Mencari Pecahan Pohon Suci

Mencari Pecahan Pohon Suci
Perjalanan ke Negeri Peri part 3


__ADS_3

Hewan yang kulihat secara sekilas tadi adalah Trenggiling Bom. Sesuai namanya, hewan ini bisa membuat ledakan yang cukup besar tergantung besar hewannya.


Ciri-ciri dari Trenggiling bom ini seperti trenggiling pada umumnya, tapi trenggiling Bom ini memiliki warna hitam dan di bagian ekornya ada warna merah sedikit.


Untungnya yang kulihat sekilas tadi ukurannya cukup besar dan mungkin saja bisa membunuh Crocland. Setelah aku tahu ada Trenggiling Bom, aku segera melemparkan tas ku jauh-jauh dan kemudian aku berlari menuju ke Trenggiling bom itu.


Trenggiling Bom itu terlihat berjalan santai. Dia masih belum menyadari kalau aku akan menangkapnya. Lalu ketika dia menyadari ada suara langkah kaki mendekati nya. Dia menengok kebelakang dan melihat aku yang sedang berlari ke arahnya sambil memasang wajah mengerikan.


Dia akhirnya menyadari kalau aku sedang ingin menangkap nya. Jadi dia pun segera telungkup seperti sebuah bola. Dia melakukan itu karena dia akan segera meledakan diri dan ini bisa bahaya, karena ketika dia sudah meledak dia tidak akan bisa meledak lagi.


Jadi, aku segera berlari secepat mungkin untuk menangkap trenggiling itu. Untuknya sebelum trenggiling itu meledak aku sudah berhasil menangkap nya. Namun setelah aku menangkap nya, Crocland sudah berada di bawahku sambil membuka mulutnya lebar-lebar.


Sejujurnya inilah yang ku rencanakan dari tadi. Aku akan meledakan diriku bersama Crocland. Sisik Crocland itu cukup keras, jadi kalau kuledakan diluar dia akan baik-baik saja, dan karena itulah aku ingin meledakan Trenggiling bom ini di dalam tubuhnya yang lembut.


Karena agak susah membuat Crocland membuka mulutnya. Jadi aku sengaja menjadikan diriku umpan agar dia mau membuka mulutnya. Tentu saja aku juga akan ikut kemakan dan terkena ledakan dari Trenggiling bom, tapi aku tidak peduli, karena nanti aku juga akan hidup kembali.


Crocland itu pun melahap ku bersama dengan Trenggiling bom. Setelah aku di lahap aku segera melemparkan Trenggiling Bom ke dalam perutnya. Tak lama kemudian, Trenggiling itu meledak dan membuat perut Crocland meletus seperti sebuah balon.


Jeroannya tersebar kemana-mana, darah terciprat ke pepohonan sekitar yang membuat pepohonan jadi berwarna merah.


Crocland sudah mati. Dia sudah tidak bergerak sama sekali. Tubuhnya terbelah jadi dua dan terpencar ke sisi yang berbeda-beda.


Disitu aku juga mati, tubuhku hancur seperti bubur. Dan seperti sebelumnya ketika aku mati. Aku akan bertemu dengan anak kecil itu.


Tidak seperti sebelumnya, ketika aku mati dia akan langsung menghidupkan ku kembali, tapi sekarang dia hanya diam sambil menatap ku dengan mengerikan.


"Sepertinya sekarang kau terlalu meremehkan kematian, manusia." Dia mengatakan itu sambil berjalan menjauh dariku.


"Yah...mau gimana lagi, kau kan yang membuatku abadi."


Anak kecil itu berhenti berjalan dan kemudian menghadap ke arahku lagi.

__ADS_1


"Aku tidak membuatmu abadi, tapi kau mengambil nyawa orang lain."


"Apa!? Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak membunuh orang, aku hanya membunuh diriku sendiri."


"Tidak, kau membunuh seseorang. Setiap kali kau membunuh dirimu, maka nyawa orang lain akan melayang untuk menghidupkan mu kembali."


"Kau bercanda kan?"


Anak kecil itu hanya terdiam dan kemudian dia menginjakkan kakinya ke tanah dengan kuat, dan kemudian muncul sebuah layar secara ajaib. Di layar itu ada dua orang yang berada di tempat yang berbeda-beda.


Satu orang itu adalah diriku sendiri, sedangkan orang satunya aku tidak kenal, mungkin itu orang dari kerajaan lain.


Itu adalah cuplikan ketika aku mencoba bunuh diri di penjara bawah tanah, dan satu orang lainnya sedang berjalan santai di jalanan kota.


Di cuplikan itu terlihat kalau aku sedang bunuh diri, ketika aku bunuh diri. Orang satunya yang sedang berjalan santai, tiba-tiba sempoyongan dan terjatuh ketanah dengan darah yang keluar dari mulutnya.


Setelah pria itu mati, tak lama kemudian aku pun hidup kembali. Setelah orang itu mati, di gantilah cuplikan orang yang berbeda. Disitu juga sama, aku mati, orang lain juga ikut mati dan kemudian aku hidup kembali.


"Hentikan itu, kumohon hentikan cuplikan itu."


"Selama ini kau itu hanya mengambil nyawa orang kau tahu."


"KUBILANG HENTIKAN!" Aku berteriak keras sekali.


Anak kecil itu tidak terlihat takut sama sekali, tapi dia langsung menghentikan cuplikan itu dengan menghentak kan kakinya ke tanah sekali lagi.


"Sejak awal aku tidak menginginkan ini kau tahu! Kau lah yang membuatku seperti ini! Kalau kau tidak suka aku melakukan bunuh diri terus, kenapa kau tidak ambil saja kekuatan ini!?"


"Tidak bisa! Kau masih harus menyelesaikan misimu."


"Misi? Misi apa? Aku tidak ingat kau pernah memberiku suatu misi."

__ADS_1


"Gambar kala itu."


"Gambar? Maksudmu gambar biji kala itu. Apa yang kau mau dari gambar biji tidak jelas itu."


"Carilah biji itu dan kembalikan padaku."


"Hah? Kenapa aku harus melakukan nya? Apa pentingnya bagiku? Lagipula kenapa kau memilihku? mengapa bukan orang lain saja?"


"Karena kau telah berjanji padaku. Kau bilang akan mengabulkan 1 permintaan ku dan kau tidak akan menyerah sebelum permintaanku terkabul kan."


"Aku tidak pernah berjanji apapun padamu kau tahu. Aku ini baru bertemu dengan mu beberapa kali dan aku tidak pernah ingat kalau aku pernah berjanji begitu padamu."


Anak kecil itu terlihat agak sedih sambil menundukkan kepalanya. Lalu kemudian dia mengangkat wajahnya dan kembali ke ekspresi datarnya.


"Sekarang kau mungkin tidak ingat, tapi suatu hari nanti kau akan ingat janji kita di padang rumput kala itu."


Aku tidak tahu maksud perkataan anak kecil itu, tapi ketika dia mengatakan itu, entah kenapa aku merasa sedih. Seakan aku tahu janji itu.


"Apa maksudmu...?"


Saat aku ingin bertanya lebih, tiba-tiba ada lubang di bawahku yang membuat aku terjatuh ke dalam. Disaat aku terjatuh, aku bisa mendengar suara anak kecil itu yang berbicara padaku dari atas, dia berkata.


"Pokoknya jangan mati terus, karena mungkin saja yang jadi korbannya selanjutnya adalah orang terdekat mu."


Saat itu tidak teriak sama sekali, karena aku sudah terbiasa jatuh seperti ini. Karena tidak teriak, aku bisa berpikir jernih. Jadi saat anak kecil itu mengatakan itu, aku langsung teringat dengan orang tua angkatku.


Dia mungkin benar, kalau aku mati terus, bisa-bisa orang tuaku angkatku yang jadi korban selanjutnya dan tentu saja aku tidak mau itu terjadi.


*****


Tak lama kemudian aku pun terbangun di genangan darah milik Crocland. Disitu aku terlihat baik-baik saja, tapi aku terlihat sangat lemas dan seperti nya itu adalah salah satu konsekuensinya kalau kau hidup kembali.

__ADS_1


"Aku hidup kembali, tapi ada nyawa orang yang melayang untuk mengganti nyawaku. Sebaiknya kali ini aku harus menjaga nyawaku lebih hati-hati lagi. Aku tidak mau orang lain mati gara-gara aku." Aku menatap tanganku yang penuh lendir dan darah.


__ADS_2