
"Sudah. Ayo kerumah ku sebenarnya.dia tepat berada di belakang rumah ini."
Kami berjalan kesamping rumah itu. Disamping rumah itu ada jalan kecil seperti gang. Jadi kami lewat jalan itu untuk kerumah paman Tapoc.
Walaupun itu sebuah gang, tapi disitu tidak ada sampah, atau tempat sampah seperti yang selalu ada di setiap gang di tempat orang biasa. Gang itu sangat bersih, bahkan terlalu bersih, seperti ada seseorang yang selalu membersihkan jalan itu.
Ternyata gang itu cukup panjang dan itu memakan waktu sampai 2-3 menit untuk keluar dari gang itu. Setelah keluar, disana ada jalan besar lainnya yang menanti kami.
Disana juga banyak sekali orang yang berpakaian rapi dan juga mewah berlalu lalang di jalan besar itu. Tidak ada yang menggunakan kereta kuda disini, semuanya berjalan kaki.
Disaat kami juga ikut berjalan bersama dengan orang-orang disana. Disitulah aku melihat rumah yang sangat besar. Besarnya 3 kali lebih besar dari rumah sebelum nya. Bahkan di rumah itu juga ada halaman yang sangat luas dengan di hiasi pepohonan dan bunga bunga yang cantik.
Tidak hanya pepohonan, disitu juga ada banyak patung tentara berwarna emas yang menghiasi halaman itu. Dihalaman itu juga banyak sekali pekerja yang sedang merapikan rumput, menyirami tanaman, dan juga memoles patung berwarna emas tadi. Kalau di hitung-hitung. Mungkin jumlahnya ada 10 orang yang melakukan pekerjaan yang berbeda-beda. Awalnya aku berpikir kalau rumah itu milik salah satu petinggi kerajaan. Tapi kemudian paman tapoc berbicara begini.
"Ini dia rumahku."
Aku pun terkejut mendengar perkataan paman tapoc. Bahkan aku sempat tidak percaya dengan perkataan nya. Tapi kemudian dia berjalan santai ke rumah itu dan juga dia disambut hangat oleh pekerja disana.
"Selamat datang kembali, tuan tapoc." Para pekerja itu menyambut tuannya sambil membungkukan badannya.
Disitu aku masih terdiam sambil mulutku ternganga sedikit. Seakan tidak percaya dengan yang kulihat saat ini.
Melihatku bengong lagi, paman tapoc pun menghampiriku lagi dan menepuk pundak ku yang membuatku tersadar.
"Hei..jangan bengong lagi. Tenang saja ini rumah paman beneran kok. Ayo segera masuk."
"Umm. Baik paman." Aku mengangguk, tapi aku masih terkagum-kagum dengan rumahnya.
Kami pun berjalan bersama ke pintu depannya yang sangat besar. Selama berjalan aku berpikir. Sebenarnya apa pekerjaan paman tapoc. Bagaimana bisa dia punya rumah sebesar ini. Pertanyaan itu terus berputar di kepalaku sampai membuatku tidak sadar kalau kita sudah berada di depan pintunya.
Setelah sudah dekat ternyata pintu itu lebih besar dari sebelumnya. Bahkan aku berpikir bagaimana cara membukanya, pasti pintu sangat berat. Tapi kemudian paman tapoc hanya menyentuhkan jarinya di pintu itu dan pintu itu terbuka dengan sendirinya.
__ADS_1
Ketika pintu itu terbuka, sudah ada para wanita muda yang cantik dengan pakaian maid. Menyambut kedatangan kami.
"Selamat datang tuan Tapoc dan tuan Rakka." Para pelayan itu membungkukan badannya dengan kedua tangannya diletakkan di bagian perut meraka.
"Saya sudah menunggu kedatangan anda tuan Rakka. Tolong ikuti saya,tuan. Saya akan mengganti pakaian anda." Salah satu wanita berambut pirang maju kedepan dan mengajakku ke ruang ganti.
"Eh..ada apa ini?" Aku pun bingung karena tiba-tiba diajak oleh seorang wanita cantik.
"Tenang saja, dia hanya akan mengganti pakaian mu. Jadi lebih baik ikuti saja."
"Okelah kalau paman bicara begitu."
Aku pun mengikuti wanita berambut pirang itu melewati lorong demi lorong. Selama kami berjalan, wanita itu berbicara padaku
"Salam kenal tuan Rakka, saya Vivi. Saya adalah asisten pribadi anda mulai hari ini. Jadi kalau anda butuh sesuatu bilang saja pada saya. Nanti saya akan penuhi permintaan anda dengan segera."
Aku agak terkejut kalau akan mendapatkan asisten pribadi, apalagi asistennya adalah wanita secantik dia. Jadi saat itu aku hanya mengiyakan saja.
Aku pun hanya menuruti nya dan aku masuk duluan. Setelah masuk, betapa terkejutnya aku melihat banyak sekali baju mewah yang tersusun rapi di lemari. Di dalam ruangan itu ada berbagai baju dengan model yang berbeda-beda. Ada yang model berjas seperti punya paman tapoc, ada juga pakaian berkerah yang juga sangat bagus dan tentunya mahal. Tak hanya itu ada juga kaos yang sangat halus dan lembut ketika kusentuh. Pokoknya di ruangan itu penuh dengan baju mewah dan juga berkualitas tinggi.
"Baik tuan. Anda ingin menggunakan baju yang mana?"
Karena terlalu banyaknya baju disini aku jadi bingung ingin memakai apa jadi aku pun menyuruh Vivi yang memilihkan saja.
"Umm...kau sajalah yang memilihkan,Vivi."
"Baiklah. kalau begitu ,Mohon tunggu dulu,tuan."
Aku pun menunggu sambil melihat Vivi memilihkan baju untukku. Terlihat disitu kalau Vivi memilihkan jas seperti milik paman Tapoc, tapi jas itu berwarna biru tua.
"Bagaimana kalau ini tuan?"
__ADS_1
Karena aku tidak terlalu peduli mau makai yang mana, jadi aku mengiyakan saja.
"Itu juga tidak apa-apa."
"Baiklah akan kubawa jas ini. kalau begitu ayo kita ke kamar mandi tuan?"
"Untuk apa?"
Vivi membukakan pintu dan mempersilahkan aku maju duluan.
"Tentu saja mandi, tuan."
Kalau dipikir-pikir, tadi pagi aku memang belum mandi sih. Aku terlalu sibuk menghabiskan waktuku dengan orang tuaku. Bahkan, biasanya aku tidak mandi karena pasti bakal berkeringat lagi karena latihan. Biasanya aku itu mandinya setelah latihan dan itu bisa siang atau sore.
Aku mencium ketiak ku dan tidak ada bau, karena aku baru mandi semalam dan setelah mandi aku tidak melakukan apapun yang membuatku berkeringat. Awalnya aku tidak mau menerima tawarannya untuk mandi, tapi karena dipaksa, aku pun ikut saja.
Seperti sebelumnya, rumah ini ternyata sangat besar, banyak sekali lorong demi lorong yang kulewati hanya untuk bisa sampai ke kamar mandi.
Setelah 3 menit akhirnya kami sampai di sebuah pintu. Tidak seperti ruangan yang lain, yang hanya memiliki satu pintu kecil. Ruangan kamar mandi ini memiliki dua pintu dan juga besar. Walaupun tidak sebesar pintu depan, tapi ini sudah setengah dari besarnya pintu depan.
Seperti paman tapoc yang membuka pintu depan dengan menyentuhnya. Vivi juga menyentuhkan jarinya di pintu itu dan pintu itu terbuka sendiri.
Ketika terbuka, ada uap yang keluar dari sela-sela pintu. Uap itu menyentuh kakiku dan itu terasa hangat dan juga sangat nyaman. Setelah pintu itu terbuka lebar. Disana ada banyak sekali wanita yang menunggu ku. Mereka berpakaian seperti maid, tapi agak berbeda. Pakaiannya seperti dikhususkan untuk di kamar mandi ini.
"Selamat datang,tuan Rakka. Mari..biar kami bersihkan tubuh anda." Pelayan itu membungkuk dengan sopan.
"Eh..kenapa ada para pelayan disini?"
"Mereka yang bertugas memandikan anda, tuan. Anda tidak usah ragu. Mereka akan membersihkan sejengkal kotoran yang ada di tubuh anda."
"Bukan itu yang kupikirkan, tapi.." aku belum sempat bicara, Vivi langsung mendorong ku ke kerumunan para pelayan itu.
__ADS_1