninggalkan Dela dengan perasaan yang puas.


"Benar-benar bikin pusing.'' ujar Meena sambil berjalan meninggalkan Dela dan Yudha.


Yudha hanya menggelengkan kepala saat melihat Dela yang seketika tidak berkutik saat berhadapan dengan Meena.


"Cepat bereskan barang-barangmu.. kakak akan mengantarmu pulang.. kau salah jika kau meremehkan kakak iparmu.. kasih tahu mama,untuk berhenti menghasutmu mengusik kakak iparmu lagi..'' ujar Yudha yang ikut meninggalkan Dela.


Dela hanya bisa mendengus kesal.

__ADS_1


Brengsek.. kenapa jadi aku yang kena semprot.. Dan kenapa mama tidak membelaku.. Sungguh sial .. umpat Dela yang kesal karna sudah diserang dengan kata-kata tajam Meena.


Yang ia pikir Meena hanya akan diam dan tidak akan membalas karna ulahnya.Ternyata sifat bar-bar Meena seketika membuat nyalinya menciut.


__ADS_2