
Mama Viona terlihat tersenyum melihat kedekatan kami. Lalu wajah tersenyum nya menghilang ketika ada seseorang yang muncul di depan pintu dan itu adalah paman tapoc yang terlihat tergesa-gesa.
"Oh..maaf, maaf Aku terlambat. Tadi ternyata rapatnya cukup panjang."
Istrinya terlihat menjentikkan lidahnya dengan wajah kesal.
"Tch.....kenapa kau harus muncul sih?"
"Emang kenapa sih? Rumah-rumah ku juga. Bebas dong kalau aku ada dimana aja. Malah yang seharusnya tanya itu aku, kenapa kamu ada disini?" Paman tapoc duduk di samping mama Viona.
"Hah...! Ya karena aku itu istrimu, jadi rumahmu ya rumahku. Jadi aku sama bebasnya denganmu."
"Siapa bilang ini juga rumahmu dan siapa bilang kalau kau masih istriku."
"Hah....!" Mama Viona terlihat sangat marah, tapi paman tapoc terlihat santai duduk di kursinya. Ketika kemarahan mama viona hampir sampai puncaknya dan ingin melampiaskan nya ke paman tapoc. Syo tiba-tiba berkata.
"Mama!"
Seketika kemarahan mama viona menghilang dan kembali menjadi kucing yang jinak.
"Iya. Ada apa sayangku?" Mama viona tersenyum lebar ke arah Syo.
"Jangan pukul papa ya, kasian nanti papa."
Paman tapoc terlihat tertawa kecil sambil menutupi mulutnya. Mama viona pun terlihat kesal. Ternyata karena ini paman tapoc terlihat santai mengerjai istrinya. Dia dilindungi oleh malaikat kecilnya.
"Papa juga begitu, jangan buat mama marah telus."
"Baik! Laksanakan Komandan!" Paman tapoc merapatkan jarinya dan meletakkan tangannya di dahinya layaknya seorang prajurit.
__ADS_1
Sejujurnya aku tidak pernah melihat keluarga yang unik seperti ini. Dimana anak yang memarahi orang tuanya. Entah kenapa Ketika Syo memarahi orang tuanya, aku seperti melihat, kucing kecil yang sedang menceramahi singa dan beruang agar tidak bertengkar. Dan itu sangatlah imut. Mungkin aku bisa betah selamanya disini, karena bisa bersama keluarga yang harmonis ini.
"Oke...karena sejujurnya ini sudah agak terlambat. Jadi lebih baik kita segera makan saja." Paman tapoc tepuk tangan dua kali dan tak lama setelah itu dari pintu yang berada dibelakang ku dan di belakang paman tapoc muncul beberapa orang pria dan wanita yang berpakaian serba putih dengan memakai topi yang tinggi. Meraka keluar sembari membawa makanan yang sangat banyak dan tentu saja mewah.
Ada berbagai makanan yang mereka bawa, seperti sayuran yang terlihat hijau dan segar. Berbagai macam daging, dari daging rusa, ayam, sampai sapi. Ada juga makanan pencuci mulut seperti, kue, puding,dan juga eskrim.
Semua makanan itu di taruh di meja sampai tidak ada tempat yang tersisa di meja itu. Aku berpikir, untuk apa makanan sebanyak ini. Kan tidak mungkin kami berempat bisa menghabiskan semua makanan ini.
"Umm... paman, apakah semua ini harus kita habiskan. Ini ada banyak sekali lho. Mana mungkin manusia bisa menghabiskan semua ini."
"Hahaha...tentu saja kita tidak bakal menghabiskan semuanya sendiri. Karena setelah kita selesai makan, nanti gantian para pelayan dan semua pekerja yang ada di rumah ini yang akan makan semuanya sampai habis tak tersisa."
Jadi begitu... pantesan kok disini banyak sekali kursi. Ternyata untuk para pekerja nya makan nanti. Tapi sepertinya tak hanya karena itu deh. Mungkin kursi yang banyak ini juga untuk pesta makan ketika para bangsawan datang bertamu.
"Oh..begitu ya. Kukira kita harus menghabiskan semua ini."
Ketika semua makanan sudah tersusun rapi di meja makan. Orang berbaju setba putih itu langsung menyiapkan piring bersih dan juga peralatan makan yang sangat banyak di depan kami semua. Setelah itu dia memberikan kain bersih dan di tempatkan nya di paha kami. Sungguh beruntung sekali orang yang menempatkan kain di paha mama viona yang mulus. Eh...maaf. maksudku semua nya bekerja dengan baik dan mereka semua tidak memasang ekspresi apapun kecuali terus tersenyum kepada kami.
"Nah..karena makanan sudah siap. sebaiknya kita segera makan, sebelum makanannya dingin."
Seperti yang dikatakan Vivi sebelumnya kalau mau mengambil makanan. Harus memerintah pelayan pribadi mu untuk mengambilkannya.
"Umm...Vivi"
"Iya tuan."
"Bisa ambilkan makanan pembuka yang tidak perlu menggunakan peralatan yang ribet dan makanan harus itu sedikit karena saat ini aku masih kenyang."
Oh iya...makan disini juga harus berurutan. Dimana kamu harus makan pembuka dahulu yang biasanya makananya hanya sayur-sayuran dan kemudian dilanjutkan dengan makanan utama, yang mana makanannya harus bisa mengenyangkan, seperti kentang atau roti dan tentu saja harus ada pendampingnya seperti daging, atau telur. Setelah itu kita harus memakan makanan penutup. Yang biasanya makanan nya itu manis-manis, seperti kue atau eskrim. Kalau minuman disini bisa memilih antara air putih, jus atau wine. Tapi karena aku masih belum cukup umur dan aku tidak terlalu suka yang manis-manis, jadi aku memilih air putih saja saat itu.
__ADS_1
"Baik tuan, akan segera kuambilkan."
Lalu Vivi mengambil sebuah piring yang berisi wortel 1 iris, mentimun 1 iris dan tomat kecil 1 iris. Semua itu di tumpuk jadi satu yang kemudian diberi saus berwarna merah dan juga butiran-butiran aneh berwarna coklat dia atasnya.
Sejujurnya aku agak tercengang karena aku belum pernah melihat makanan sedikit ini sebelumnya, tapi aku tidak protes karena ini lah yang kuinginkan.
"Ini tuan."
"Terima kasih Vivi." Aku mengambil garpu, kemudian menusuk makanan itu dan memakannya. Ketika aku memakannya aku sungguh terkejut karena makanan ini sangatlah enak. Padahal ini cuma wortel, mentimun dan tomat yang di tumpuk jadi satu lho.
"Hmm...apa ini enak sekali."
"Itu namanya Grubke Scvalia."
"Grub apa..?"
"Sudahlah tuan, makan saja, Namanya tidak penting."
"Oh iya kau benar juga." Aku melanjutkan mengunyah makanan itu.
Makanan itu langsung habis dalam satu gigitan saja. Lalu aku menyuruh Vivi lagi untuk membawakan makanan utama.
"Baik Vivi, sepertinya sebelumnya, makanan yang tidak terlalu ribet dan juga sedikit."
"Baik tuan."
Vivi pun mengambil Daging steak yang sangat sedikit dengan kentang rebus dan sayuran seperti brokoli, kacang panjang dan wortel di samping daging itu.
Dan seperti sebelumnya makanan ini juga sangat enak, bumbu-bumbu nya meresap semua kedalam daging dan kentang rebusnya juga sangat manis dan mengenyangkan. Sayuran juga sangat segar dan enak.Aku itu tidak terlalu suka sayur, tapi kalau sayurnya enak begini, kalau makan setiap hari pun aku mau.
__ADS_1
Daging steak itu pun habis dalam beberapa gigitan saja. Setelah selesai aku menyuruh Vivi untuk mengambil makanan penutup dan kali ini aku memilih sendiri