Menantu BarBar Vs Mertua Bawel

Menantu BarBar Vs Mertua Bawel
Part 52 - Perdebatan Ibu dan Yudha


__ADS_3

Malam harinya..


Saat Yudha baru saja tiba dirumah,Siska sang ibu langsung menghampiri Yudha dengan raut wajah yang marah.


"Istrimu benar-benar keterlaluan..!!!"Protes Siska dengan emosinya.


"Ada apa lagi ma?"tanya Yudha hanya bersikap tenang.


"Dia sudah mempermalukan mama didepan keluarga mama..Dia sengaja melawanku didepan mereka..!!" jawab Siska.


"Pasti ada alasannya kenapa Meena bersikap seperti itu." ujar Yudha masih tenang.


"Alasan apa??Intinya mama tidak suka dengan sikap istrimu..Semakin mama biarkan,sikap istrimu semakin tidak menghargai mama..!!!"protes Siska lagi.


"Bukan aku yang tidak menghargaimu bu..tapi dirimu lah yang selalu mulai dengan setiap masalah yang timbul di rumah ini." sahut Meena sambil melipat kedua tangannya.


Dan beberapa saat Meena melirik kearah Yudha.

__ADS_1


"Andai kau bisa melihat bagaimana sikap keluarga ibumu tadi..Kurasa kau pasti bisa menilai,siapa yang sebenarnya menghargai dan tidak menghargai.." ujar Meena langsung masuk kekamarnya.


"Kau..-" seru Siska sambil menunjuk kearah Meena.


"Kau jangan selalu mendengarkan apa yang dikatakan dia..Aku ibumu,aku yang melahirkan dan membesarkanmu..Sudah seharusnya kau berpihak pada ibu mu.." protes Siska lagi pada Yudha.


Yudha hanya diam dan menyimak terus apa yang dikatakan Siska.


"Istrimu sudah terlalu manja..Tidak bisa menghasilkan uang,tapi berlagak seperti nyonya besar.. hanya melayani keluarga ibumu saja,sudah merasa orang yang teraniaya..Memang dasar istrimu yang tidak tahu tata krama dan tidak berpendidikan.." protes Siska yang terus meluapkan seluruh emosinya.


Sesaat Yudha pun menarik nafas panjangnya.


Siska pun diam dan menatap kesal pada Yudha.


"Bukankah aku sudah pernah bilang,dan bahkan sudah berulang kali..Meena bukan istri yang manja,dan dia memang nyonya dirumah ini..Perlu mama ketahui,dia dulunya juga menghasilkan uang dan bahkan menjadi wanita karir yang mandiri..Dia bekerja di perusahaan yang besar..Tapi sejak menikah denganku,dia memilih mengalah meninggalkan pekerjaannya demi untuk fokus mengurusiku sebagai suaminya..Fokus untuk mengurusi rumah tangga kami..Dia juga wanita yang berpendidikan,dia pernah kuliah dan lulus dengan kejuruan bisnis management.. bagaimana bisa mama mengatakan hal yang sudah bertolak belakang tentang dirinya??Mama tidak mengenal sepenuhnya tentang Meena.." jawab Yudha kembali memihak Meena.


Siska kembali terdiam.

__ADS_1


"Dia dibesarkan dari keluarga baik-baik..keluarga yang berpendidikan juga...Aku menikahinya juga atas ijin dan restu keluarganya..Dimana letak penilaianmu jika Meena bukan wanita yang tidak berpendidikan.??" timpal Yudha yang masih membela Meena.


Siska seketika menatap tajam kearah Yudha.


"Kau sudah sama seperti dia.. kau berubah semenjak menikah dengan dia..Mama sangat kecewa denganmu yang sekarang..Kalau tahu seperti ini,mama menyesal merestui pernikahan kalian."


Sontak membuat Yudha terkejut.


"Tega sekali mama bicara begitu.." ucap Yudha langsung memasuki kamar dan menghampiri Meena.


"Ayo ikut aku.." sahut Yudha sembari menarik Meena keluar kamar.


"Kalian mau kemana?"tanya Siska yang melihat tindakan Yudha menarik tangan Meena dan berjalan keluar pintu.


"Pergi lihat rumah,besok kami akan pindah." jawab Yudha dengan nada dingin dan tetap mengajak Meena pergi.


Seketika ibu Yudha juga terkejut saat mendengar Yudha akan mencari rumah.Yang dalam arti akan memilih pindah dari kediamannya.

__ADS_1


Sementara Meena hanya memandang Yudha dengan bingung saat mereka dalam perjalanan.


"Apa maksudmu pergi lihat rumah??kau ingin pindah?"tanya Meena penasaran karna bingung.


__ADS_2