
"Aku tidak akan melupakan mu, aku akan mengingat mu, kalau aku sukses kamu salah satu kunci kesuksesan ku," ucap Arbani.
"Bani…" Ayuma cukup terbaru mendengar apa yang Arbani katakan.
"Hahaha kamu kan sudah berkontribusi banyak, terimakasih ya sudah masuk ke dalam kehidupan ku," ucap Arbani.
"Sama sama, kau juga senang bisa kenal dengan kamu, kamu pria yang baik," kata Ayuma.
"Aku tidak baik, aku tampan," ujar Arbani.
"Hahaha iya kamu benar, kamu pria yang tampan," ucap Ayuma.
Tak lama makanan yang mereka berdua tunggu datang, Ayuma memesan satu mie ayam dan dua porsi bakso. Ia ingin makan mie ayam dan juga bakso secara bersamaan, sedangkan Arbani memesan dua porsi bakso dalam satu mangkok saja.
"Enak," tanya Arbani.
"Enak, kamu mau coba mie ayam nya?"
"Boleh? Tida jijik bekas aku?"
"Tidak lah, seperti apa saja kamu."
Sambil tersenyum Arbani mengambil mangkuk mie ayam milik Ayuma, ia tidak pernah memakan makanan ini, hanya bakso yang sering ia makan.
"Enak, pesan kan aku satu lagi," ucap Arbani.
"Tidak usah, makan saja aku makan bakso ini saja."
"Kan ini punya kamu," ucap Arbani.
"Yang bayar makanan ini siapa?"
"Aku lah, tidak mungkin kamu," ucap Arbani.
"Ya sudah, jadi ini milik kamu," kata Ayuma.
"Oh ya ya, makasih ya." Arby melanjutkan kegiatan makan nya.
Setelah selesai makan, mereka berdua berlanjut ke minimarket belakang tukang bakso ini, Arbani mengajak Ayuma membeli apa saja yang Ayuma inginkan.
"Aku lebih suka buah dari pada makanan ringan," kata Arbani.
__ADS_1
"Begitu, ya berarti kita lebih banyak cari buah," kata Ayuma.
"Kita berapa hari di sana?"
"3 hari dua malam, kamu sekalian beli sayur dan daging, nanti kamu masak di sana," kata Arbani.
"Oke tidak masalah, emangnya kita hanya akan di vila saja?"
"Hahaha ya sudah pasti tidak dong, kita di Vila hanya pagi dan malam hari, kalau siang kita jalan jalan," ucap Arbani.
"Belanja seperlunya saja," kata Ayuma.
"Kamu bebas membeli apa saja yang kamu mau," ucap Arbani.
"Iya aku tau kami kaya raya, jangan begitu tapi, kamu juga harus hemat," kata Ayuma.
"Tidak ada kata hemat dalam kehidupan ku," ucap Arbani.
Ayuma membuang nafasnya dengan perlahan, memang sangat sulit mengajarkan hemat pada orang yang memang tidak pernah berhemat.
Mereka membeli beberapa jenis buah, beberapa cemilan, beberapa sayur dan daging, serta tak lupa makanan cepat saji. Setelah semuanya di rasa cukup mereka berjalan menuju kasir dan membayar semuanya.
"Kamu suka cokelat," tanya Ayuma.
"Hmmm tidak.."
Ayuma sangat heran dengan Arbani, tidak suka cokelat tetapi membeli cokelat, lalu apa guna cokelat itu.
Mereka kembali masuk ke dalam mobil, Arbani meletakkan barang belanjaan mereka di bangku belakang.
"Sudah ada yang ingin kamu beli lagi," tanya Arbani.
"Sudah tidak ada yang ingin aku beli," jawab Ayuma.
"Hahah kalau sudah tidak ada kita berangkat sekarang.. Aku sudah lelah, ingin istirahat."
Mereka pun melanjutkan perjalanan, Arbani menyalahkan musik agar suasana tidak terlalu sepi. Perjalanan juga tinggal beberapa kilo meter lagi.
Setelah perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka berdua sampai di sebuah Vila yang besar dan mewah. Ayuma sampai terkagum-kagum dengan besar nya Vila itu.
"Ini punya keluarga kamu," tanya Ayuma.
__ADS_1
"Iya, biasanya sih aku pakai untuk main dengan teman teman ku, keluarga ku terlalu sibuk, mereka mana ada waktu ke Vila ini."
"Besar sekali ya, ada penjaga nya?"
"Ya ada dong, mereka tinggal di Vila ini," ucap Arbani.
"Syukurlah," kata Ayuma.
Keduanya pun membawa barang dan tas mereka masuk ke dalam Vila, Arbani membawa Ayuma ke lantai dua karena tempat mereka ada di sana. Ia lebih nyaman berada di lantai dua karena segala hal yang mereka butuhkan ada di sana.
"Nah ini tempat biasanya aku dengan teman teman aku nongkrong, di san ada dapur, ruang nonton, terus sebelah sana ada dua kamar," ucap Arbani.
"Seperti kamar hotel mewah ya," kata Ayuma.
"Hahaha iya, aku yang meminta nya, waktu itu tidak seperti ini, karena aku suka ngumpul dengan teman teman ku jadi di ubah seperti ini."
"Keren," ucap Ayuma.
"Ya sudah kamu masuk ke dalam kamar kamu, aku mau membereskan belanjaan tadi ke dapur," kata Arbani.
"Aku tidak mungkin membiarkan kamu membereskan semuanya sendiri, aku bantu."
Mereka pun membawa belanjaan mereka tadi ke dapur. Keduanya dengan kompak meletakkan semuanya sesuai fungsi dan tempat nya.
"Arbani aku penasaran, kami tau kan aku janda, tapi kenapa kamu mau dengan aku, maksud ku kenapa kamu mau mendekati ku," tanya Ayuma.
"Apa seorang janda tidak layak untuk di dekati, janda atau tidak tetap wanita bukan. Tidak ada yang salah dengan status janda, apalagi kamu siapa yang tidak tertarik dengan janda seperti kamu," jawab Arbani.
"Ayuma, aku tidak tau kenapa aku bisa langsung tertarik dengan mu, jujur aku pacaran dengan banyak wanita bukan karena aku tertarik dengan mereka, aku hanya penasaran saja, ayah ku gila dengan banyak wanita aku ingin tau apa yang membuat ayah ku seperti itu. Tetapi sampai sekarang aku tidak tau, tidak ada asik nya pacaran dengan wanita, apa mungkin karena aku tidak memakai hati," kata Arbani.
"Nah itu kamu tidak memakai hati, kalau saja kamu memakai hati, kamu pasti merasakan apa yang ayah kamu rasakan, tapi aku harap kamu jangan seperti itu."
"Kamu membuat aku tidak ingin seperti itu, saat pertama kali melihat mu aku langsung ingin mendekati mu, ingin menjadikan mu masa depan ku, saat aku mendengar status mu aku malah semakin penasaran dengan kamu, kamu benar-benar membuat ku tertarik dengan seorang wanita," ucap Arbani.
"Arbani.."
"Jangan takut, aku tidak akan melakukan hal yang berlebihan, aku hanya ingin dekat dengan mu. Kalau misal aku tidak bisa mendapatkan mu, aku tidak masalah, yang terpenting aku sudah pernah dekat dengan kamu," ucap Arbani.
Ayuma bingung dengan semua ini, ia juga mulai merasakan sesuatu yang berbeda saat dekat dengan Arbani, Arbani memang salah satu pria yang mudah dekat dengan nya, ia cukup sulit untuk dekat dengan seorang pria terapi Arbani sangat mudah untuk masuk ke dalam kehidupan nya. Walaupun memang awalnya mereka dekat karena ia mengajari Arbani matematika, Ayuma merasakan sekarang kedekatan mereka sudah lebih dari itu.
"Apa aku mulai tertarik dengan nya, aku rasa seperti itu, tapi jangan dulu deh, jangan tunjukan hal pada nya," batin Ayuma.
__ADS_1