Mencari Pecahan Pohon Suci

Mencari Pecahan Pohon Suci
Petualangan dimulai part 13


__ADS_3

Akibat meteor itu, tanah yang awalnya di tumbuhi berbagai pohon, tumbuhan, dan hewan. Sekarang semua itu musnah dan hanya menyisakan lubang yang sangat besar. Tidak ada kehidupan lagi di tempat itu, semuanya sudah mati terbakar.


Lalu di tempat lain, dimana tidak jauh dari jatuhnya meteor. Terdapat seorang pria yang berjalan santai dan sepertinya dia ingin ke kerajaan Daman. Dia tahu kalau kerajaan Daman sudah tidak ada, bahkan dia melihat hancurnya kerajaan Daman itu. Walaupun dia sudah melihat sesuatu yang mengerikan, tapi dia tidak terkejut apalagi takut. Dia hanya berdiri santai sambil menikmati daging yang sudah dikeringkan. Saat dia menggigit dan mengunyah daging kering itu, Dia berkata.


"Sepertinya nyawaku mulai terancam ini. Sebaiknya aku mulai lebih berhati-hati saat ini." Dia memakan potongan terakhir dan Kemudian balik badan meninggalkan kerajaan Daman.


*******


Di pinggiran lubang akibat jatuhnya meteor, terdapat 1 orang yang masih hidup. dia tidak terluka sama sekali dan hanya bajunya saja yang tidak ada akibat terbakar. Orang itu tak lain adalah aku sendiri.


Aku sedang terbaring di tanah dan masih tidak sadarkan diri. Bisa dibilang aku berpindah cukup jauh dari tempatku sebelumnya. Awalnya aku itu berada di tengah-tengah, tapi aku sudah berada di pinggiran lubang. Mungkin itu karena aku terhempas oleh meteor jatuh tadi. Di tempat itu sudah tidak ada apa-apa, bebatuan bangunan, mayat seseorang, tulang belulang. Semuanya sudah tidak ada kecuali aku dan meteor besar itu.


meteor itu ternyata sangat besar. Kalau di bandingkan denganku mungkin perbandingan nya seperti bola kecil dengan sebutir garam.


Disaat aku masih tidak sadarkan diri, tiba-tiba ada seseorang yang muncul di sampingku. Orang itu adalah temannya Rick. Aku tidak tahu bagaimana dia bisa hidup, mungkin dia punya kemampuan khusus, seperti teleportasi, atau apa pun itu. Pokoknya yang jelas dia tiba-tiba muncul di hadapan ku.


Dia menjongkok dan kemudian menepuk-nepuk pipiku untuk bangun. Awalnya aku tidak bangun, tapi ketika dia menamparku dengan kuat, aku pun akhirnya terbangun


"Hah... meteornya!" Aku terbangun dengan perasaan gelisah.


"Kau tidak bisa melakukan apapun,Rakka. Meteornya sudah jatuh dan menghancurkan segalanya."


"Kau..." Aku melihat sekitar dan yang dia katakan memang benar, sudah tidak ada apa-apa disekitar sini.


"Kenapa dia melakukan semua ini? Semua orang disini tidak tahu apapun, tapi kenapa dia malah membunuh mereka semua."


"Seperti yang diperkirakan Rick."


"Apa katamu! Seperti yang di perkirakan nya. Jadi selama ini kau sudah tahu kalau semua orang disini akan mati."


"Benar."


"Apa! Kenapa kau tidak beri tahu aku sebelumnya!? Kalau kau beri tahu aku mungkin aku bisa menghentikan bencana ini terjadi!"


"Kau tidak akan bisa, kau hanya akan terhimpit meteor itu dan kau akan terjebak disana selama bertahun-tahun. Selain terjebak kau juga akan mati dan hidup tanpa henti selama bertahun-tahun di bawah meteor itu."


"Kalau begitu kau yang menyelamatkan mereka, bukannya kau itu kuat, buktinya kau bisa selamat dari meteor jatuh itu."


"Tidak bisa, kalau aku melakukan nya maka rencananya Rick akan berantakan."


"Ternyata kau memang bisa menyelamatkan mereka, tapi kau malah membiarkan mereka mati dan lebih memilih mementingkan rencana bodohmu itu."


"Ini bukan rencana bodoh, terkadang kita memang harus mengorbankan seseorang untuk menyelamatkan lebih banyak orang."

__ADS_1


"Seseorang!? Kau bilang seseorang! Kau ini tidak pernah belajar matematika ya. Kau ini tidak mengorbankan seseorang lagi, bodoh! Kau sudah mengorbankan 1 juta orang hanya untuk melaksanakan rencana bodohmu itu."


"KUBILANG ITU BUKAN RENCANA BODOH, ANAK SIALAN! Kau tidak tahu apapun tentang Rick, kau tidak tahu apapun tentang kami, Kau tidak tahu apapun tentang apa yang sudah kami alami selama ini. Kami sudah mengalami hidup yang lebih keras dan lebih kejam daripadamu. Kami pun dulu berpikiran sama seperti mu, kami ingin menyelamatkan semua orang, kami ingin membuat orang bahagia, tapi kami ini bukan tuhan, kami hanya manusia biasa yang hanya memiliki kekuatan pinjaman." Pria yang terlihat kalem itu tiba-tiba berteriak keras kepadaku, dia terlihat sangat marah kepadaku, tapi entah kenapa dia juga terlihat sedih dan itu bisa terlihat karena matanya mengeluarkan air mata.


Kau...?" Aku mencoba memberitahu kalau matanya mengeluarkan air mata, tapi dia sudah sadar duluan.


"Maafkan aku. Aku terlalu terbawa suasana tadi." Dia mengusap air matanya. Ketika pria itu masih mengusap air matanya, aku tiba-tiba berbicara sesuatu.


"Maaf." Aku meminta maaf karena aku merasa tidak enak mengejek tentang rencananya, tanpa mengetahui apa yang sudah mereka pertimbangkan.


"Hm...nggak apa-apa. Yang penting sekarang kau sudah mengerti, kita tidak bisa jadi pahlawan, kita hanya bisa menjadi seorang manusia biasa. Tolong lah yang bisa kau tolong, relakan yang tidak bisa. Walaupun rasanya menyakitkan, tapi kita harus kuat."


Sebenarnya aku tidak mau mengakui nya, tapi perkataan nya terlalu realistis sampai membuatku tidak bisa berargumen balik. Jadi saat itu aku hanya mengangguk kan kepalaku saja.


"Ah, kita jadi melenceng jauh dari topik sebenarnya. Apakah buku hitam nya masih ada padamu."


"Hmm.... tunggu sebentar." Aku memegangi seluruh tubuhku dan aku tersadar kalau saat ini aku sedang telanjang bulat.


"Oh iya, bajuku kan terbakar. Tunggu...kalau begitu jangan-jangan bukunya juga ikut terbakar." Aku mulai panik.


"Tidak akan, buku itu sudah di kasih mantra anti api."


"Kalau begitu, pasti jatuh di sekitar sini." Aku berjalan kesana kemari, memegangi tanah, siapa tahu tertimbun di bawahnya. Walaupun aku sudah mencari kesana-kesini, tapi aku tetap tak menemukan buku itu


"Kurasa tidak mungkin, aku yakin buku itu sudah di ambil pria bertopeng itu."


"Tidak, malah sebaliknya. Rencana nya rick sudah sangat berhasil." Pria itu mengeluarkan buku hitam dari jubahnya.


"Lho kok. Jadi dari tadi kamu yang bawa."


"Iya, sudah kubawa dari pertama kali kita bertemu di penjara bawah tanah."


"Kok dari situ."


"Sejak awal buku yang kau bawa itu bukan buku yang asli, melainkan buku palsu yang kubuat." Ketika dia mengatakan itu, aku langsung tahu tentang rencananya


"Begitu ya. Jadi kau sengaja memberikan buku palsu padaku agar, si pria bertopeng itu mengambilnya."


"Benar sekali dan bisa dibilang rencananya sukses besar karena dia benar-benar tertipu."


"Hebat sekali kau."


"Bukan aku, tapi Rick. Dialah yang merencanakan semua ini. Oke karena rencana pertama sudah berhasil, sekarang tinggal lanjut ke rencana kedua, yaitu kau harus mencari lima pecahan pohon suci." Pria itu memberikan buku hitam itu padaku.

__ADS_1


Aku menerimanya dan hanya menatap buku itu lama sekali. Aku melakukan itu karena aku merasa tidak bisa melakukan tugas ini, aku merasa masih terlalu lemah dan penakut. Awalnya ketika aku mendapatkan pedang baruku, aku merasa sangat pede karena aku punya kekuatan yang hebat dan kuat. Aku merasa kalau aku punya kekuatan itu aku bisa mengalahkan siapa saja, tapi kenyataannya tidak. Masih ada orang yang lebih kuat dariku dan itu adalah musuhku sendiri.


"Ada apa Rakka?"


"Apakah aku bisa melakukan nya? Bagaimana kalau aku gagal? Bukankah lebih baik kalau kau saja yang mencarinya."


"Rakka...Rick sudah memilihmu. Jadi yang bisa melakukan nya hanya kau. Percayailah perkataan rick, percayailah dirimu sendiri. Aku yakin kau bisa melakukan hal ini."


Kata-kata yang bagus untuk memberi motivasi, tapi sejujurnya itu masih kurang.


"Apakah kau juga akan ikut denganku?"


"Tidak."


"Maksudmu tidak itu, apakah kau cuma mengawasiku dari jauh?"


"Tidak Rakka. Tugasku cuma sampai sini. Setelah ini aku akan kembali menemui Rick dan menunggu perintah selanjutnya."


"Begitu ya. Sayang sekali." Aku semakin tidak semangat.


Melihatku yang tidak semangat, pria itu menepuk pundakku dengan kedua tangannya.


"Hei Rakka,dengarkan aku. Aku tahu kau akan kesepian, tapi aku yakin kau akan bertemu banyak makhluk dan mungkin kalau beruntung, akan ada 1 atau lebih yang akan ikut denganmu."


"Sebenarnya aku agak takut menambah teman lagi, aku takut mereka mati seperti yang lainnya."


"Hei...jangan pernah takut berteman, aku tahu sangat menyakitkan di tinggal teman, tapi teruslah menambah teman sebanyak mungkin, karena temanlah yang membuat kita kuat dan membuat kita tidak kesepian. walaupun mereka mati nanti, mereka tidak akan kemana-mana. Mereka akan selalu disisimu, menjagamu, dan memberimu kekuatan. Jadi jangan pernah takut untuk berteman."


Ketika dia mengatakan itu, entah kenapa aku membayangkan kalau, Paman Tapoc, Mama Viona, Syo,Vivi, Kakek dan Rika sedang berada disisiku sambil memelukku dengan erat. Aku tahu itu hanya imajinasi ku saja, tapi entah kenapa itu terasa nyata dan membuatku merasa ingin menangis.


"Kau benar. Kenapa aku ini? Kenapa aku tidak menyadari nya? Mereka semua ternyata tidak kemana-mana, mereka selalu ada disisiku, mendukung ku agar tetap maju. Terima kasih, Terima kasih karena telah menyadarkanku. Aku tidak akan mundur lagi, aku akan mencari pecahan pohon suci dan akan kupastikan berhasil." Mataku berapi-api.


"Baguslah. kalau begitu aku harus segera pergi dari sini, tapi sebelum itu, kuberikan ini padamu." Pria itu memberikan sebuah tas, ditas itu berisi sepasang baju dan celana, jubah, peta, dan juga beberapa peralatan untuk bertahan hidup, seperti flint and steel, lentera, dan juga pisau kecil untuk mengkuliti hewan.


"Oke kalau begitu aku pergi dulu." Pria itu bersiap ingin pergi.


"Eh... tunggu, aku belum tahu namamu." Langkah pria itu terhenti.


"Sebenarnya namaku sudah kubuang sih, tapi kau bisa memanggilku L."


"L kah, kalau begitu sampai jumpa, L."


"Hum...sampai jumpa." L mengangguk dan kemudian dia pergi dalam sekejap.

__ADS_1


Ketika L pergi aku mendongak keatas dan berkata.


"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi aku berharap semoga nanti aku bisa mendapatkan teman yang banyak." Aku menatap ke langit dan disana terdapat banyak sekali awan yang menutupi langit biru. Namun karena meteor jatuh sebelumnnya, awan itu berlubang dan memperlihatkan langit biru yang cantik.


__ADS_2