
Setelah menemukan koin emas itu. Aku ingin mengubur mayatnya Rika dengan layak, tapi karena aku tidak punya sekop untuk menggali dan aku juga tidak punya waktu. Jadi, aku pun hanya menutupi nya dengan dedaunan. Tentu saja daun yang kupakai adalah daun yang memiliki bau yang menyengat agar para monster tidak bisa menemukan bangkainya nanti. Aku tidak mau mayatnya Rika dimakan para monster, makanya aku melakukan itu. Sebenarnya lebih efektif dikubur sih, tapi mau gimana lagi. Lebih baik gunakan cara yang gampang dan cepat.
Setelah menutupi mayatnya Rika dengan dedaunan, aku segera memasukan koin emas ke dalam tas dan kemudian aku pergi ke utara karena disanalah arah menuju Negeri Peri.
Omong-omong tentang Peri. Dulu aku pernah baca 1 buku tentang peri. Dikatakan di buku itu kalau peri itu mirip seperti manusia, tapi dia kecil dan memiliki sayap tembus pandang seperti capung. Aku tidak tahu itu benar atau tidak, karena yang kubaca kala itu hanya cerita dongeng.
Dikatakan lagi di buku itu, kalau peri itu sangat pemalu, mereka jarang sekali menampakkan diri ke makhluk hidup lain. Ketika ada seseorang yang mendekati mereka. Para peri akan segera bersembunyi di bebatuan atau di lubang di pohon. Jadi kalau cerita ini benar, maka aku harus mencari peri itu di lubang pohon atau bebatuan.
Yah... sebenarnya saat ini aku sangat antusias sekali, karena aku akhirnya bisa berpetualang ke alam liar, tapi disisi lain aku juga sangat sedih karena aku hanya sendirian. Kalau saja Rika masih hidup, mungkin saat ini kami saling berbincang-bincang tentang keluarga kami masing-masing.
"Ah...aku berharap sekali mereka semua masih hidup dan menemaniku disini." Aku berbicara sendiri di hutan yang sepi.
"Sudahlah. Tidak baik memikirkan itu terus, lebih baik aku fokus saja ke depan." Aku berjalan santai melewati ilalang yang tinggi.
Aku terus berjalan dan terus berjalan. Selama perjalanan aku terkadang mengambil beberapa tanaman herbal. Yang kuambil kala itu hanya tanaman herbal yang akan berguna kalau tanaman itu sudah kering.
__ADS_1
Tanaman herbal itu banyak jenisnya. Ada tanaman herbal yang langsung dimakan, ada tanaman herbal yang harus di rebus dulu, dan ada tanaman herbal yang harus jadi kering dulu agar khasiat nya keluar.
Aku mengambil tanaman herbal yang harus jadi kering dulu karena aku akan melakukan perjalanan yang jauh, jadi selama perjalanan, tanaman yang kubawa akan kering dan khasiat nya pasti akan keluar.
Kalau tiba-tiba aku terjadi apa-apa, aku bisa langsung menggunakan tanaman herbal itu untuk menyembuhkan ku. Aku tahu aku ini abadi, tapi aku bersiap-siap saja. Takutnya nanti tiba-tiba lukaku tidak bisa sembuh sendiri.
Seperti sebelumnya ketika aku melawan pria tanpa wajah itu. Ketika ditusuk, lukaku tak kunjung sembuh dan ketika aku mati luka itu langsung sembuh. Sepertinya luka-luka ku tidak akan langsung sembuh kalau aku tidak mati dulu. Jadi karena itulah aku bersiap-siap saja.
Selama perjalanan, aku terkadang bertemu dengan makupa, tapi anehnya mereka tidak menyerangku, ketika mereka bertemu denganku, mereka langsung terbirit-birit, seperti orang yang baru saja melihat hantu. Padahal sebelumnya, mereka akan langsung menyerangku ketika bertemu denganku. Apakah karena sekarang aku jadi kuat, makanya mereka tidak menyerangku. Aku memang pernah dengar kalau makupa akan langsung lari ketika melihat orang yang lebih kuat darinya, tapi aku tidak pernah tahu kalau mereka akan sangat ketakutan ketika melihat ku.
Disitu aku langsung berhenti berjalan dan panik karena tidak ada apa-apa di tanganku. Sebelumnya di tanganku itu ada sebuah gelang pemberian orang tua angkatku, tapi sekarang gelang itu menghilang.
"Lho kemana gelangku? Apa jangan-jangan terjatuh di pertarungan sebelumnya, atau malah meleleh karena ledakan meteor sebelumnya. Aduh gimana nih? Padahal itu satu-satunya kenangan dari orang tua angkat ku " disitu aku panik, bingung mau kembali dan mencari gelangku atau melanjutkan perjalanan ku. Kalau aku kembali akan memakan waktu yang lama, karena aku sudah berjalan cukup jauh. Sedangkan kalau aku melanjutkan perjalanan ku, aku takut nya gelang itu masih ada disana dan rasanya tidak tega kalau meninggalkan nya begitu saja.
Disaat aku dilanda kebingungan, tiba-tiba tanah di sekitar ku bergetar cukup kuat. Aku tidak tahu kenapa, tapi disaat tanah bergetar, ada duri-duri tajam yang keluar dari dalam tanah.
__ADS_1
Duri-duri itu bergerak membelah tanah, tapi tidak merusak nya, seakan duri itu sedang berenang di air. Duri- duri itu semakin tinggi dan semakin menunjukkan duri yang lainnya. Setelah semua durinya terekspos, disitu lah aku bisa melihat matanya.
Matanya sangat besar. Mungkin diameternya sekitar 1-2 meter. Warna matanya berwarna kuning, dengan pupil mata seperti reptil. Dilihat dari kulit yang terlihat sedikit, bisa dilihat dia itu punya sisik seperti seekor buaya. Dari situ aku bisa tahu makhluk apa yang sedang mendekatiku.
"Crocland...! Kenapa dia bisa ada disini?"
Biasanya Crocland itu jarang sekali muncul, dia akan muncul kepermukaan kalau ada mangsa yang besar atau sedang ada masalah di bawah tanah. Oh iya...aku lupa satu hal, dia juga akan muncul kalau ada lawan yang kuat.
"Tch...ini tidak bisa di hindari lagi, sebenarnya aku lagi malas bertarung sih, tapi ya sudahlah." Aku menurunkan tasku dan mengambil pedangku. Disaat aku mengarahkan pedangku ke crocland, tiba-tiba pedangku bercahaya dan mengecil. Dia semakin mengecil dan mengecil dan pada akhirnya dia berubah menjadi sebuah gelang di tangan kananku. Gelang itu mirip sekali dengan gelang pemberian orang tua angkatku, atau memang itu gelangnya.
"Sialan! kenapa pedang ini tiba-tiba jadi gelang disaat seperti ini."
Crocland itu sudah sangat dekat dan mulai menyelam lagi. Ini bisa di bilang sangat bahaya, karena disinilah serangan Crocland akan dimulai. Dia akan muncul di bawah mangsanya dan membuka mulutnya lebar-lebar untuk memakanya bulat-bulat.
Aku yang mulai merasa terancam pun segera mengambil tasku kembali dan segera berlari sejauh-jauhnya. Ternyata ketika pedangku jadi gelang, kekuatan ku pun juga menghilang, jadi sekarang aku tidak bisa berlari kencang seperti sebelumnya.
__ADS_1
"Sialan, kenapa jadi seperti ini!? Aku harus cari cara agar bisa lepas dari monster ini." Disaat aku berlari, tiba-tiba secara sekilas aku melihat suatu hewan dan itu adalah hewan yang bisa membuatku kabur dari monster ini—tidak... membunuh monster ini.