
Keesokan harinya,Meena tampak terus berbaring diatas kasur.Yudha yang akan bersiap-siap kekantor pun menghampiri Meena.
"Kau kenapa sayang??Apa kau baik-baik saja?" tanya Yudha sembari menempelkan tangannya didahi Meena.
"Sepertinya aku demam dan seluruh tubuhku serasa tidak enak.. mungkin pengaruh aku sedang haid." jawab Meena dengan nada lemah.
"Apa kau kita periksa kedokter?" tanya Yudha.
"Tidak usah.. lebih baik aku istirahat saja." jawab Meena menolak.
"Apa kau yakin??" tanya Yudha memastikan.
"Iya.. kau tenang saja sayang.. aku baik-baik saja.."kau berangkat lah kekantor." jawab Meena.
"Ya sudah.. kalau nanti kau tidak bisa bertahan,cepat hubungi aku..Aku akan segera pulang dan kita kedokter." ujar Yudha.
"Iya." jawab Meena singkat.
"Aku akan meminta ibu merawatmu..Sepertinya ibu merasa malu dan bersalah,atas sikapnya semalam..ku harap kau bisa memaafkannya sayang." kata Yudha menyinggung sang ibu.
"Iya..Aku mengerti..Aku tidak akan dendam pada ibumu..Tenang saja." jawab Meena mengangguk.
"Kalau begitu aku berangkat..Banyak istirahat ya.." ucap Yudha sembari mengecil dahi Meena.
__ADS_1
"Hati-hati." jawab Meena kembali tidur.
Setelah keluar dari kamar,Siska menghampiri Yudha.
"Sedan apa Meena??kenapa jam segini tidak keluar kamar?" tanya Siska pada Yudha.
"Dia hari ini sedang sakit.. ku minta mama tolong rawat Meena.. anggap saja mama menebus kesalahan yang sebelumnya.." jawab Yudha.
"Oh.. iya.. mama mengerti,mama akan merawatnya." jawab Siska.
"Ya sudah aku berangkat ma.." kata Yudha langsung keluar dari rumah.
"Hati-hati." jawab Siska sambil menutup rumah.
Ia pun berjalan kearah kamar Meena dan perlahan membukanya.Ia memperhatikan Meena yang masih tertidur dengan selimut tebalnya.
Siang harinya,Meena pun terbangun dan ingin mencoba kekamar mandi.Tapi,saat akan turun dari kasur.Ia serasa tidak sanggup karna kepalanya yang pusing dan tubuhnya yang lemas.
Mau tak mau ia pun memanggil sang ibu mertuanya.Untuk membantunya bangun dan memapahnya kekamar mandi.
"Bu..Ibu.." panggil Meena dengan nada pelan.
Namun,Sang ibu mertua masih juga tidak datang dengan panggilannya.
__ADS_1
"Ibu.. Bisa tolong aku.. Bu.." panggil Meena lagi yang mencoba terus memanggil ibu mertuanya.
Kemana dia??Apa dia pergi??Atau sengaja pura-pura tidak dengar?? batin Meena yang heran.
Akhirnya Meena pun memaksakan dirinya untuk bangun.Tapi,saat ia akan mencoba bangun.Sang ibu mertua pun masuk dan menghampiri Meena.
"Apa kau memanggilku?" tanya Siska pada Meena.
"Ah..Iya bu..Tadi aku berulang kali memanggilmu.. ibu kemana?" jawab Meena dan bertanya.
"Oh.. tadi aku sedang nonton tv,dan tidak dengar suara kau memanggilku.. Mungkin karna aku sudah tau,jadi pendengaranku tidak sepertimu." jawab Siska memberi alasan.Yang ternyata memang sengaja Siska pura-pura tidak dengar
"Oh.. iya tidak apa-apa bu.. Aku paham." ujar Meena.
"Lalu ada apa kau memanggilku ?" tanya Siska.
"Bisakah ibu membantuku ke toilet??tubuhku sangat lemas dan kepalaku juga sedikit pusing..Aku seperti tidak sanggup untuk berjalan sendiri." tanya Meena dan menjelaskan.
"Euh.. aduh,Meena..Maaf bukan aku tidak mau membantumu memapah,tapi punggungku akhir-akhir ini sedang tidak baik..Sedikit sakit dan tidak bisa banyak melakukan aktifitas seperti membantumu memapah." jawab Siska yang secara tidak langsung menolak permintaan tolong dari Meena.
"Oh.. Begitu,ya sudah tidak apa-apa bu." ujar Meena.
Siska pun meninggalkan Meena langsung keluar kamar.
__ADS_1
Meena yang melihat hanya bisa menghela nafas panjangnya.
Aku tahu kau cuma alasan saja bu..Karna setahuku,kau tidak pernah sakit punggung..Sepertinya kau mulai mencoba membalasku..Batin Meena menebak taktik Siska padanya.