Mencari Pecahan Pohon Suci

Mencari Pecahan Pohon Suci
Petualangan dimulai part 12


__ADS_3

Semua orang yang melihat nya berteriak histeris dan segera menjauh dari istana. Karena istana itu sangat besar, jadi runtuhnya istana itu membuat tanah bergetar cukup kuat dan membuat kepulan debu yang sangat banyak. Saking banyaknya debu, seluruh tempat yang ada di sekitar istana jadi tertutupi kepulan debu dan itu membuat semua orang tidak bisa melihat dengan jelas.


Seluruh warga yang berada di sekitar semakin bertanya-tanya, kenapa istana itu bisa tiba-tiba runtuh, dan sejujurnya mereka juga panik karena di dalam istana itu terdapat alat sihir tingkat tinggi yang membuat barier di kerajaan ini. Kalau alat sihir itu sampai rusak maka barier yang melindungi kerajaan ini selama bertahun-tahun juga akan hilang dan itu bisa membuat para monster masuk ke dalam kerajaan.


Walaupun di dalam kerajaan ada banyak sekali monster Hunter atau petualang handal. Namun kalau monster nya ada ribuan maka petualang dan Monster hunter tidak ada gunanya lagi. Apalagi sekarang John si Monster hunter paling kuat di kerajaan ini sudah mati dan itu membuat melawan monster yang banyak jadi mustahil.


Tak lama ketika para warga bertanya-tanya tentang apa yang terjadi di istana. Dalam sekelibat mata, ada seseorang yang berlari dengan sangat cepat, seluruh warga disana tidak tahu siapa itu, karena mata mereka tidak bisa mengikuti kecepatan itu.


Tal hanya terlihat siluet seseorang yang sedang berlari, tapi juga terdengar suara adu pedang di mana-mana. Para warga yang ada di sekitar semakin takut dan khawatir. Takutnya yang sedang beradu pedang itu adalah para monster hunter yang sedang bertarung dan kejadian itu sering sekali terjadi di tempat itu. Dulu pernah ada kejadian monster hunter saling beradu pedang karena memperebutkan seorang wanita, dan karena pertarungan itu, salah satu monster hunter itu meninggal dan 5 orang warga yang ingin melerai mereka, terluka parah. Karena kejadian itu, monster hunter yang telah membuat kekacauan dan telah membunuh seseorang itu dipecat dari pekerjaannya menjadi Monster Hunter. Dia tidak boleh memegang senjata lagi selama hidupnya.


Karena suara adu pedang itu terdengar dimana-mana, mereka mengira kalau yang beradu pedang tidak hanya satu, melainkan lebih dari satu. Jadi karena tidak mau jadi korban perkelahian mereka, para warga pun segera menjauh dari tempat itu sejauh-jauhnya.


Ada salah satu warga yang baru saja berlari beberapa meter, tapi langkahnya terhenti karena tiba-tiba ada sebuah batu sekepal tangan yang hampir membuat kepalanya benjol. Batu itu itu setengah centi lagi akan menabrak dahinya, namun untungnya batu itu berhasil di tahan seseorang. Tentu saja orang itu adalah aku. Aku sedang menahan batu yang di lemparkan orang bertopeng tadi.


"Hei...ini duel antara kita berdua, jangan sampai kau membuat para warga terluka."


"Memangnya apa peduliku dengan hal itu, lagipula dia juga tidak akan mati karena hal itu, mungkin akan benjol saja."


"Benjol? Aku tidak yakin dengan hal itu." Aku melepaskan batu itu dan telapak tanganku langsung memerah dan juga gemetaran.


"Pergi!" Aku menyuruh orang itu agar pergi dan untungnya dia langsung pergi dengan cepat.


"Ini aneh ya. Padahal kau sudah kutinju dan kuhantam ke tanah beberapa kali, tapi kau terlihat baik-baik saja. Apakah kau itu punya kemampuan khusus?"


"Entahlah aku juga tidak tahu."


"Kalau begitu mau mengujinya?" Pria bertopeng itu mengeluarkan sebuah pedang yang entah dari mana.


Ini bisa dibilang sangat bahaya, karena dia memakai tangan kosong saja bisa sangat kuat, apalagi kalau memakai pedang. Aku pun memegang pedangku lebih erat lagi dan semakin menajamkan indraku. Namun baru saja aku mengedipkan mata, tiba-tiba dia menghilang entah kemana. Aku coba mendengar sekitar dan aku tidak mendengar suara langkah sedikit pun.


"Kemana dia?"


Tak lama setelah itu, tiba-tiba ada pedang yang menembus perutku dari belakang. Rasanya sangat sakit sih, tapi aku sudah terbiasa dengan rasa sakit ini. Tanpa mempedulikan rasa sakit diperutku, aku pun langsung berbalik badan dan segera mengayunkan pedangku dengan kuat.


Pedangku berhasil mengenainya dan itu pertama kalinya, tapi sayangnya hanya mengenai pedangnya saja. Seranganku sejujurnya sangat kuat, saking kuatnya bisa membuat angin yang cukup kuat dan membuat kepulan debu menghilang.

__ADS_1


Walaupun seranganku sangat kuat, tapi pria bertopeng itu menghentikan seranganku dengan sangat mudahnya. Setelah menghentikan seranganku, dia menghilang lagi. Seperti sebelumnya, aku tidak tahu pergi kemana dia. Lalu kemudian dia muncul lagi dibelakang ku hanya untuk mencabut pedang yang menancap di perutku dan kemudian menghilang lagi.


[Dia bukan berlari sangat cepat sampai menghilang, tapi dia benar-benar menghilang. Aku tidak bisa mengandalkan indraku, tapi aku harus mengandalkan insting ku dan sayangnya aku sangat payah dalam hal ini.] Kataku dalam hati.


Aku pun menutup mataku untuk berkonsentrasi. Aku harus berkonsentrasi untuk menemukan keberadaan pria bertopeng itu. Tak kusangka ketika aku menutup mata, aku seperti bisa melihat medan di sekitar lebih jelas lagi. Aku seperti punya mata kedua yang mengawasiku di atas.


Ketika konsentrasiku sangat tinggi aku seperti melihat seseorang yang sedang mendekat ke arahku dan aku yakin orang itu adalah pria bertopeng. Lalu karena aku sudaj tahu letak orang itu, aku pun segera mengangkat pedangku dan segera mengayunkannya ke arah orang itu.


"Disini kau!" Aku mengayunkannya dan serangan itu membuat angin yang cukup kuat.


"Menyerang apa kau?" Pria bertopeng itu berada di sampingku sambil mengepalkan tangannya.


"Sudah kuduga aku payah dalam hal ini." Aku pun di tinju sampai terpental cukup jauh sampai aku menabrak rumah-rumah warga.


Aku tertimbum bongkahan batu yang cukup besar, tapi aku bisa bangkit kembali. Disaat aku bangkit, pria bertopeng itu berjalan santai ke arahku. Dia memasang wajah bosan, tapi juga terlihat senang.


"Ah...kukira kau cukup kuat, tapi ternyata kau sangat lemah, tapi tetap saja kuakui kalau kau itu cukup tangguh karena bisa bertahan selama ini melawanku. Sebenarnya aku ingin melanjutkan pertarungan ini, tapi aku sudah dapat surat misi baru."


"Misi? Jangan kau kira bisa kabur dariku!"


"Kabur? Siapa yang mau kabur?" Pria itu mengeluarkan sebuah jam pasir seukuran telapak tangan.


"Ini? Kau tidak tahu ini?"


"Tidak tahu, memangnya apa itu?"


Pria itu tertawa kecil.


"Aneh sekali kau tidak tahu ini, kalau begitu mau melihatnya kah." Pria itu langsung mematahkan jam pasir itu. Aku kira itu adalah sihir penguat seperti milik Jangkrik. Namun ketika jam pasir itu dihancurkan, tidak terjadi apa-apa padanya. Bahkan situasi nya sama seperti sebelumnya.


Lalu tak lama setelah itu terdengar suara jeritan orang-orang. Aku yang berada dalam rumah warga merasa penasaran, ada apa diluar. Jadi aku pun segera keluar untuk memeriksa situasi. Setelah keluar ternyata yang membuat para warga berteriak adalah mereka melihat sebuah meteor besar yang sedang menuju kemari.


Aku awalnya tidak terlalu khawatir karena masih ada barier yang melindungi kerajaan ini, tapi kemudian aku tersadar kalau bariernya tidak ada.


"Jangan-jangan!"

__ADS_1


"Benar sekali, ini adalah alat sihir pembuat barier." Pria bertopeng itu ikut keluar rumah.


"Apa yang kau rencanakan!? bukannya rencanamu sudah berhasil disini! Kalau kau bantai semua orang disini bukannya ritual nya akan gagal."


"Memang benar kalau disini sudah berhasil, tapi sayangnya di tempat lain gagal terus. Karena hal itu kami pun merencanakan hal baru, yaitu membunuh si Pengunci."


"Pengunci?"


"Iya, seseorang yang telah mengurung keluarga kami di alam Ghaib. Awalnya kami kira yang mengunci keluarga kami di alam ghaib itu adalah seorang tuhan, tapi setelah kami meneliti lebih jauh, ternyata orang yang telah mengunci keluarga kami adalah satu makhluk di dunia ini. Jadi karena Itu kami sekarang sedang memburunya. Sejujurnya aku disuruh mencari di kerajaan ini, tapi karena terlalu menyusahkan, jadi aku pun memilih membantai semuanya saja dan itu lebih menghemat waktu."


"Kau bilang keluarga? Apa maksudmu dengan itu?"


Pria itu terdiam. Tak lama kemudian, dia bicara lagi.


"Baik manusia, aku akan memberi tahumu 1 rahasia Kecil, sebelum kau mati di hantam meteor." Pria itu membuka topengnya dan ternyata pria itu tidak memiliki wajah sama sekali.


"Kau Makhluk Ghaib!"


"Tidak sepenuhnya, aku adalah hasil dari perkawinan silang antara makhluk ghaib dan manusia."


"Kok bisa? Tidak, tidak, tidak. Aku tidak boleh memikirkan itu saat ini. Aku harus menghalau meteor itu jatuh ke kerajaan dulu." Aku ingin pergi, tapi pundakku tiba-tiba di tepuk pria bertopeng itu dan itu membuat ku tidak bisa melangkah.


"Kau pikir bisa kabur begitu saja."


"Lepaskan!" Aku mengayunkan pedangku, tapi kemudian, dia menendang kakiku sampai kakiku tertekuk ke sisi yang tidak seharusnya.


"Argh..." Aku terjatuh dan tidak bisa berjalan lagi.


"Tadi pertarungan yang hebat. Tapi sepertinya kau harus mati sekarang." Pria bertopeng itu mengeluarkan pedang entah dari mana, lalu kemudian dia langsung menusukku tepat di jantungku. Seketika aku pun langsung mati dan terjatuh ke tanah dengan pedang masih menancap di dadaku.


Setelah aku terjatuh ke tanah, pria bertopeng itu merogoh sakuku untuk mencari sesuatu. Tak lama kemudian dia mengambil buku hitam dan langsung menyimpan nya di kantongnya.


"Aku ambil buku ini. Lagipula kau tidak membutuhkannya kan." Dia bertanya pada mayatku.


Setelah menaruhnya di kantongnya, dia langsung menghilang dalam sekejap.

__ADS_1


Meteor itu sudah semakin dekat, seluruh warga berlarian kesana-kemari untuk menyelamatkan diri. Mereka sudah tidak peduli lagi dengan keluarga mereka apalagi anak mereka. Mereka pokoknya sibuk menyelamatkan diri sendiri. Selain orang yang berlari ada juga orang terdiam sambil melihat meteor datang kearahnya, dia adalah orang sudah pasrah dengan keadaan nya. Bahkan dia adalah orang yang paling realistis disitu karena, memang tidak bakal ada orang yang berhasil selamat dari jatuhnya meteor yang besar itu.


Orang-orang berteriak-teriak minta tolong. Tapi sayangnya tidak bakal ada yang menyelamatkan mereka. meteor itu pun jatuh ketanah dan membuat ledakan yang cukup besar dan membuat kerajaan Daman langsung menghilang.


__ADS_2