MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 17


__ADS_3

Setelah selesai membereskan semuanya, mereka berdua masuk ke dalam kamar masing-masing. Mereka akan bertemu kembali setelah selesai bersih bersih di ruang nonton. Ini pertama kalinya Ayuma liburan bersama dengan pria, saat menikah dulu dengan kekasihnya ia tidak sempat untuk liburan, mereka juga tidak sempat berpacaran, semuanya serba mendadak yang membuat Ayuma tidak pernah tau bagaimana indahnya berpacaran.


Ayuma semakin mengerti kenapa Arbani lebih memperhatikan nya, ia sama sekali tidak masalah dengan apa yang Arbani lakukan padanya, ia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi kedepannya nya. Kalau ia dengan Arbani memang di takdir kan berjodoh ia tidak bisa apa apa, sekarang ini ia ingat menjalani semaunya seperti air mengalir saja.


Arbani sendiri semakin yakin ia dengan Ayuma akan segera berpacaran, setelah pulang dari Vila ini akan akan menembak Ayuma, diterima atau tidak nya, Arbani tidak peduli. Perasaan nya pada Ayuma sudah sangat mengebuh gebuh, ia sudah tidak bisa menahan nya lagi. Ini cinta pertama nya, dan ia ingin segera mengungkapkan cinta pertama nya ini.


Arbani keluar dari dalam kamar dengan hanya menggunakan celana pendek saja, ia lupa membawa air minum ke dalam kamar nya, Arbani pikir Ayuma tidak akan keluar kamar begitu cepat, jadi tidak masalah jika ia hanya menggunakan celana pendek saja.


"Arbani semakin bagus saja tubuh mu, jaga pola makan mu," ucap nya sambil bercermin di depan kulkas.


Ia juga sedikit menunjukkan otot otot yang sudah ia bentuk 1 tahun lamanya.


Dari kejauhan Ayuma melihat itu semua, ia ingin melakukan hal yang sama dengan apa yang Arbani lakukan yaitu mengambil air mineral. Ayuma terpesona dengan tubuh bugar Arbani, tetapi ia juga merasa lucu melihat apa yang Arbani lakukan di depan kulkas.


Ayuma kembali masuk ke dalam kamarnya agar ia tidak bertemu dengan Arbani, ada rasa malu melihat Arbani hanya memakai celana pendek saja tanpa atasan.


Pukul 11 malam keduanya keluar dari dalam kamar dengan pakaian tidur yang cukup tebal, malam ini cukup dingin. Apalagi mereka sedang berada di puncak, Arbani yang sebelumnya ingin memakai celana pendek dengan kaus oblong menggagalkan niatnya, ia tidak mau mengambil resiko.


"Dingin ya," ucap Arbani.


"Iya kamu benar," kata Ayuma.


"Kamu sudah mengantuk?"


"Lumayan, kita tidak langsung belajar kan? Aku kurang mood untuk mengajari mu."


"Hahaha tidak tidak, kita mengobrol saja," ucap Arbani.


Mereka berdua duduk di depan televisi, Arbani mempunyai ide untuk menonton film horor, ini kesempatan yang baik untuk nya agar ia mendapatkan pelukan manis dari Ayuma.


"Bagaimana kalau kita nonton film horor," ucap Arbani.


"Aku penakut," kata ayuma.


"Tenang, di bawa ada banyak orang, kamu jangan takut. Kamu tidak percaya liat dari balkon."

__ADS_1


"Kenapa tiba tiba banyak orang?"


"Tadi penjaga Vila ini sudah izin pada ku, ada perkumpulan mingguan, aku datang mendadak jadi dia tidak bisa menggagalkan acara, lagi pula kita juga di atas mereka di bawa, tidak akan saling mengganggu," ucap Ayuma.


"Kamu baik sekali, ya sudah kalau banyak orang aku jadi tidak takut."


"Hahaha aku memang baik, ya sudah aku ke cari film yang serem ya.. Indonesia atau luar?"


"Luar aja, yang bahasa Inggris," ucap Ayuma.


"Oke.."


Ayuma ingin tau apakah bahasa Inggris Arbani baik atau tidak, ia tidak pernah mendengar Arbani berbicara dalam bahasa Inggris…


Film di temukan dan mereka berdua mulai menonton, mereka berdua duduk berdampingan dengan beberapa cemilan dan buah buahan segar di depan mereka berdua.


"Kamu bisa bahasa Inggris?"


"Hahaha aku bule, aku lahir tidak di Indonesia, bahasa Inggris makanan ku," ucap Arbani.


"Hahaha ya tidak mungkin lah ayah ku membawa ku ke New York tapi aku tidak bisa bahasa Inggris," ucap Arbani.


"Ya sudah.. Sekarang fokus nonton."


Arbani memilih film yang cukup rapat dengan adegan horornya, ia ingin membuat Ayuma ketakutan dan memeluknya dengan erat.


"Arbani serem," ucap Ayuma.


"Sini." Apa yang Arbani inginkan benar-benar terjadi.


Karena memang Ayuma ketakutan, ia mulai mendekati Arbani dan memeluk nya dari samping, dan Arbani tidak membuang kesempatan ini dengan sia sia, ia mulai mengambil keuntungan lebih lagi.


Film terus berlanjut dan Ayuma berteriak-teriak sambil memeluk Arbani dengan erat. Yang ada Arbani tidak jadi menonton, ia malah asik melihat ekspresi wajah Ayuma yang ketakutan.


"Arbani… Sudah.."

__ADS_1


"Hahaha iya iya." Arbani mematikan sambungan telepon itu.


"Kamu takut," tanya Arbani.


"Iya takut," jawab Ayuma.


"Untuk apa sih kamu takut? Mereka hanya di film, tidak akan datang memakan mu," ucap Arbani.


"Tetap saja menakutkan Arbani, aku sangat takut dengan film horror."


"Iya iya kamu sangat takut," ucap Arbani.


Setelah menonton film itu mereka berdua kembali masuk ke dalam kamar masing-masing, keduanya sudah sangat kelelahan. Apalagi Arbani yang tidak ada istirahat sejak pulang sekolah tadi.


"Hari ini aku sangat senang sekali," ucap Arbani, ia membentang tubuh nya ke atas kasur dan langsung terlelap dengan cepat.


"Tadi aku banyak memeluk nya, apa tidak masalah. Aku takut pacar nya marah, mana pacar nya anak didik ku. Tapi kata Arbani, mereka sudah putus, aku sedikit tidak percaya," batin Ayuma.


Ia pun mulai tertidur sambil memikirkan pria yang ia peluk peluk saat menonton film tadi.


Pagi hari yang indah, karena sudah terbiasa memasak di pagi hari Ayuma sudah bangun dari jam 6, ia mulai menyiapkan sarapan untuk Arbani dengan dirinya.


Arbani berjalan keluar dari dalam kamar, ia yakin pasti Ayuma sudah bangun karena ia mendengar suara kebisingan di dapur, Arbani sengaja tidak meng kunci pintu kamarnya, ia ingin tetap mengawasi Ayuma, ia takut Ayuma kenapa napa saat sedang beraktivitas di luar kamar.


"Kamu sudah bangun." Arbani berjalan mendekati Ayuma.


"Iya aku sudah bangun dan sekarang sedang masak."


Arbani berjalan mendekati Ayuma dan memeluk nya dari belakang, entah keberanian dari mana ia melakukan hal itu.


"Aku ingin mencari istri seperti kamu," ucap Arbani.


"Arbani.." Ayuma terkejut dengan pelukan yang Arbani berikan kepada nya.


"Aku ingin memeluk mu sepanjang waktu, kamu kemarin bebas memeluk ku dan sekarang aku ingin memeluk mu, balasan tadi malam."

__ADS_1


__ADS_2