Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 47 - Terasa Aneh


__ADS_3

Setelah dari kamar mandi,Meena pun keluar kamar.Dan melihat sang ibu masih bersantai didepan tv.Meena yang mulai merasa lapar mencoba berjalan ke meja makan.Berniat ingin memakan sesuatu agar ia bisa minum obat.


Namun,saat melihat meja makan.Ternyata tidak ada sedikit pun makanan yang tersajikan.Meena pun menarik nafas panjangnya dan menghampiri ibu mertuanya.


"Bu.." Panggil Meena dengan nada pelan dan lemah.


Namun,ibu mertuanya tidak mendengar panggilan Meena karna suara tv yang terlalu besar.


"Bu..Ibu.."Panggil Meena yang menepuk pelan bahu ibu mertuanya.


Seketika membuat ibu mertuanya langsing menoleh.


"Ada apa??" tanya Siska.


"Aku lapar,kenapa tidak ada makanan diatas meja makan?" tanya Meena.


"Makanan sudah habis,aku dan Yudha yang sudah menghabiskannya." Jawab ibu mertuanya.


"Lalu aku harus makan apa bu?" tanya Meena masih dengan nada pelan.


"Kau kan bisa.melihatnya di kulkas..Jika ada bahan kau masak saja sendiri..Kaki ku sedang sakit,jadi tidak bisa terlalu lama berdiri didapur." jawab Siska kembali beralasan.


Meena hanya bisa menghela nafas panjangnya dan kembali ke dapur.


Ia pun langsung membuat oatmel,yang selalu ia sediakan jika ia sedang diet.Karna tak memiliki tenaga,Meena terpaksa membuat makanan yang hanya bisa diseduh air panas.Tapi baginya tidak masalah,asal perutnya bisa terisi dengan makanan.

__ADS_1


Setelah makan,Meena kembali kekamar dan beristirahat.


Menjelang sore,Siska datang menghampirinya.


"Meena,Ini aku membuatkan makanan untukmu..Jangan pikir jika aku tidak peduli padamu,dan kau langsung mengadu pada Yudha." ujar Siska sembari meletakkan makanan diatas meja samping kasur nya.


Meena pun langsung membangunkan tubuhnya yang masih lemas.


"Iya bu..Terima kasih." Jawab Meena dengan nada lemah.


Siska langsung meninggalkan Meena sendirian.


Meena pun mencoba untuk mengisi perutnya lagi dengan makanan yang dimasak Siska ibu mertuanya.


Sesaat ia menatap aneh dengan makanan tersebut.


Demi bisa minum obat,Meena langsung memakan masakan Siska.


Malam harinya,Yudha yang sudah pulang dari kantor.Langsung menghampiri Meena gang masih terbaring diatas kasur.


"Sayang..Bagaimana dengan kondisimu??Apakah sudah lebih baik??"tanya Yudha sambil mengusap rambut Meena.


"Sudah lumayan.. cuma masih sedikit lemas." jawab Meena.


"Kalau begitu kita kedokter saja.. supaya dokter bisa memeriksa keadaanmu." ujar Yudha memberi saran.

__ADS_1


"Tidak usah..Aku lebih baik minum obat dan beristirahat .. Besok pasti sudah lebih baik." jawab Meena menolak saran Yudha.


"Apa kau yakin??Aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu." tanya Yudha memastikannya dengan perasaan cemas.


"Aku yakin..Ini hanya bawaanku haid..Dan terkadang sering terjadi."jawab Meena.


"Ya sudah..Kuharap besok keadaanmu sudah sehat sayang." kata Yudha yang langsung memeluk tubuh Meena.


Meena pun membalas pelukan hangat Yudha yang seketika membuatnya sangat nyaman.


"Lalu,apakah ibuku merawatmu hari ini??" tanya Yudha ingin tahu.


"Ya,dia merawatku." jawab Meena yang terpaksa tidak seluruh jujur.Sebab tidak sepenuhnya Siska merawat dirinya.


"Lalu apa yang kau makan hari ini??"tanya Yudha lagi.


"Nasi dan lauk..Hanya saja lauk yang dimasak ibu hari ink sedikit berbeda." jawab Meena.


Sesaat Yudha melepaskan pelukannya dan menatap Meena.


"Berbeda bagaimana??" tanya Yudha penasaran .


"Sedikit asin,manis,pedas..Seperti bercampur aduk rasanya.." jawab Meena menjelaskan.


"Coba besok kau fotokan makanan yang diberikan ibu padamu." ucap Yudha menyuruh Meena.

__ADS_1


Meena pun hanya mengangguk mengerti.


__ADS_2