Mencari Pecahan Pohon Suci

Mencari Pecahan Pohon Suci
Manusia Serangga Part 6


__ADS_3

"Mereka juga bilang akan melaksanakan rencana kedua yaitu membuka Alam Ghaib, tapi tentu saja mereka tidak bisa melakukan nya segampang membuka pintu rumah. Mereka harus melakukan ritual dulu yaitu mengorbankan setiap Makhluk dari setiap negeri."


"Mereka juga tidak boleh membunuh sembarangan karena mereka harus membunuh sesuai simbol kuno dari setiap negeri. Kalau simbol kuno untuk manusia sudah kuberitahukan padamu di kertas hari itu kan kek."


"Simbol yang ada di peta itu kek." Kata ku.


"Kalau begitu mereka sudah mulai dong." Kata kakek dengan wajah cemas.


"Kalian tenang saja. Memang kalau kalian melihat ini berarti salah satu simbol sudah berhasil di buat, tapi yang lainnya masih dalam pembuatan. Pembuatan nya juga harus di bulan dan di tahun yang berbeda beda. Lagipula aku sudah berhasil menggagalkan 3 rencana pembunuhan mereka di negeri penyihir. Jadi kita masih punya banyak waktu untuk menghentikan mereka."


"Nah karena kalian sudah mendengarkan cerita membosankan tadi. Sekarang aku ingin meminta bantuan kalian, termasuk bantuan mu Rakka."


"Kenapa dia bisa tahu namaku?"


"Jadi gini, aku memang berhasil menggagalkan rencana pembunuhan mereka di negeri penyihir, tapi aku tidak yakin bisa menggagalkannya terus. Jadi aku meminta bantuan kalian untuk mencari pecahan pohon suci, menyatukan mereka kembali dan menanamnya di tengah-tengah dunia lagi. Kalau pohon suci kembali ke tempatnya, maka para penjahat itu tidak akan berhasil membuka Alam Ghaib dan Dunia ini pun akan selamat."


"Aku sudah tahu dimana letak pecahan Pohon suci dan semua itu akan muncul di buku hitam itu setelah ini selesai. Aku masih tidak tahu letak pastinya atau benar tidaknya lokasi pecahan itu, tapi sebaiknya kalian cari dulu. Karena kita sudah tidak ada waktu lagi."


Tak lama setelah itu terdengar suara orang yang memanggil Rick. Suara itu adalah suara wanita.


"Rick kita sudah ketahuan."


"Apa!? Tch...ternyata semakin lama, mereka ini semakin pintar saja menemukan tempat persembunyian kita." Rick mulai terlihat panik.


"Oke sebelum aku mengakhiri ini, aku ingin memberi peringatan pada kalian. Yang kita lawan saat ini adalah organisasi besar. Organisasi ini memiliki banyak anggota, tapi hampir semuanya tidak berbahaya kecuali lima orang, yaitu lima petinggi dari organisasi itu. Kelima orang itu sangatlah kuat dan pintar. Mereka memiliki kekuatan yang tidak mungkin didunia ini. Jadi kalau kalian bertemu mereka sebaiknya kalian lari saja. Ada 1 hal yang membedakan mereka dengan anggota biasa, yaitu mereka semua memakai topeng. Jadi ini peringatan dariku Jauhi orang yang memakai topeng."


Lalu bayangan Rick menghilang dalam sekejap. Semua terhening, tidak ada yang mau bicara. Mereka mungkin masih tidak percaya dengan perkataan Rick tadi, tapi dengan bukti-bukti yang ada. Mereka memilih diam.


Karena keheningan yang membuat canggung. Kakek pun angkat bicara untuk mencairkan suasana.


"Oke...jadi siapa yang mau pergi mencari."

__ADS_1


"Aku tidak mau sama sekali." Aku menjawab nya tanpa berpikir panjang.


"Lho kenapa? Kan tadi Rick minta bantuan mu lho."


"Ya karena aku ini lemah kek. Aku pasti akan langsung mati ketika baru berjalan beberapa langkah keluar dari kerajaan ini."


"Tapi tuan, tadi di surat tadi, kalau yang bisa menyelamatkan dunia ini dari kehancuran hanyalah anda, tuan. Jadi kalau anda tidak mau pergi mencarinya, sama saja dunia ini akan hancur lho."


"Aku tahu itu Vivi, tapi kenapa harus aku. Aku ini sangat lemah, kau bahkan sudah tahu kan."


"Aku akan pergi bersamamu kalau kau mau pergi." Rika mengajukan diri.


"Oh iya benar sekali. Rika itu sangat kuat lho. Jadi kalau kau bersamanya mungkin akan selamat."


"Hah....tak mungkin kek. Kau tadi dengar kan, kalau kita ini sedang melawan organisasi besar, dan ada 5 orang yang sangat kuat di organisasi itu. Jadi apa yang bisa kita perbuat kalau hanya ada 2 orang sedangkan 1 orang nya lagi adalah beban."


"Kau ini banyak mengeluh ya. kalau kau gak mau pergi ya sudahlah, Biar aku saja yang pergi. Aku tidak mau kalau dunia ini hancur karena masih ada yang harus kulakukan di dunia ini." Rika hendak pergi dari tempat itu, tapi langkah nya terhenti karena tiba-tiba terdengar suara jangkrik.


"Seharusnya ini masih siang, karena sifat Rika saja masih begini."


"Apa hubungannya dengan itu?"


Lalu tak lama setelah itu muncul kecoak dan serangga lainnya yang keluar dari sela-sela lantai kayu. Awalnya yang keluar cuma 1 tapi lama-kelamaan serangga itu semakin banyak sampai memenuhi setengah ruangan ini.


"Aaa...! ada kecoak, tolong usir mereka, tuan." Vivi ketakutan dan bersembunyi di belakang ku.


"Gampang sekali kau ngomong ya. Kalau cuma satu sih gampang, tapi ini..."


Serangga itu mulai mengerumuni seluruh ruangan itu dan itu membuat kami terperangkap di tempat itu dan tidak bisa kemana-mana.


Suara jangkrik yang kami dengar tadi mulai terdengar lebih jelas dan dekat. Selain suara jangkrik kami juga mendengar suara langkah kaki orang yang mendekat ke rumah ini.

__ADS_1


Lalu pintu depan terbuka dan di balik pintu itu ada seorang pria yang berpakaian gembel, tapi masih terlihat fashionable. Di sekujur tubuh orang itu ada banyak sekali serangga yang mengerumuni nya, termasuk bagian mulut, lubang hidung dan juga lubang telinga.


Aku yang melihat nya ingin muntah karena, siapa yang tahan melihat serangga yang menjijikkan ada di mulut kalian. Kami semua merasa jijik dengan orang itu, tapi ada satu orang yang sangat ketakutan melihat orang itu dan orang itu adalah Vivi. Dia selalu menutup matanya sambil berlindung di belakang ku.


Ya..aku bisa merasakan rasa takutnya Vivi. Kalau saja yang ada disini bukanlah serangga melainkan seekor katak. pasti aku lah yang berada di belakang Vivi saat ini.


"Wah, wah ,wah. Pantesan kucari di ujung sungai tidak ada, ternyata kau ada disini ya." Pria itu berjalan masuk ke rumah, dan saat itu juga serangga yang menutupi lantai menjauh, seakan memberi jalan padanya.


"Tapi....kenapa kau masih hidup?" Pria itu berhenti berjalan dan kemudian menatapku dengan tatapan tajam.


Oh...iya aku sampai lupa menanyakan bagaimana aku bisa hidup kembali kepada Vivi. Aku terlalu fokus dengan kasusnya paman Tapoc sampai lupa menanyakan hal itu.


"Hstt....jangan menjawabnya, karena aku juga sudah tahu jawabannya." Padahal kita semua diam saja saat itu.


"Kau bisa hidup kembali itu karena....batu kehidupan kan."


Aku tidak tahu itu benar atau salah, tapi dilihat dari ekspresi kakek sepertinya benar.


"Haha...benar kan, aku ini memang pintar, Tapi yang kubingung kan, darimana kau dapat batu itu? Batu itu adalah batu ajaib paling susah di dapatkan didunia ini. Batu itu hanya bisa di dapatkan jika kau bisa membunuh 1000 orang dalam 1 hari saja."


Ketika orang itu mengatakan itu, aku menatap ketakutan ke arah kakek dan ternyata kakek terlihat geram seakan rahasia nya di bongkar begitu saja.


"Siapa kau ini!?" Kakek yang geram berteriak pada orang itu.


"Eh...kau tidak tahu aku, padahal aku dengar dari serangga yang ada disini kalau tadi kau sedang membicarakanku."


Kami kebingungan karena sejak kapan kami membicarakan dia. Lalu orang itu memegang wajahnya sendiri dan tersadar sesuatu.


"Oh iya...pantesan." orang itu pun menjentikkan jarinya 2 kali dan dari pintu depan muncul gundukan serangga yang seperti nya membawa sesuatu. Setelah gundukan itu berada di sampingnya dia menyentuhnya dan serangga yang menutupi benda itu menjauh.


Ternyata dari balik gundukan serangga tadi adalah sebuah topeng. Orang itu mengambilnya dan memasang nya di wajahnya. Ketika orang itu memakai topeng, kami bisa langsung tahu siapa orang itu.

__ADS_1


"Biar kuperkenalkan diriku. Aku adalah Jangkrik. Salah satu petinggi dari organisasi Re World."


__ADS_2