MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 22


__ADS_3

Arbani menghela nafas nya dengan kasar, selama berpacaran dengan Ayuma ia belum pernah mencium wanita ini, hanya kecupan kecupan kecil yang ia dapatkan. Beberapa kali kesempatan datang dan beberapa kali pula ia kehilangan kesempatan itu.


"Ya sudah ayo pulang, nanti malam aku akan menjemput kamu," ucap Arbani.


"Jangan ngambek," kata Ayuma.


"Hahaha tidak sayang, aku tidak mungkin berani ngambek," ucap Arbani.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan ruangan itu.


"Sayang minggu depan aku ulang tahun," ucap Arbani.


"Kamu mau apa? Aku belikan baju," tanya Ayuma.


"Jangan belikan aku barang apapun, aku bisa butuh barang barang, aku hanya ingin keseriusan dari mu.. Kamu mau menikah dengan ku tidak?"


"Sayang ya aku pasti mau lah, kalau tidak mau kenapa aku berpacaran dengan kamu," kata Ayuma.


"Kita pulang dulu, nanti aku bahas di rumah kamu," ucap Arbani.


Mereka pun pergi meninggalkan sekolah. Arbani dengan Ayuma sudah 2 bulan berangkat dan pulang sekolah bersama, karena memang dirinya dibebaskan mau pulang atau tidak, orang tua Arbani tidak pernah ingin tau apa yang anaknya lakukan, hubungan Arbani dengan Ayuma masih menjadi rahasia mereka berdua. Keluarga Arbani taunya Ayuma guru les Arbani.


Sesampainya di rumah Ayuma, seperti layaknya seorang istri Ayuma membuatkan pacar nya teh hangat, ini pertama kali nya setelah waktu itu Arbani main ke rumah Ayuma.


"Sayang kamu pikir aku bapak bapak, aku tidak suka teh hangat," ucap Arbani.


"Kamu calon bapak bapak.."


"Aku belum jadi bapak bapak sayang," ucap Arbani sambil menarik Ayuma ke atas pangkuannya.


"Aku benar-benar akan ke New York setelah ini." Ekspresi wajah Arbani langsung sedih Seketika.


"Sayang kenapa kamu jadi sedih, harusnya kamu senang dong."


"Senang bagaimana, aku tidak ada senang senang nya," ucap Arbani.


"Sayang kamu mau menikah dengan ku kan, kamu harus kuliah dulu dengan benar, aku akan menunggu mu di sini," kata Ayuma.


"Pasti lama sayang 2-3 tahun," ucap Arbani.


"Tidak masalah, kamu juga masih muda."

__ADS_1


"Aku tidak percaya, aku sudah mempunyai rencana. Aku akan meminta waktu 1 bulan di sini sebelum terbang ke new York.. Aku akan menikahi mu, aku akan menikahi mu agar kamu tidak meninggalkan ku," ucap Arbani.


"Terus setahun kamu menikahi ku, kamu pergi meninggalkan ku."


"Sayang aku akan kembali setiap 6 bulan sekali," ucap Arbani.


"Kamu yakin sayang," tanya Ayuma.


"Aku sangat yakin, sekarang keputusan ada di tangan kamu. Kamu mau tidak aku ikat, aku tidak ingin memaksa mu, tapi kamu harus mau."


"Kalau begitu kamu memaksa ku dong," kata Ayuma.


"Hahaha iya tidak papa, aku ingin menikah dengan kamu sayang. Setidaknya sebelum aku pergi, aku bisa tenang karena kamu tidak akan bisa dekat dekat dengan siapapun lagi. Kamu janda idaman semua orang sayang," ucap Arbani.


"Bagaimana dengan orang tua kamu," tanya Ayuma.


"Aku bisa membicarakan masalah ini dengan mereka," jawab Arbani.


"Lalu bagaimana dengan orang tua kamu," tanya Ayuma.


"Aku sudah tidak mempunyai ayah kandung, hanya ada ibu dengan adik. Hanya adik laki-laki ku yang bisa menikahkan kita," jawab Ayuma.


"Aku akan berbicara dengan mereka, ibu ku tidak mungkin bisa ke sini, hanya adik ku yang bisa ke sini semoga dia mau," kata Ayuma.


"Pasti dia mau sayang, kakak cantik nya akan menikah dengan pria kaya dan tampan seperti ini," ucap Arbani.


"Dia seumuran dengan mu, mungkin kamu bisa mengambil hatinya saat dia datang ke sini," kata Ayuma.


"Oke sayang, demi apapun itu." Arbani memeluk Ayuma dengan erat.


"Kamu ulang tahun buat acara?"


"Biasanya sih iya, tapi kali ini aku ingin menghabiskan waktu dengan kamu saja," ucap Ayuma.


"Jangan dong, dengan keluarga dan teman teman kamu dulu. Keesokan harinya baru dengan aku," kata Ayuma.


"Tidak mau, maunya dengan kamu sayang."


"Bucin sekali ini anak ya, kamu masih mudah sudah bucin seperti ini," kata Ayuma.


"Sayang kira kira aku sudah bisa punya anak tidak ya," ucap Arbani.

__ADS_1


"Lah pertanyaan macam apa ini, kamu sudah l lewat masa puber, kamu juga sudah dewasa dan mimpi basah pasti nya. Ya sudah bisa lah, makannya kamu hati hati, jangan masuk pergaulan bebas," kata Ayuma.


"Hahaha aku kan pacaran dengan kamu, ya tidak mungkin aku macam macam dengan wanita lain, ya paling dengan pacar ku sendiri," ucap Arbani.


"Kamu tau, kamu pacar pertama ku, sebelumnya aku tidak pernah pacaran."


"Lah lalu dengan mantan suami kamu?"


"Kan kami di jodohkan sayang," ucap Ayuma.


"Sayang mau lihat foto pernikahan kamu dengan dia."


"Sebentar." Ayuma mengambil handphone nya untuk menunjukkan foto pernikahan nya dengan Arbani.


"Dia juga tampan seperti kamu," ucap Ayuma.


"Tidak, lebih tampan aku," kata Arbani.


"Iya lebih tampan kamu, pernikahan kami hanya bertahan berberapa jam saja," ucap Ayuma.


"Ha!! Bagaimana bisa," tanya Arbani.


"Hahaha dia kabur dengan wanita lain, karena kami belum melakukan hubungan suami istri mudah untuk membatalkan pernikahan kami," jawab Ayuma.


"Sayang jadi kamu janda bersegel," tanya Arbani.


Ayuma menganggukkan kepalanya, ia malu menjawab nya langsung.


Arbani tidak bisa menyembunyikan kesenangan nya, ia sangat senang karena ia pria pertama yang akan menyentuh Ayuma. Janda cantik ini, ternyata masih bersegel.


"Sayang gas yuk." Arbani membuka satu persatu kancing bajunya,


"Nah mulai." Ayuma memasang kembali kancing baju Arbani.


"Masih SMA juga, sudah mesum saja," ucap Ayuma.


"Pantas saja kamu terasa sangat kaku sekali, ternyata baru ini dekat dengan laki laki," kata Arbani.


"Hehehe kamu sih, kenapa tampan sekali, aku tidak bisa menolaknya. Kamu benar-benar pria yang tidak terduga," ucap Ayuma.


"Hahaha ya sudah pasti dong, aku paket lengkap.. Dan satu lagi… junior ku besar sayang, aku bule." Bisik Arbani.

__ADS_1


__ADS_2