Mencari Pecahan Pohon Suci

Mencari Pecahan Pohon Suci
Perjalanan ke Negeri Peri part 5


__ADS_3

Setelah dia sudah lepas semuanya, dia langsung memberikan baju dan celananya kepadaku dengan ragu-ragu.


"I-ini tuan." Dia memberikannya padaku.


"Oke terima kasih ya. Sebenarnya kau ini penyelamatan ku lho. kalau tidak ada kau, mungkin saja aku akan telanjang sampai ke negeri Peri." Aku menerima baju itu dan segera memakainya di depan pria itu. Aku tidak terlalu malu, karena aku hanya ganti di depan sesama jenis. Beda lagi kalau yang di depanku ini adalah wanita, mungkin aku akan cari tempat untuk mengganti pakaian ku.


Setelah kupakai, ternyata baju itu sangat pas denganku. Kalau dilihat dari pria itu. Postur tubuhnya bisa dibilang sama denganku. Tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu berotot, karena itu bajunya bisa pas denganku.


"Negeri Peri? untuk apa tuan kesana?" Pria itu bertanya sembari mengeluarkan bajunya yang lain.


"Ada sesuatu yang harus kucari disana dan aku tidak bisa memberitahumu." Aku tidak mau memberitahukan tentang rencanaku, karena aku belum sepenuhnya percaya dengan orang ini. Aku takut kalau orang ini adalah anggota dari organisasi Re World. Walaupun kemungkinannya sangat kecil sih.


"Oh gitu ya, Kalau begitu tidak apa-apa." Pria itu agak kecewa, tapi mau bagaimana lagi.


"kau juga petualang kan. Dari mana asalmu dan kau mau kemana? Tapi Kalau itu rahasia, kau tak perlu membicarakan nya kok."


"Umm....nggak apa-apa kok, ini bukan sesuatu yang harus di rahasiakan. Aku itu berasal dari Negeri Raksasa dan aku hendak mengelilingi negeri manusia untuk mencari orang tua asliku."


"Orang tua aslimu?"


"Iya, sebenarnya selama hidupku. Aku di rawat oleh orang tua angkatku yaitu seorang raksasa. Kau pasti berpikir ini aneh kan, bagaimana mereka bisa merawatku yang sangat kecil? Bagaimana bisa aku tidak terbunuh? Yah...itu memang aneh sih, tapi nyatanya mereka berhasil merawatku sampai sebesar ini dan karena itu aku sangat berterima kasih pada mereka."


"Sejak kecil aku selalu berpikir, bagaimana bisa aku beda sendiri dari raksasa lain. Dimana aku sangat kecil, sedangkan anak-anak lainnya besar-besar. Namun ketika aku beranjak dewasa aku akhirnya tahu kalau aku bukanlah Raksasa, melainkan seorang manusia. Saat itu, orang tua raksasa ku juga langsung menceritakan tentang asal-usul ku. Mereka bercerita kalau mereka menemukan aku di padang gurun dan hampir tertutupi oleh pasir. Awalnya mereka kira aku itu adalah kelinci gurun yang sudah mati, jadi kala itu mereka segera menghampiriku. Namun ketika sudah sampai, mereka terkejut karena yang mereka temukan bukanlah kelinci gurun yang mati, tapi seorang bayi yang hampir mati karena dehidrasi."

__ADS_1


"Saat itu mereka mencoba mencari orang tua ku di sekitar, tapi yang mereka temukan di hanyalah sebuah kalung dengan gambar sepasang kekasih. Mereka mengira itu adalah peninggalan dari orang tuaku. Jadi saat itu mereka menyimpan gelang itu dan juga membawaku kerumah mereka untuk di beri susu. Mereka memberi ku susu kambing, karena hanya itu yang mereka punya di rumahnya. Setelah mereka tahu kalau aku tidak ada yang jaga. Mereka pun memutuskan untuk merawat ku karena mereka merasa kasihan denganku."


"Setelah mengetahui itu. Aku pun berencana untuk mencari orang tuaku yang asli. Aku tahu, mungkin saja orang tuaku sudah mati di padang gurun, tapi aku masih mau berharap kalau orang tuaku masih hidup diluar sana. Aku hanya ingin bertemu mereka dan ingin bertanya, apa yang terjadi sebelum nya, sampai mereka harus membuang diriku."


"Sebenarnya aku ini sangat lemah, tapi aku nekat berpetualang hanya untuk bertemu dengan orang tuaku yang asli. Sejujurnya sebelum bertemu denganmu, aku juga bertemu dengan orang lain yang sedang mengambil material dari monster yang sudah mereka bunuh, tapi aku menakuti mereka agar memberikan hasil buruan mereka. Awalnya mereka tidak takut sama sekali denganku. Namun ketika kutunjukan gigi makupa ini dan kubohongi kalau ini gigi naga, mereka langsung berlari terbirit-birit meninggalkan hasil buruan nya. Aku tak melakukan hanya sekali, tapi berkali-kali dan selalu berhasil. Bisa dibilang ini pertama kalinya ada orang tidak takut sama sekali dengan ancamanku, kau memang orang hebat, tuan."


[Aku yakin mereka adalah petualang amatir yang tidak pernah belajar tentang monster. Pantes saja dia tadi sok-sokan berani denganku] kata hatiku.


"Oh gitu ya, kau tadi bilang ingin mengelilingi negeri manusia kan. Jadi sekarang kau ingin ke Kerajaan Daman."


"Ya bisa di bilang begitu. Aku ingin mencari orang tuaku disana dulu."


"Sebaiknya kau pindah ke tempat lain saja, jangan ke kerajaan Daman."


"Emang kenapa?"


"Hah...hilang? Apa maksudmu?"


Aku tidak menjawab pertanyaannya. Karena aku merasa enggan cerita tentang masalah itu lagi. Apalagi aku tidak mau membicarakan tentang makhluk tanpa wajah itu.


"Tunggu... beberapa jam yang lalu aku merasakan shockwave yang cukup kuat dari arah kerajaan Daman. Apa jangan-jangan...."


Aku masih tidak menjawabnya, tapi aku menutup mataku dengan ekspresi sedih dan juga marah. Melihat ekspresiku yang begitu, sepertinya pria itu sudah tahu apa yang terjadi.

__ADS_1


"Gitu ya. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku turut berduka cita tuan."


"Nggak apa-apa kok, tapi sebaiknya kita hentikan pembicaraan ini. Aku harus segera mengambil sisik Crocland ini dan segara pergi ke Negeri Peri. Oh iya, kalau kau mau mengambil dagingnya juga tidak apa-apa kok, tapi ku peringatkan rasanya tidak enak lho." Aku mencongkel sisik crocland dengan pisau kecilku.


"Benarkah? Terima kasih tuan." Pria itu senang dan langsung memotong daging crocland tanpa ragu.


Sebenarnya aku agak bingung kenapa dia sangat senang sekali dengan daging Crocland, padahal kan rasa nya tidak enak sama sekali.


Kami pun secara bersama-sama mengambil material yang kami butuhkan secukupnya. Aku hanya mengambil 5 sisik saja, karena aku takut tasku tidak akan muat.


Sedangkan pria itu mengambil daging Crocland sangat banyak sekali. hampir 1/4 bagian dari crocland sudah habis di ambilnya sendiri. Aku semakin bertanya-tanya, untuk apa daging sebanyak itu.


"Umm...kau akan bawa daging sebanyak itu?"


"Tidak, aku akan memakan nya sekarang." Seperti yang dikatakan nya, dia langsung melahap daging crocland itu mentah-mentah. Padahal kalau dimasak saja tidak enak apalagi dimakan langsung.


Walaupun rasanya tidak enak, pria itu merasa sangat menikmatinya. Dia sangat senang memakan daging itu sampai-sampai di sudah habis setengah nya.


Sekarang aku jadi bingung, sebenarnya daging Crocland itu enak atau tidak. Masa orang ini bisa dengan lahap memakan daging Crocland yang mentah.


"Enak ya..?" Aku bertanya, bukannya mau, tapi lebih ke penasaran.


"Enak, Kau mau?" Dia menyondorkan daging mentah ke arahku.

__ADS_1


"Tidak terima kasih." Aku menyingkirkan tangannya yang penuh daging mentah dari wajahku.


"Ayolah coba saja." Tanpa peringatan dia langsung memasukkan daging mentah Crocland ke mulutku.


__ADS_2