
"Apa itu?"
"Aku tidak tahu, tapi sepertinya kakek sedang ada masalah. Aku akan kesana untuk memeriksa nya." Rika segera pergi dari kamar.
"Tunggu...aku juga ikut." Aku mencoba berdiri, tapi tidak bisa. Lalu aku pun di bantu Rika untuk berdiri.
"Biar kubantu tuan."
"Terima kasih Vivi."
Aku pun berjalan sembari di tuntun oleh Vivi. Suara itu berasal dari kamar yang lain dan sepertinya itu adalah kamarnya kakek. Kami pun berjalan perlahan kesana dan sesampainya disana kami terkejut karena melihat kamar itu sangat berantakan. Kasur terbalik, lemari jatuh, dan banyak sekali buku dan kertas yang berhamburan di sekitar kamar itu.
Disitu juga terlihat kakek yang sedang menghancurkan lantai kamarnya dengan sebuah kapak. Terdapat banyak sekali lubang akibat kakek menghancurkan lantainya, tapi walaupun sudah banyak sekali lubang dikamar itu. Kakek tidak berhenti melubangi lantai kamarnya.
Aku tidak tahu apa yang dia lakukan. Dia sudah seperti kerasukan setan dan itu membuat Vivi agak ketakutan.
"Kek, apa yang kau lakukan?"
Rika mencoba menghentikan kakek Bari, tapi kakek malah mendorong nya sampai Rika terjatuh.
"Jangan halangi aku!" Tatapan kakek jadi sedikit mengerikan.
Lalu dia melanjutkan menghancurkan lantainya sambil berteriak keras.
"Aaaghh....."
Karena hal itu, lantai di bawah kakek retak dan roboh yang membuat kakek jatuh ke bawah lantai. jarak antara tanah dan lantai kamar kakek itu hanya setinggi pinggang saja, tapi anehnya kakek tidak muncul setelah jatuh dan itu membuat Kami semua khawatir kepadanya.
Kami ingin menghampirinya untuk memeriksa kondisinya, karena mungkin saja punggung kakek patah dan tidak bisa berdiri. Lalu baru saja satu langkah berjalan, kakek tiba-tiba berdiri sambil membawa sebuah buku hitam yang terlihat sudah sangat lusuh.
"Ternyata ini maksudnya Rick." Kata kakek memandangi buku hitam.
"Kek? Kakek gak apa-apa?" Tanya Rika.
"Oh..tidak apa-apa, tapi tolong bantu aku keluar dari lubang ini."
Kami merasa aneh dengan kakek, karena tadi dia terlihat seperti orang yang kerasukan setan, tapi sekarang dia sudah kembali seperti sebelumnya.
Karena Kami tidak mau memikirkan nya lebih panjang lagi. Jadi kami menghampiri kakek dengan melewati lubang yang di buat oleh kakek sebelumnya dan menarik kakek keluar dari lubang itu. Setelah itu kami semua keluar dari kamar yang berantakan itu.
__ADS_1
"Buku apa yang kau pegang itu kek?
"Aku tidak tahu."
"Apa!? Bagaimana bisa kakek gak tahu buku itu apa? Jadi kakek menghancurkan kamar kakek buat apa?" Kataku.
"Beneran. Malahan aku baru tahu kalau ada buku di bawah kamarku."
"Lah terus tadi kakek ngehancurin kamar kakek, buat cari buku itu kan."
"Bisa iya, bisa tidak. Pokoknya kalau ada barang yang mencurigakan di bawah lantai pasto akan kuambil, walaupun itu sebuah sekop."
"Rika, sepertinya kepala kakekmu ini sudah konslet gara gara jatuh tadi deh."
"Mungkin... sepertinya aku harus cari kakek baru lagi deh."
"Hei...kalian ini. Biar kujelaskan dulu alasannya."
"Oke kalau begitu jelaskan."
"Jadi gini, kalian kenal Rick."
"Siapa itu? Kataku.
"Tidak peduli." Kata Rika.
"Yah wajar sih kalian tidak tahu, karena dia juga sudah menghilang dari masyarakat dan bersembunyi di kegelapan."
"Kek serius kek. Siapa Rick itu?"
"Hah....Dia itu kakaknya Tapoc yang tiba-tiba menghilang 24 tahun yang lalu."
"Tunggu, apa? Kau kenal kakaknya paman Tapoc, kek?"
"Tentu saja kenal, malah dia sudah kuanggap anak ku sendiri."
"Kok bisa, kakek ini jangan-jangan ayahnya paman Tapoc ya."
"Tentu saja bukan...."
__ADS_1
"Argh.....sudahilah omong kosong kalian. Lebih baik kakek cepat beri tahu apa hubungannya Rick dengan buku itu." Rika membesarkan suaranya.
"Oh kau benar juga Rika. Kalau begitu akan kujelaskan kenapa aku menghancurkan kamarku sendiri. Jadi setelah Rick tiba-tiba menghilang, aku pun jadi orang tua penggantinya Tapoc karena ayahnya yang asli tidak berguna sama sekali."
"Lalu setelah 1 bulan menghilang, Rick tiba-tiba menampakkan dirinya lagi, tapi dia hanya menemui ku saja dan itu pun saat aku tertidur. Ketika bertemu denganku dia berkata kalau jangan beritahu Tapoc kalo dia menemuiku. Awalnya aku menolaknya, tapi karena dia memiliki alasan yang bagus jadi aku menepati janji itu."
"Tentu saja dia menemuiku tidak hanya untuk mengatakan itu. Dia juga bertanya keadaan adiknya dan juga keadaan ku. kami berbincang cukup lama kala itu dan kebanyakan membahas Tapoc. Lalu ketika perbincangan sudah habis dan Rick ingin pergi. Aku bertanya kepadanya, untuk apa kau meninggalkan Tapoc dan dia berkata...untuk menyelamatkan dunia ini. Setelah mengatakan itu dia langsung menghilang tanpa jejak ke kegelapan."
"Saat itu aku tidak tahu maksud nya sama sekali. Namun di pagi hari, tiba-tiba ada secarik kertas di meja dengan simbol seperti yang kugambar di peta dan juga sebuah tulisan di bawahnya. Tulisan itu bertuliskan, ketika kau menemukan simbol seperti diatas, maka dunia mulai hancur dan saat itulah kau harus mulai menghancurkan kamarmu."
"Aku tidak tahu maksud dari tulisan itu, tapi aku tahu tulisan itu dari Rick. Jadi tulisan itu tetap kusimpan di penyimpanan ku dan siapa tahu, suatu saat akan berguna."
"Karena tadi aku menemukan simbol tadi. Aku teringat dengan tulisan yang di tulis Rick sebelumnya. Jadi aku pun langsung menghancurkan kamarku dan ternyata aku menemukan buku ini di bawah lantai. Aku yakin yang meletakkan buku ini adalah Rick. Jadi mungkin ada Jawaban didalam buku ini, tentang mengapa dia selalu mengatakan dunia ini akan hancur."
"Oh gitu ya. Tapi kenapa paman Tapoc juga menuliskan tentang dunia ini akan hancur. Apakah dia juga sudah tahu hal itu?"
"Hmm... sepertinya surat itu bukan dari Tapoc, tapi dari Rick."
"Apa! Itu tidak mungkin kek, aku sudah memeriksanya beberapa kali dan hasilnya tulisan itu milik tuan Tapoc. Lagipula kalau memang dia yang menulisnya, bagaimana dia bisa meletakkan surat itu di kamarnya tuan Tapoc tanpa ketahuan oleh alat sihirnya."
"Mungkin dia sudah meletakkannya jauh sebelum Tapoc memasang alat sihirnya. Kan bisa dilihat dari kondisi surat itu yang sudah terlihat lusuh."
"Kalau begitu kenapa dia bisa tahu aku memakai gelang kek. Aku ini baru memakai gelang ini kemarin sebelum menjadi keluarga paman Tapoc, tapi bagaimana bisa dia tahu kalau aku menggunakan sebuah gelang."
"Itulah yang kubingung kan, mungkin dia bisa melihat masa depan atau semacamnya, dan mungkin karena hal itu juga dia meninggal kan Tapoc."
"Maksudmu, dia sudah tahu kalau paman Tapoc akan meninggal. Jadi dia sengaja meninggalkan nya untuk melupakannya, begitu."
Kakek hanya mengangguk pelan dengan ekspresi sedih.
"Kalau begitu, semuanya jadi masuk akal."
"Belum semuanya, kita masih belum tahu kenapa dunia ini bisa hancur." Karena Rika mengatakan itu, kami semua menatap ke buku hitam itu.
"Kau benar, kalau begitu ayo kita buka buku ini dan cari tahu kenapa dunia bisa hancur." Kata Kakek yang perlahan membuka buku hitam itu.
Ketika baru terbuka beberapa centi. Aku bisa merasakan aura yang mengerikan keluar dari buku itu. Karena aura yang mengerikan itu. Tubuhku jadi sedikit kedinginan, bulu kudukku berdiri semua, aku agak kesulitan bernafas, dan juga aku agak gemetar sedikit.
Anehnya yang merasakan itu hanya aku, semuanya terlihat biasa saja, apalagi kakek yang mencoba membuka buku itu. Selain hal mengerikan itu aku juga merasa familiar dengan buku itu. Yah...aku tahu memang banyak buku hitam dan polos seperti buku itu, tapi perasaan ini tidak bisa di bohongi. Aku merasa pernah melihat buku itu di suatu tempat.
__ADS_1
Lalu ketika buku itu sudah terbuka sepenuhnya, semua perasaan ngeri dan pertanyaan yang mengganjal di kepalaku, semuanya menghilang.
Bisa terlihat di halaman paling depan buku itu tertulis kata {Alam Ghaib} yang tertulis cukup besar di tengah-tengah halaman.