Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 50 - Berbakti


__ADS_3

"Maaf bu,aku tidak bisa.. kaki ku sedang keram..Aku tidak sanggup untuk jalan keluar.." jawab Meena yang lagi-lagi mengelak perintahnya.


Siska hanya menatap datar.


Sial.. sepertinya kali ini dia sedang membalasku.. gerutu Siska dalam hatinya.


Akhirnya Siska pun tidak dapat menyuruh apa pun lagi pada Meena.Karna menyadari jika Meena akan membalas ulahnya saat Meena sakit sebelumnya.


Malam harinya,Siska menghampiri Yudha yang tengah bersantai didepan tv sendirian.


"Istrimu keterlaluan." protes Siska pada Yudha.


Membuat Yudha menoleh heran.


"Kenapa lagi ma?"tanya Yudha yang perhatiannya tetap didepan tv.


"Aku sakit,tapi aku tidak diurus olehnya..Setiap aku menyuruhnya,dia selalu beralasan..Apakah seperti itu sikap menantu yang berbakti?Sudah seharusnya dia merawatku saat aku sedang sakit.?" jelas Siska yang mengeluh dengan sikap Meena.


Karna seharian,Meena benar-benar tidak memperdulikan dirinya saat sedang sakit.

__ADS_1


"Bukankah sebelumnya mama juga seperti itu?tidak merawat Meena saat dia sedang sakit?Mama juga selalu memberikan alasan sakit ini itu??bahkan mama memberikannya makanan sisa.. Apa mama tidak ingat?" tanya Yudha membalikkan semua keluhannya.


Sesaat Siska pun terdiam.


"Bu.. Disaat kau mengatakan aku bukan menantu yang baik,apakah ibu sudah menunjukkan dirimu sebagai mertua yang baik??" sahut Meena yang tiba-tiba menyela pembicaraan mereka.


Membuat Yudha dan Siska menoleh kearahnya.


"Aku bukan tidak mau merawatmu,aku hanya mencoba ingin menyadarkanmu dan merasakan bagaimana rasanya disaat sakit kita tidak diperhatikan dan tidak diperdulikan.. Apa yang kau rasakan seperti itu lah yang kurasakan saat aku sakit bu.." sahut Meena lagi menjelaskan dengan serius.


Siska hanya diam dan menatap Meena dengan cuek.


"Mama sudah dengar jawabannya??Kuharap mama mengerti kenapa aku jarang berpihak denganmu..Karna kenyataannya kau memang tidak pernah menunjukkan sikap ibu mertua yang baik untuk Meena." sahut Yudha yang ikut menyindir ibunya.


Siska semakin tidak berkutik dengan semua sindiran yang mengarah padanya.


...****************...


Seminggu kemudian..

__ADS_1


Meena terlihat sibuk di dapur sendirian.Menyiapkan makanan yang banyak,karna saudara dari pihak ibu mertuanya sedang datang.


Sementara Siska sibuk menemani seluruh saudaranya sembari menikmati makanan yang sebagian sudah dihidangkan oleh Meena.


Meena terpaksa mengerjakannya sendiri,sebab sang ibu mertua menyuruhnya untuk memasak sendiri.


Mau tak mau Meena harus mengerjakannya sendiri,agar tidak malu didepan saudara-saudara ibu mertuanya.


Seharian bergelut di dapur,Meena akhirnya menghidangkan masakan terakhirnya.Dan berniat ingin makan bersama saudaranya.


Namun,saat menghidangkan masakan terakhir.Meena begitu terkejut saat melihat seluruh masakannya telah habis disantap oleh Siska dan keluarganya.


Meena pun hanya bisa menatap heran dengan mereka.Sebab,Meena merasa mereka tidak menunggu dirinya untuk bisa makan bersama.Atau setidaknya menyisihkan sebagian makanan tersebut untuknya.


Meena terus memperhatikan piring-pring kotor yang tanpa sisa sedikit pun makanan untuknya.


Meena langsung menarik nafas panjangnya,membuat Siska sesat menoleh kearahnya.


"Ada apa??Kenapa kau melihat saja??Duduk lah kalau kau mau makan." tanya Siska yang hanya basa basi.Karna dia tahu Meena tidak akan bergabung untuk makan bersamanya.Melihat semua makanan sudah habis.Dan hanya sayur tumis buncis yang terakhir Meena masak.

__ADS_1


__ADS_2