
Arbani memilih satu cincin yang seperti nya sangat cocok untuk Ayuma kenakan, ia mengambil cincin itu dan memakaikan nya ke jari manis sang pacar.
"Cantik.. Pas tidak untuk kamu," tanya Arbani.
"Pas sih, kamu yakin ini sayang. Kalau mahal bagaimana?"
"Utang," ucap Arbani.
"Aku ambil yang ini, berapa ya," tanya Arbani.
"Sebentar mas." Pelayan itu mengecek harga cincin yang Arbani inginkan.
"56 juta," ucap Pelayan.
"Tidak tidak, tidak sayang mahal sekali," ujar Ayuma.
Arbani mengeluarkan dompet nya dan memberikan kartu debit nya pada pelayan itu.
"Sayang," ucap Ayuma.
"Tidak papa, uang jajan ku masih banyak," kata Arbani.
Beruntung kemarin Arbani mendapatkan uang dari Ryan yang kalah taruan dengan nya, jadi uang jajan nya selama satu bulan masih aman terkendali.
Setelah dari toko itu, Ayuma langsung meminta Arbani untuk kembali ke mobil, ia tidak mau keliling lagi karena pasti Arbani akan membeli ya lain lain.
"Kamu kenapa sayang," tanya Arbani.
"Kamu yang kenapa, ini sangat mahal. Jangan uang jajan kamu nanti habis."
"Tidak sayang, aku baru mendapatkan uang lagi. Sudah jangan memikirkan uang jika bersama dengan ku," ucap Arbani.
"Sayang Terima kasih ya.." Ayuma memeluk Arbani dengan erat.
"Hahaha iya sayang, aku ia memberikan yang terbaik untuk kamu. Dan aku ingin setiap hari berangkat sekolah dengan kamu," ucap Arbani.
"Tidak mau ah, nanti apa yang anak anak katakan, kau berangkat sekolah dengan anak murid ku sendiri. Lalu guru guru juga akan membicarakan ku."
"Tidak papa sayang, kamu lupa kalau aku sedang les dengan kamu, ya mereka pasti paham lah," kata Arbani.
"Begitu ya.. Ya sudah terserah kamu saja," ucap Ayuma.
Arbani melihat ke arah jam di tangan nya, sudah waktunya untuk dirinya pulang ke rumah. Ia sudah janji pada sang ayah untuk pergi bersama sore ini.
"Kita pulang ya," ucap Arbani.
"Iya sayang."
__ADS_1
Sesampainya di depan gang rumah Ayuma, mereka berdua tidak langsung turun dari dalam mobil. Masih ada yang Arbani ingin katakan pada Ayuma dan begitu juga dengan Ayuma.
"Sayang apa hubungan kita bisa di private dulu," ucap Ayuma.
"Oke tidak masalah, hanya satu teman ku yang tau."
"Aku tidak ingin orang orang berbincang buruk tentang mu dan diri ku saat mereka tau kita memiliki hubungan," ucap Ayuma.
"Aku kan memang di padang buruk orang orang, bahkan aku sangat terkenal nakalnya di sekolah."
"Kamu harus berubah demi aku, aku tidak mau kamu kena masalah," ucap Ayuma.
"Aku tidak akan kena masalah, yang ada masalah yang kena aku. Ya sudah kamu istirahat dengan baik, besok jam setelah 7 aku akan menjemput mu. Terima kasih untuk waktu 3 hari nya, aku sangat senang sekali."
"Jangan berhenti belajar, jangan melupakan apa yang aku ajarkan. Ya sudah aku turun dulu." Ayuma membuka pintu mobil itu.
"Sayang tidak ada hadiah untuk aku," tanya Arbani.
"Hadiah apa," tanya Ayuma.
Arbani memegang bibir nya. " Cium," ucap Arbani.
"Sayang.."
"Sayang kamu tidak pernah pacaran ya?"
"Sayang cium mencium hal yang biasa dalam berpacaran," ucap Arbani.
"Begitu.. Dimana aku harusnya mencium mu."
"Bibir," ucap Arbani.
Ayuma yang memang sebelumnya tidak pernah berpacaran mengikuti saja apa yang Arbani katakan. Soal berpacaran seperti nya ia akan belajar banyak dari pria ini.
"Cup." Satu kecuali manis mendarat di bibir Arbani.
"Ahkk akhirnya aku mendapatkan kecupan nya, walaupun hanya kecupan biasa sudah sangat cukup," batin Arbani.
"Pacar ku tampan sekali." Ayuma memberikan satu bonus kecupan di wajah Arbani.
Hal itu membuat Arbani terdiam seketika, ia sangat terkejutnya mendapatkan kecupan manis itu.
Sebelum Arbani mengatakan apa apa, Ayuma langsng keluar dari dalam mobil, ia berlari pergi meninggalkan mobil Arbani.
"Hati hati sayang," ucap Arbani.
Arbani pun ikut pergi meninggalkan tempat itu, ia pergi dengan wajah yang sangat senang sekali, tidak ada yang lebih senang dari yang ia rasakan sekarang ini.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Arbani langsung di sambut oleh keluarga besar nya, ia tidak tau jika hari ini sedang ada perkumpulan keluarga. Ia paham sekarang dirinya akan menjadi perhatian mereka semua, apalagi ia tidak pulang selama 3 hari lamanya.
"Cucu ku semakin besar semakin nakal ya."
"Kerjaannya hanya pacaran terus, kakek benar benar tidak tau lagi bagaimana cara membuat anak ini menjadi lebih baik."
Arbani langsung mendekati mereka berdua, ia cucu pertama dan satu-satunya di keluarga ini, sudah pasti ia menjadi kesayangan banyak orang.
"Kakek nenek.. Aku belajar kok, aku tidak pacaran," ucap Arbani.
"Iya yah, mah… Anak ku sekarang sedang les, dia belajar bersama sama di Vila," kata Wijaya.
"Tumben kau bela anak mu, pasti kau sedang mengambil hati nya kan."
"Hahaha ayah tau saja," ucap Wijaya.
"Ya sudah kamu istirahat lah, uang jajan mu masih ada? Nanti kakek kirim uang."
"Kakek ayah hanya memberikan sedikit uang jajan, aku butuh uang jajan. Aku sedang dalam proses pendewasaan," ucap Arbani.
"Ya sudah iya, nanti kakek kirim."
Arbani pun berjalan pergi meninggalkan perkumpulan keluarga itu, ia memang tidak dekat dengan keluarga nya sendiri. Arbani sudah biasa hidup sendiri, ia seperti tidak peduli dengan semua hal kecuali tentang dirinya.
Di dalam kamar Arbani langsung ingin menghubungi sang pacar. Dirinya dengan Ayuma belum bertukar nomor handphone, sangking sering nya mereka bersama keduanya sampai lupa untuk saling bertukar nomor handphone.
Beruntung Arbani sudah mendapatkan nomor telepon Ayuma dari Ryan. Waktu itu ia berkorban lebih dari 10 juta hanya untuk mendapatkan nomor telepon itu.
"Halo," ucap Arbani.
"Sayang jadi ini nomor kamu, yang meneror ku kemarin," kata Ayuma.
"Hehehe iya sayang, maaf ya, aku membuat kamu terkejut," ucap Arbani
"Kamu benar-benar ya, ada apa?"
"Kangen pengen peluk," ucap Arbani.
"Baru saja sampai rumah sudah kangen dan pengen peluk saja," kata Ayuma.
"Hehehe kamu tau sayang di rumah ku sedang ada perkumpulan keluarga besar, kakek nanek ku dari Eropa datang. Aku tidak bisa sembarangan keluar rumah."
"Bagus dong, dari pada kamu banyak keluar rumah lebih baik kamu belajar saja dengan ku, lewat video call."
"Seperti nya hari hari ku akan penuh dengan belajar," ucap Arbani.
"Memang harus seperti itu sayang, kamu harus sukses, aku ingin mempunyai suami yang memiliki masa depan yang cerah."
__ADS_1
"Hahaha iya iy sayang." Arbani masih tidak menyangka ia bisa mendapatkan wanita ini, terlihat dengan jelas wanita ini sudah cukup bucin kepadanya, walaupun ia masih jauh lebih bucin dari pada Ayuma.