
"Hai Meena..Lama tidak bertemu..Kau terlihat semakin cantik." sapa Rangga yang langsung memuji Meena sambil tersenyum.
Meena pun hanya membalasnya dengan senyuman.Sementara Diana justru hanya menatap kesal sambil mencubit pelan ke pinggang Rangga.Karna ia merasa cemburu dengan sikap Rangga yang memuji Meena.
Meena pun seolah tak peduli dengan lirikan sinis Diana padanya.Karna merasa ia tidak mengenal dan tidak ingin memperdulikan kehadiran Diana.
Mereka pun mulai berkumpul dan menikmati hidangan yang sudah dipesan mereka sebelumnya.
Saat Meena menikmati hidangannya,beberapa temannya sesaat melirik kearah penampilan Meena yang karna tidak terlihat menarik.Termasuk Diana yang juga terus menerus memperhatikan penampilan Meena.
Namun,Meena tidak begitu menyadari akan tatapan mereka karna penampilannya.Sebab Meena memang orang yang begitu cuek dan tidak begitu repot dengan penampilannya yang simple.
Dan tengah asik menikmati makanannya,tiba-tiba ponsel Meena pun berbunyi.Saat ia akan mengeluarkan ponselnya,Diana pun langsung memberikan komentar.
"Kenapa??Apakah orang rumah mu sudah sibuk menyuruhmu pulang??kudengar kau sudah menikah..Bagaimana kehidupan mu setelah menikah??Apakah kau tinggal hanya dengan suamimu atau masih tinggal bersama ibu mertuamu??" sahut Diana yang berkomentar dengan entengnya.
Meena hanya mengernyitkan alisnya keatas.
__ADS_1
"Diana..Kenapa kau bertanya seperti itu??itu bukan urusanmu." sahut Rangga yang menegur Diana secara langsung.
"Memangnya kenapa??bukankah orang yang sudah menikah memang begitu??" tanya Diana yang sengaja.
Meena hanya memilih diam dan menatap datar kearah Diana.Seakan ia merasa sebal dengan keusilan Diana.
Ia pun langsung menerima panggilan yang ditujukan oleh Yudha.
"Halo sayang." sahut Meena.
"Sayang..Diluar sedang hujan lebat..Apakah kau membawa sweater?? udara pasti sangat dingin.. apa kau sudah sampai tujuan??" sahut Yudha memberitahunya di panggilan masuknya.
"Ah..Begitu,ya sudah tunggu aku nanti akan menjemputmu.." ujar Yudha.
"Oke..Jangan pikirkan..Selesaikan saja pekerjaanmu." jawab Meena yang langsung menutup panggilannya.
"Siapa??apakah itu suamimu??" tanya Indah penasaran.
__ADS_1
Meena hanya mengangguk tersenyum.
"Lalu kenapa kau tidak mengajaknya saja sekalian kesini??" tanya Diana yang ikut penasaran.
"Dia tidak bisa,karna sibuk dengan pekerjaannya." jawab Meena.
"Oya??Sibuk dengan pekerjaan atau kau malu mengajaknya??karna ternyata suamimu jelek dan miskin?"tanya Diana yang kembali ingin menyindir Meena dengan sinis.Karna ia merasa tidak suka dengan kehadiran Meena.Yang menjadi pusat perhatian oleh Rangga kekasihnya.
"Ah tidak mungkin..Aku tahu selera Meena..Dia orang yang sangat pemilih,makanya dia selalu merahasiakan sosok suaminya." sahut temannya yang lain.
"Bukan begitu..-" ujar Meena ingin mematahkan omongan Diana dan temannya yang lain.Dan Meena pun berusaha menahan kesabarannya,saat melihat Diana yang terus mengolok-olok dirinya.
"Kalau gitu kenapa kau tidak berani mengajaknya??Seharusnya kau mengajaknya dan mengenalkannya pada kami..Jadi kau tidak dianggap orang yang begitu ingin menutupi sosok suamimu.." sahut Diana lagi kembali menyindir.
"Benar Meena..Saat kau menikah,kami juga bahkan tidak tahu..Jadi kami juga tidak pernah tahu seperti apa sosok suamimu..Apa jangan-jangan suami mu memang jelek??makanya mau begitu malu tidak mau mengajaknya??" ujar temannya yang lain menambahkan sindiran Diana.
Meena pun langsung menarik nafas panjangnya.
__ADS_1
"Baik,aku akan menyuruhnya kesini sekarang..Agar aku bisa mematahkan semua sindiran kalian padaku." jawab Meena yang akhirnya menerima tantangan teman-temannya termasuk Diana yang menjadi orang pertama yang sengaja mengusik Meena.