MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 9


__ADS_3

"Daddy aku ada jadwal nge-gym, jangan ganggu aku."


"Kau anak ku, apa salahnya aku ingin berbicara dengan mu," ucap Wijaya.


"Ada aoa dad, bukannya daddy yang tidak pernah ada waktu untuk ku, dari pada daddy buang buang waktu dengan ku, lebih baik daddy menghabiskan waktu dengan istri muda daddy," kata Arbani.


"Bani, daddy hanya ingin tanya, kau tidur dimana? Terus kenapa motor guru mu masih di rumah."


"Motor nya bocor," ucap Arbani.


"Kau tidur dimana?"


"Rumah teman ku, sudah dad. Aku sudah terlambat," ucap Arbani sambil berjalan pergi meninggal sang daddy.


"Anak itu benar-benar ya, entah bagaimana bisa memiliki sifat seperti itu," batin Wijaya.


Arbani langsung masuk ke dalam kamar mandi, ia membersihkan diri nya dari keringat yang ia dapatkan dari rumah Ayuma. Hari ini selain nge-gym, Arbani memiliki janji dengan beberapa pacar nya. Memiliki beberapa pacar cukup membuat Arbani merasa pusing, apalagi sekarang ia lagi fokus mendekati guru cantik idaman nya.


"Dari pada membuat ku pusing, lebih baik aku putuskan saja," ucap Arbani.


Setelah selesai membersihkan dirinya, ia langsung berangkat menuju tempat ia akan nge-gym, walaupun nakal Arbani tetap sayang dengan tubuh nya, ia memiliki tubuh yang tinggi jika ia tidak membentuk otot di tubuh nya, dirinya akan seperti tiang listrik, ketampanan nya juga akan berkurang. Arbani tidak mau hal itu terjadi, nge-gym juga bukan lah hal yang buruk untuk ia lakukan.


Ayuma sendiri memutuskan untuk istirahat seharian, ia cukup lelah dengan agenda baru nya. Apalagi sekarang ia harus menahan kesabaran yang amat tinggi, menghadapi pria seperti Arbani memang tidak muda.


Ada satu hal yang mengganjal di hati Ayuma tentang Arbani, tatapan Arbani padanya tidak sama dengan tatapan siswa lainnya, ia sudah mulai curiga jika Arbani mempunyai perasaan dengan nya. Tetapi Ayuma berusaha untuk menyangkalnya, ia selalu berpikir tidak mungkin siswa suka dengan gurunya sendiri.


"Dia juga sudah memiliki banyak pacar, tidak mungkin dia suka dengan ku, aku lihat dia juga sudah sangat dekat dengan pacarnya di sekolah, jangan terlalu percaya diri Ayuma. Lebih baik kau fokus dengan dirinya, dia harus mendapatkan nilai tinggi, bayaran yang kau dapatkan bukan main main," batin Ayuma.


Siang hari menjelang sore, Arbani sudah bertemu dengan beberapa pacarnya, ia memutuskan mereka semua secara bergantian. Arbani memutuskan mereka semua dengan alasan yang sama yaitu ia hanya penasaran, dan tidak ada yang berani berbuat apa apa, mereka semua tau bagaimana power keluarga Arbani. Pernah berpacaran dengan Arbani saja sudah menjadi keajaiban bagi mereka semua.


"Tinggal satu, aku masih butuh putri, nanti saja deh, kalau aku sudah jadian dengan guru ku, baru aku putuskan dia," ucap Arbani.


Arbani melihat ke arah jam tangan nya, waktu susah menujukan pukul 3 sore. Sebelum ke rumah Ayuma, Arbani memutuskan untuk pulang terlebih dahulu, ia akan berganti pakaian dan mengganti motor nya dengan mobil, berpergian di sore hari memang paling enak dengan mobil, apalagi ia akan keluar bersama dengan wanita idaman nya.


"Tetapi bagaimana bisa aku membawa mobil ku masuk ke dalam sana, gang nya saja kecil sekali," batin Arbani.


Kembali pada Ayuma, ia sudah siap dengan pakaian yang rapi, beberapa buku juga sudah ia siapkan. Hari ini Ayuma ingin lebih serius pada Arbani, ia tidak ingin membuang buang waktu mereka.


"Motor ku sudah kembali, apa aku harus ke rumah nya, apa dia akan menjemput ku," ucap Ayuma.


Ayuma memutuskan menunggu Arbani sampai jam 5 sore, kalau sampai jam 5 sore Arbani belum datang ke rumah nya, ia akan menjemput Arbani ke rumah. Lebih cepat belajar sebenarnya lebih baik, apalagi Arbani memiliki pemahaman yang cukup lambat.

__ADS_1


"Selamat sore.." Arbani mengetuk pintu rumah Ayuma.


"Iya sore.." Segera Ayuma membuka pintu rumah nya.


"Kamu.. Dimana motor kamu? Kenapa kamu jalan?"


"Aku tidak membawa motor, aku membawa mobil, ada di depan sana, tidak bisa masuk ke dalam, ayo kita jalan sebentar," ucap Ayuma.


"Oh begitu, ya sudah ayo.. Aku tutup pintu dulu."


Setelah menutup pintu rumahnya, Ayuma dengan Arbani mulai berjalan pergi meninggalkan rumah. Mereka berdua sudah seperti pasangan yang sedang ngedate.


"Kamu tidak sedang sibuk," tanya Arbani.


"Tidak dong, kan aku sudah ada tugas untuk membuatmu pintar," jawab Ayuma.


"Aku tidak akan pintar dalam belajar," ucap Arbani.


"Lah kata siapa, kamu pasti bisa pintar," kata Ayuma.


"Hmmmm kamu begitu yakin.."


"Itu mobil kamu," tanya Ayuma.


"Iya, jelek ya?"


"Ha jelek bagaimana, kamu tau ini mobil terbagus yang pernah aku lihat. Memang anak orang kaya berbeda," ucap Ayuma.


"Hahaha begitu ya.."


"Ayo masuk." Arbani membuka pintu mobil nya.


"Terima kasih." Ayuma pun masuk ke dalam mobil itu.


"Sebelum kita berangkat, aku mau tanya kamu sudah punya sim?"


"Hahaha ya sudah lah, kalau tidak punya sim bagaimana mungkin aku bisa membawa mobil ke sekolah," ucap Arbani.


"Oh begitu.."


Ini pertama kalinya Ayuma naik mobil berdua dengan seorang pria, walaupun dengan siswa sendiri rasanya sangat aneh sekali. Entah kenapa jantung Ayuma mulai berdetak lebih cepat dari biasanya, apalagi saat melihat Arbani yang fokus menyetir.

__ADS_1


"Kita mau kemana," tanya Ayuma.


"Ke cafe tempat biasanya aku nongkrong," jawab Arbani.


"Masih jauh?"


"Tidak kok, sudah dekat.. Sabar dulu ya," ucap Arbani.


Tak lama mereka berdua sampai di sebuah cafe, cafe mewah tempat biasanya Arbani nongkrong bersama dengan teman teman nya. Sekarang ia membawa seorang wanita yang sebentar lagi akan menjadi kekasih nya.


"Kamu yakin," tanya Ayuma.


"Lah yakin lah," jawab Arbani.


"Kamu yang bayar ya," ucap Ayuma.


"Hahaha itu pasti, selama aku membawa mu pergi aku yang akan membayar semuanya," kata Arbani.


Mereka berdua pun masuk ke dalam cafe, sebelum sampai tadi Arbani sudah memesan tempat untuk mereka berdua, ia juga sudah memesan makanan agar saat mereka datang semua makanan sudah siap.


"Duduk," ucap Arbani.


"Ini tempat kita," tanya Ayuma.


"Iya.. Aku sudah memesan makanan, kita hanya tinggal duduk dan makan. Setelah itu mulai belajar," jawab Arbani.


Menjadi guru les Arbani menjadi sebuah keuntungan besar bagi Ayuma, ia mendapatkan bayaran yang sangat besar, tak hanya itu Arbani juga memanjakan nya dalam segala hal. Ayuma tidak pernah menyangka semuanya akan menjadi seperti ini.


Sebelum mulai belaiar, mereka berdua menghabiskan makanan yang sudah tersedia, tanpa rasa canggung dan malu Arbani meletakkan beberapa makanan rekomendasi nya di piring Ayuma. Hal itu cukup membuat Ayman terkejut, tetapi Arbani langsung memberikan penjelasan.


"Enak kan, ini makanan kesukaan ku di sini, sangat rekomended," ucap Arbani.


"Bani semua makanan di sini sangat enak, tetapi aku tidak akan mampu ke sini lagi untuk makan," kata Ayuma.


"Cari pacar yang kaya raya, kamu akan terus di bawa ke sini," kata Arbani.


"Aku sudah tidak mempunyai waktu untuk pacaran, kalau bisa aku langsung ingin menikah," ucap Ayuma.


"Oke," kata Arbani.


"Oke kenapa?"

__ADS_1


__ADS_2