
Setelah acara pernikahan selesai,Yudha dan Meena kini akan bersiap-siap meninggalkan gedung pernikahan tersebut.
Tapi sebelum mereka akan meninggalkan gedung pernikahan,Yudha dan Meena akan berpamitan pada keluarga Meena.
"Kami titip Meena padamu..Jaga dia baik baik." Sahut Arya sang ayah.
"Baik pak.. Saya pasti akan menjaga dan melindungi Meena dengan segenap hidup saya." jawab Yudha.
"Dan sering sering lah kalian datang mengunjungi kami ya nak..Karna ibu pasti akan merindukan anak kesayangan ibu..Hiks." sahut Nisa sang ibu yang tiba tiba meneteskan air matanya karna sedih.
Meena pun langsung memandang sang ibu dengan tatapan aneh.
"Ma..Jarak tinggal kami pasti masih bisa dijangkau untuk pulang kerumah..Mama jangan berlebihan.." sahut Meena datar.
Seketika Nisa melirik tajam dan langsung menyentil jidat Meena dengan pelan.
"Dasar anak nakal..Sudah menikah,kau masih saja tidak menghormati mama mu ya..Apa kau senang berpisah jauh keluargamu.?" ujar Nisa sedikit sewot.
Meena pun sesaat tersenyum dan menghampiri Nisa.Meena langsung memeluk tubuh Nisa dengan sangat erat.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa senang,jika aku harus berjauhan denganmu..Aku pasti akan merindukan masakan mama,dan tidak ada lagi yang akan membangunkan ku tiap pagi..Hehehe.." Ujar Meena yang tiba tiba bersikap manja pada Nisa sang ibu.
Nisa langsung membalas pelukan sang anak kesayangan dengan pelukan yang hangat sambil mengusap rambut Meena.
"Jaga dirimu baik baik ya nak..Jadi istri yang baik,istri yang bertanggung jawab dengan kewajibanmu..Jangan melalaikan tugasmu sebagai istri..Ingat semua nasehat mama yang sebelumnya pernah mama katakan." ujar Nisa pada anaknya.
"Iya ma..Aku mengerti..Aku akan selalu ingat semua nasehat mama..Mama juga jaga kesehatan,jaga kesehatan papa..Selalu memberiku kabar..Oke " jawab Meena sembari melepaskan pelukannya
Dan sang ayah pun juga ikut memeluk Meena.Dan setelah itu memeluk Yudha sebelum mereka pergi.
Setelah cukup berpelukan,mereka pun akhirnya berpamitan untuk meninggalkan mereka.Tapi sebelum akan pergi,tiba tiba Adit menghampiri Meena.
"Kenapa??Apa kau mau kasih pelukan terakhir padaku??" tanya Meena .
"Ck..Siapa juga mau dipelukmu..Aku cuma mau kasih hadiah pernikahan kalian..Ini.. khusus untuk mu kak.." Jawab Adit sembari memberikan bingkisan kado pada Meena.
"Ini apa??" tanya Meena penasaran .
"Tentu saja kado,kau tidak bisa lihat..Kau buka jika kau sudah tiba dirumah kak Yudha." jawab Adit.
__ADS_1
"Oke..Thankyou." ucap Meena.
"Aku pamit ya Dit..Terima kasih untuk kadonya juga." sahut Yudha memberikan salaman lelaki untuk terakhir kalinya.
"Oke kak.. ku titipkan dia padamu.. Dan jika dia susah bangun pagi,kau cuma cukup siram dia dengan air digayung..Dia pasti akan bangun..Hehehe." ujar Adit sekaligus memberitahukan tentang Meena pada Yudha.
Yudha pun hanya tersenyum,sedangkan Meena hanya melirik taja kearah Adig.Karna tak mau menanggapi ucapan Adit
Dan akhirnya Yudha dan Meena pun pergi menuju kediaman Yudha.Diperjalanan,Meena sedikit bingung,mengingat saat berpamitan dengan kedua orang tuanya.Tapi tidak melihat satu pun keluarga Yudha.
"Oh ya.. kenapa saat kita berpamitan tadi,aku tidak.melihat keluargamu??kita tidak berpamitan dengan mereka??"Tanya Meena yang penasaran .
"Mereka pulang lebih dulu,karna ibuku kelelahan..Tapi ibuku sudah menitipkan salam pada ayah dan ibumu." jawab Yudha pada Meena.
"Oh.. begitu." ujar Meena singkat .
"Besok kita akan mengunjungi kerumah ibuku..Sekaligus makan malam bersama." ujar Yudha memberitahu.
Meena pun langsung mengangguk paham.
__ADS_1