MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 11


__ADS_3

Hari senin telah tiba, hari ini Arbani mulai kembali masuk sekolah, ia tidak mau terlalu lama libur, ia tetap ingin lulus dengan nilai yang baik. Walaupun ia sudah sekolah, Arbani tidak akan memutuskan les nya dengan Ayuma, les tetap jalan setelah pulang sekolah setiap hari nya.


"Bani kamu sekolah," tanya Wijaya.


"Iya aku ingin sekolah, ternyata tidak enak di rumah," jawabnya dengan sangat santai.


"Baguslah, ternyata guru itu sangat berpengaruh ya," ucap Wijaya.


"Dad uang bulanan ku habis, bisa berikan dobel untuk bulan ini," tanya Arbani.


"Ya sudah karena kau mau sekolah lagi, daddy berikan dobel," ucap Wijaya.


"Terima kasih." Arbani berjalan pergi meninggalkan sang daddy, padahal Wijaya ingin lebih banyak mengobrol dengan anaknya. Ia bukan tak mau dekat dengan Arbani tetapi Arbani yang tidak mau dekat dengan nya. Wijaya sadar Arbani seperti ini karena terlalu kecewa dengan dirinya.


Sesampainya di sekolah Arbani langsung masuk ke dalam kelas, ia bertekat merubah sikap nya di sekolah untuk menarik perhatian Ayuma. Dirinya mengerti jika wanita baik baik seperti Ayuma menginginkan pria yang baik juga, tidak mungkin Ayuma mau pria yang brengsek.


Seperti biasanya setelah upacara selesai waktu nya jam pelajaran matematika, Arbani sudah duduk rapi ditempatnya, ia mengeluarkan beberapa buku yang jarang ia gunakan, sekarang buku itu mulai berguna kembali.


"Wah rajin nya," ucap Ryan.


"Hahaha sudah pasti lah," kata Arbani.


"Aku berikan kau tantangan, jika bulan depan kalian sudah jadian aku akan memberikan mu 25 juta, tetapi jika kau tidak kunjung jadian kau berikan aku 50 juta," ucap Ryan.

__ADS_1


"Hahaha oke, tantangan di Terima." Arbani malah suka mendapatkan tantangan seperti ini.


Jam pelajaran matematika sudah mulai tetapi guru yang Arbani tunggu tidak kunjung datang. Arbani benar benar bingung dengan semua ini, ia takut terjadi sesuatu pada guru nya itu.


Tak lama guru lain masuk ke dalam ruangan itu, guru itu memberikan tugas karena Ayuma sedang sakit. Arbani yang mendengar hal itu langsung mengumpulkan niat nya untuk menjenguk Ayuma di rumah nya.


Setelah guru itu keluar Arbani langsung beranjak dari tempat duduk nya.


"Mau kemana," tanya Ryan.


"Ke rumah kekasih ku," Jawab Arbani.


"Dasar," ucap Ryan.


Sesampainya di depan kontrakan itu ia langsung mengetuk pintu, Arbani berharap Ayuma ada di dalam sana, motor yang biasanya Ayuma bawa tidak ada di depan rumah.


"Arbani," ucap Ayuma.


"Kamu sakit? Kamu sakit apa?"


"Kenapa kamu ada di sini," tanya Ayuma.


"Jawab dulu pertanyaan ku, kamu sakit apa?"

__ADS_1


"Tidak enak badan, mungkin kelelahan."


"Aku masuk ya," ucap Arbani.


"Oh iya, silahkan masuk."


Mereka berdua pun berjalan masuk ke dalam, keduanya duduk di kursi yang ada di ruang makan, ruang tamu Ayuma ada sebuah motor sehingga mereka tidak bisa duduk di sana.


"Aku membawa kan mu makanan," ucap Arbani.


"Terima kasih, kamu baik sekali," kata Ayuma.


"Tadi aku sekolah, tapi kamu malah tidak masuk."


"Kalau kamu sekolah kenapa kamu ke rumah ku, seharusnya kamu tetap sekolah," ucap Ayuma.


"Aku sangat khawatir pada mu, aku tidak ingin kamu sakit, jangan kelelahan ya. Kalau ada sesuatu yang bisa aku bantu katakan saja pada ku."


Jantung Ayuma langsung berdetak dengan kencang nya, apa yang Arbani katakan cukup menyentuh hatinya.


"Kenapa kamu diam," Tanya Arbani.


"Kenapa kamu sangat perhatian pada ku?"

__ADS_1


Tanpa menjawab apa yang Ayuma tanyakan, Arbani mulai mengeluarkan makanan yang ia bawa, ia mengambil piring dan meletakan semua makanan itu di atas piring. Sebenarnya kalau Ayuma peka, tanpa ia menjawab pertanyaan itu seharusnya Ayuma tau jawaban dari pertanyaan itu. Itu sebabnya Arbani tidak menjawab nya, ini juga terlalu cepat untuk Ayuma tau perasaan nya.


__ADS_2