
Saat itu ibuku sedang memasak, tapi ketika melihatku.dia Langsung mematikan api untuk memasak dan langsung mengambil beberapa obat sihir di kamarnya.
Itu adalah obat sihir yang ibu beli dulu ketika masih berpetualang bersama ayahku. Isian dari obat sihir itu adalah campuran berbagai tanaman herbal dan tentu saja semua campuran itu di beri sihir agar kekuatan penyembuhan nya bertambah kuat dan juga lebih cepat.
Ibuku menyuruh ayahku untuk menempatkan ku di meja makan. Disana masih piring makan, karena sejujurnya sebentar lagi sudah waktunya sarapan, tapi kemudian ibuku menyingkirkan piring piring itu sampai membuat piring itu pecah karena terlempar ke tanah cukup keras.
Aku pun diletakkan di meja makan. Saat itu aku masih tidur, atau mungkin bisa dibilang pingsan. Ibuku memeriksa tubuhku apakah masih ada luka yang parah selain tanganku yang putus dan untungnya tidak ada. Setelah itu dia mengambil jarum dan benang untuk menjahit tanganku yang putus. Tentu saja itu bukan jarum dan benang biasa. Semua itu adalah alat sihir.
Sebelum menjahit tanganku ibuku merapalkan semacam mantra dan jarum dan benang yang dipegang ibuku bersinar. Setelah itu dia pun segera menjahit tanganku agar kembali menyatu.
Ibuku sangat lihat menjahit tanganku. Dia sangat teliti dan sangat rapi menjahit tanganku. Sebenarnya sebelum menjadi petualang. Dulunya ibuku adalah seorang dokter, tapi setelah mengenal ayahku dan menikahinya, dia pun mengikuti jejak ayahku dan menjadi seorang petualang juga.
Beberapa jam telah berlalu, dan akhirnya operasi telah selesai. Setelah berhasil menyatukan tanganku kembali. Ibuku memberiku sebuah minuman. Itu adalah sebuah obat sihir. Dari warnanya yang merah cerah. Itu sepertinya obat sihir tingkat tinggi.
Obat sihir juga ada tingkatannya. Dan cara membedakan nya adalah dari warnanya. Kalau obat sihir dengan tingkat rendah, biasanya warna obat itu adalah hitam. Sedangkan yang tertinggi adalah obat dengan warna merah cerah seperti obat yang diberikan padaku.
Khasiat dari obat tingkat tinggi tentu saja sangat berbeda dengan obat tingkat rendah. Obat sihir tingkat tinggi biasanya memiliki efek penyembuhan yang kuat dan juga sangat cepat. Obat ini bisa menyembuhkan luka yang parah seperti tangan putus hanya dengan waktu beberapa jam saja. Tentu saja obat ini sangat langka dan mahal. Biasanya obat ini hanya di berikan kepada orang -orang yang terluka sangat parah seperti aku.
Setelah beberapa jam ibuku merasa tegang, akhirnya dia bisa menghembuskan nafas lega karena sejujurnya dia sudah lama sekali tidak melakukan operasi begini.
Ayahku yang dari tadi di samping ibuku, melihat ku dioperasi merasa bingung, apakah sudah selesai atau belum. Dari tadi dia tidak melakukan apa-apa. Dia hanya melihat tanpa tahu apa yang sedang dilakukan istrinya.
"Umm...sudah selesai ini. Bagaimana kondisi Rakka?"
Ibuku mengelap keringat di dahinya dengan tangannya dan berkata.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Aku sudah mengecek dia tidak terkena racun atau penyakit apapun yang bisa membahayakan nyawanya. Dan kalau tangan nya, seharusnya dia akan menyatu lagi dalam beberapa jam."
"Hah... syukurlah, kukira kita akan kehilangan dia."
Ayahku menghela nafas lega.
"Omong-omong, kenapa dia bisa jadi begini?"
"Aku juga tidak tahu. Aku cuma membawanya ke lembah di dekat sini untuk latihan bertahan hidup, tapi ketika aku ingin menengoknya. Dia sudah jadi begini."
"Lembah dekat sini? Maksudmu lembah Borh."
"Nah itu. Aku sengaja memilih lembah itu karena kebanyakan monster disana hanyalah Makupa. Dan seharusnya dia tidak apa apa karena monster itu lemah."
"Hmm..kau benar, tapi yang kubingungkan, kenapa tangan nya bisa sampai putus. Yang kutahu, Makupa tidak bakal bisa melakukan hal ini."
"Kalau dipikir-pikir benar juga. Apakah ada makhluk lain yang kuat di lembah itu ya. Kalau iya bisa bahaya ini. Sebaiknya aku beri tahu para monster hunter untuk memeriksa lembah itu dulu. Kalau tidak, mungkin para monster hunter pemula yang biasanya pergi kesitu bakal menjadi korban selanjutnya."
Ayahku pun lekas pergi tanpa berpamitan pada ibuku.
"Eh..tunggu dulu.." ibuku ingin memberhentikan ayahku, tapi sayangnya dia sudah pergi dahulu.
"Malah sudah pergi, padahal aku mau suruh dia beli piring yang baru. Hah ya sudahlah, nanti saja kusuruh lagi."
Setelah itu ibuku pun membereskan piring-piring pecah yang berserakan di lantai.Selesai membereskan piring, dia beristirahat dan tidak melanjutkan masaknya karena pasti tidak akan ada yang makan, dan lagipula dia sudah sangat capek.
__ADS_1
Hari sudah sore, tapi aku tak kunjung bangun, bahkan ayahku juga tak kunjung kembali. Lalu tak lama kemudian Ayahku akhirnya kembali, tapi dia kembali membawa sebuah gelang.
Gelang itu terlihat biasa saja. tidak ada hiasan, tidak ada motif, dia hanya polos saja. Warna gelang itu berwarna hitam pekat, berkilau layaknya sebuah emas tapi berwarna hitam. Ibuku yang penasaran dengan yang dibawa ayahku pun bertanya.
"Dari mana saja kamu? Dan gelang apa yang kau bawa itu?"
"Aku tadi ikut para monster hunter untuk memeriksa lembah Borh, dan disanalah aku menemukan gelang ini. Mungkin ini punya seseorang yang jatuh, atau mungkin punya orang yang sudah mati. Jadi daripada jadi fosil lebih baik aku bawa saja."
"Kau tadi ke lembah Borh, jadi ada apa disana? Apa ada monster yang kuat?"
"Kami sudah berjam-jam berkeliling lembah itu dan tidak menemukan monster yang kuat, disana ya cuma ada Makupa. Tapi ada satu hal yang bagiku agak janggal, yaitu kami menemukan cakar yang cukup besar dan itu tidak mungkin karena Makupa."
"Cakar besar?"
"Iya, lebar cakar itu sebesar 1 meteran."
"Itu besar sekali, apa jangan-jangan itu adalah monster yang menyerang Rakka kemarin."
"Aku tidak tahu pasti, tapi yang jelas kalau monster ini tidak segera ditemukan, bakal bisa membahayakan banyak orang."
"Semoga saja tidak ada korban untuk kedepannya.Pokoknya untuk sekarang kita harus merawat anak kita dulu oke."
"Ya kau benar."
Lalu di lembah Borh ada seekor rusa yang sedang memakan rumput yang segar di sana. Dia terlihat santai karena dia pikir di situ aman dari monster.lalu tiba-tiba, tanpa peringatan ada yang menyambar rusa itu sampai membuat tubuh rusa itu menghilang dan hanya menyisakan kepalanya saja.
__ADS_1